Cinta Klasik Pemuda Desa

Cinta Klasik Pemuda Desa
Ungkapan Spesial


__ADS_3


" Atha !" panggilan kedua kalinya Zea berlari ke arah kembarannya itu. Arif jadi mengernyitkan alisnya tanpa dia paham ada hubungan apa di antara keduanya.


" Sudah tadi?" tanya Zea. Atha menganggu sambil menatap arif. Zea paham apa yang ingin di ketahui oleh si dingin kulkas itu.


" Dia dosen anak-anak teknik tadi pagi kampus ada seminar. Pantas gak sih gue nikah sama dia Tha????" tiba-tiba pertanyaan snewen itu muncul membuat Atha menautkan alisnya.


" Menikah? Dengannya? Kau yakin?" tanya Atha. Zea hanya mengedikkan bahunya.


Saat mereka asyik mengobrol. Arif menghampiri mereka berdua begitu saja.


" Hai Tha ... !" sapa Arif.


" Hai Rif ... Kenalin kembar bontot gue, Zea ... " ucap Atha yang menjawab pertanyaan yang tadi hanya berputar-putar di otak Arif.


" Hai Zea ... Arif!" Sapanya. Tapi Zea memandang aneh ke arah dosennya.


" Jangan ngadi-ngadi deh pak. Namanya bukan gitu Loh. Temen-teman tahunya pak Dhana Loh!" protesnya. Arif tersenyum geli.


" Kenalkan Dhana Arif Lukmana ... " ucapnya lagi membuat Zea melongo. Namanya ganteng suka sekali. Indah di telinganya. Atha menggelengkan kepala ketika si bontot kembali somplak.


" Udah ... Itu ilerannya hapus. Geli tau Zea!" Sahut Atha diikuti tawa Arif.


" Rif ... Ntar malam ikut gue ke cafe ya! Biar sekali-kali loe gabung sama keluarga gue yang lain," ucap Atha dengan serius membuat Zea tersenyum.


" Oke ... Bro! Gue balik ya pengen istirahat bentaran doang," jawabnya.


" Oke. Udah siap ya?! Ambilin buket gue ya ntar jangan sampai ke lewat," ucap Atha membuat Zea bingung


" Siap bos. Assalamualaikum!" pamit Arif.


" Waalaikumsalam," jawab Atha.


Atha pun membawa dua perempuan yang dia sayangi pulang ke rumah. Tak ada yang tahu suprise apa yang telah di siapkan Atha. Dia masih saja bersikap tenang dengan sesuatu yang dia siapkan.


Sesampainya di pelataran rumah. Dia melihat rumah sudah terang itu artinya kakaknya sudah pulang.


Ting. Tong. Assalamualaikum.


Selang beberapa menit keluarlah Zahra dari balik pintu. Zea tersenyum padanya.


" Hai ... Kakak ipar!" sapa Zea.


" Hai ... Zea," jawabnya sambil tersenyum manis. Flo tersenyum pada zahra. Kakak iparnya itu juga membalas senyumannya.


" Masuklah! Sudah petang bukankah harus segera bersih-bersih sebelum maghrib," mereka semua pun pergi menuju ke dalam. Tiba-tiba ucapan Zahra menghentikan langkah Zafindra.


" Fin ... Tidak bisakah memaafkan aku??" tanya Zahra. Namun Flo yang mendengar memilih untuk pergi ke kamar.


" Tidak ada yang perlu di maafkan atau meminta maaf. Semua sudah di gariskan. Terima kasih sudah pernah hadir dalam kehidupanku. Saat ini tugasmu adalah membahagiakan kakakku itu saja dan satu lagi memberikan penerus bagi keluargaku. Permisi! Tetaplah bahagia," uca Zafindra kemudian berlalu dari hadapan Zahra. Dia tak ingin membuat Flo berfikir macam-macam karena dia bersama Zahra. Adzkan pun sengaja membiarkan istrinya mengobrol dengan Adiknya supaya tidak ada dendam di antara mereka.


Saat semua orang masuk ke dalam kamarnya masing-masing. Ucapan adzkan membuat zahra mengangguk mengiyakan.



" Lihatlah kamar ini ? Zafin mendesainnya dengan estetik. Aku bahkan tak pernah memikirkan sebelumnya. Bukankah dia kreatif Zah?" tanya adzkan untuk mencairkan suasana. Kecanggungan di antara mereka masih tercipta sebab mereka pun belum saling mencintai. Namun perjodohan itu membuat mereka harus belajar mencintai.

__ADS_1


" Kau juga estetik mas. Buktinya kau sampai tidak tahu bagaimana membuatku merasa sedih. Kau berupaya setiap hari membahagiakanku," jawab Zahra membuat Adzkan terkekeh.


" Begitu ya? Harusnya aku lebih welcome padamu. Aku khawatir kamu belum bisa menerimaku," ucap adzkan menatap jendela luar.


" Mas ... Aku memilihmu berarti aku sudah siap menjadi istrimu," jawab Zahra dengan memegang tangan suaminya.


" Tidak menyesalkah kamu melihat Zafin sukses saat ini. Dia mampu menunjukkan bahwa dia layak di nikahi olehmu bahkan dia mampu membeli rumah 1 unit rumah mewah, 1 mobil mewah, 2 motor. Ini adalah hasil kerja kerasnya karena dia pernah mencintaimu," ucap Adzkan.


" Mas ... Tapi realitanya aku menikah denganmu dan dia menikah dengan perempuan lain. Dia pun begitu bahagia dengan perempuan itu. Bahkan istrinya sangat cantik," jawab Zahra.


" Apakah kamu cemburu??" tanya Adzkan.


" Tentu aku cemburu melihat kemesraan mereka. Sedangkan maa adzkan saja masih menjaga jarak denganku," jawabya dengan senyum. Adzkan kemudian memeluknya.


" Maafkan aku zah ... Aku hanya ingin mengetahui perasaanmu sebelum menjamahmu. Aku tidak mau kamu menyesal," jawab Adzkan sambil memeluk istrinya.


Sedangkan di kamar Atha ...


" Sayang ... Gunakan dress ini ya? Please ... kamu pasti sangat cantik sekali," pinta Atha.


" Mau kemana mas?" tanya Flo menatap dress itu.


" Ada ...rahasia," jawabnya.


" Bukankah mau mengajak keluarga kita ke cafe-mu saja??" tanya Flo bingung. Dia sempat kecewa kala Atha tak mengetahui apapun tentang hari kelahirannya.


" Sudahlah sayang ... Pakai aja aku ingin melihatmu memakai ini," jawabnya kemudian berlalu dari sana. Atha nampak mandi di dalam. Flo kemudian mendapatkan telpon dari sang papi.


♡ Hai ... Sayangnya papi! Rindu gak sih sama papi dan mami.


♡ Hai ... Pi. Rindu sekali dong flo ini.


♡ Ah, papi bikin Flo mewek aja nih. Di sini bahkan tidak ada yang tahu ultah Flo. Hanya papi seorang kekasih flo yang selalu ingat.


♡ mungkin Atha tidak tahu sayang


♡ Harusnya cari tahu dong pi. Kan udah di nikahin juga. Hmmm ...


♡ Udah dong cantik jangan cemberut jelek.


♡ Iya udah deh pi. Flo mau siap-siap dulu. Sekali lagi makasih ya pi. Flo sayang papi.


♡ Oke sayangku. Papi juga sayang sekali. Salam dari mami.


Percakapan itu berakhir begitu saja. Seusai sholat maghrib mereka keluar ruangan masing-masing. Zea udah cantik dengan gaya casualnya. Zahra dan Adzkan juga tampil sederhana. Malam ini Atha nampak sangat dewasa dengan setelan jas yang casual dengan kumis tipis yang mulai tumbuh. Atha membiarkannya tanpa mencukur biar terkesan lebih dewasa.


" Tampannya .... Kakak kulkas!" puji Zea. Adzkan menjempoli ucapan Zae. Zahra juga nampak mengangguk.


" Kalian memang serasi!" seru Zahra sambil tersenyum.


" Terima kasih kak ... " jawab Flo pada Zahra yang mengangguk.


Ponsel Atha.


♤ gue di depan bro. Ini buketnya udah gue bawa


♡ Okee.

__ADS_1


" Kita keluar sekarang Arif sudah di luar!" seru Atha.


" Pak Dhana ikut Tha?!" tanyanya.


" Iya ikut," jawab Atha singkat. Zea jadi senyum bahagia.


Sesampainya di luar. Arif memberikan bunga pada Atha. Bunga itu dia bawa ke mobilnya.


" Romantis kali sih Tha kamu sama kak Flo!" cebik Zea. Atha hanya menggeleng.


" Kak adzkan dan Zea ikut mobil arif ya! Kalau ada kalian di mobilku nanti jatuhnya malu," ucap Atha sambil garuk-garuk kepala. Adzkan dan istrinya jadi terkekeh. Sedangkan Zea langsung mengangguk.


Mereka semua langsung masuk mobil. Atha menggandeng Flo untuk masuk mobil. Ketika di dalam mobil Atha memberikan buket bunga mawar merah itu sampai membuat Flo terpesona dan terharu sampai air matanya itu kembali meleleh.


" Yaumul milad sayang ... Barokallah fi umrik cintanya mas Atha. Semoga menjadi perhiasan dunia bagi mas Atha dengan menjadi istri yang sholihah. Semoga suka dengan bunganya," ucap Atha. Flo yang terharu jadi membaur memeluk suaminya dan mengecuk singkat bibir Atha.


" Makasih mas .. Ini indah sekali. Flo suka. Ini ultah Flo yang paling indah," ucapnya sambil menghapus air mata yang mengalir. Atha mengusap air mata dan mencium keningnya.


" Harus bahagia ... " Bisik Atha.


Selamat hari Milad


Semoga dapat rahmat


Selamat hari Milad


Semoga dapat rahmat


Dari الله احد


Hingga hidup selamat


Selamat ulang tahun


Semoga berkah turun


Selamat ulang tahun


Semoga berkah turun


Dari Allah Pengampun


Sehingga hidup rukun


عليك مبروك


مبروك الف مبروك


عليك مبروك


مبروك الف مبروك


يوم ملاذك مبروك


آمين، آمين، آمين


Yeahhhhhhh buat sangu bubuk. Semoga sukaaaaaa.

__ADS_1


Likeeeeeee dong yaaaaa sayangkuuu!!! Mkshhh.


__ADS_2