
Saat mereka menoleh. Ternyata ada seorang perempuan cantik dengan wajah yang masih terlihat awet muda siapa lagi jika bukan bibi Fatimah. Nampak paman Azzam juga tersenyum pada mereka.
" Assalamualaikum bibi," sapa Atha.
" Waalaikumsalam. Kok ada di sini? Istrinya sedang hamil jangan terlalu lelah," ucap Fatimah dengan memegang wajah Flo. Atha mengangguk paham.
" Iya bi ... Sebentar lagi selesai pulang. Sedikit lagi kan ya dek??" tanya Atha menginterupsi istrinya.
" Iya Bang ... " jawabnya sambil tersenyum.
" Gak nyangka bibi loh Tha kamu menikah di usia yang masih muda sekali??? Bisa bagi waktunya?" tanya bibi Fatimah penasaran.
" Harus bisa bi ... Kan sudah di putuskan!" jawab Atha yakin. Azzam langsung menepuk pundak keponakannya.
" Itu baru lelaki Tha ... Paman suka sikapmu," puji lelaki yang tak lain adalah suami bibinya.
" Oke baiklah ... Kaum laki-laki memang selalu berkuasa! Tha kami duluan ya sampai ketemu nanti," pamit bibi. " Flo ... Duluan! Jaga baik -baik kesehatannya. Jangan terlalu lelah," nasehat bibi fatimah padanya.
" Iya bi ... Terima kasih," senyumnya yang cantik membuat Fatimah gemas.
Mereka pun kembali berbelanja. Sesekali Atha melirik istrinya. Karena harus terlalu lama berdiri di supermaket seperti ini.
" Istirahatlah di tempat duduk. Biar aku yang melanjutkan ini!" seru Atha pada istrinya sambil menunjuk sebuah bangku di luar Toko bahan kebutuhan sehari-hari itu.
15 menit kemudian ...
Atha menghampiri Flo yang sedang memijat betisnya sambil melihat ke arah berlawanan. Sesampainya Atha di sana ...
" Bang ... Jangan!" seru Flo saat mendapati suaminya itu memijatkan betisnya.
" Kenapa? Apa tidak boleh membantumu menghilangkan pegal?" tanya Atha namun tetap memijatnya.
" Bang ... Tapi tidak enak di lihat. Lihatlah! Abang jadi berjongkok seperti ini," ucap Flo pada suaminya itu.
" Tidak apa-apa dek. Kalau bukan abang siapa yang akan memijat," jawabnya sambil memijat kaki flo. Akhirnya flo diam saja malas berdebat.
Beberapa saat kemudian mereka berdua pun memutuskan untuk pulang. Karena hari sudah menunjukkan sore. Namun sebelumnya mereka mampir di masjid untuk menunaikan sholat ashar.
Saat mereka hendak keluar masjid ...
" Tante cantik ... Bisa kasih uang ke Moza gak? Kasihan adik sama ibu moza belum makan hari ini," sambil menunjuk orang yang tak jauh dari sana. Flo mengikuti arah pandang anak itu. Seketika hati flo mencelos meratapi keadaan mereka.
__ADS_1
Flo pun mendudukkan dirinya di hadapan moza. Flo menatap lekat ke arah moza.
" Ambillah nak ... Ini untukmu! Berikanlah makanan ini untuk ibu dan adikmu," ucap moza sambil memberikan beberapa lembar uang berwarna merah dan memberikan satu kresek yang berisikan roti dan susu yang tadi sempat moza beli di supermaket.
" Terima kasih tante cantik! Semoga bahagia dan punya anak yang sukses kelak," jawab Moza sambil mengecup pipi Flo.
Cup.
Gadis kecil itu pun berlari dari sana. Atha sedari tadi sudah memperhatikan jadi tersenyum. Flo yang tadi duduk kini suda berdiri kembali dan menuju ke mobil.
Ketika berada di dalam mobil ....
" Dek ... Udah habis saja makanannya?" tanya Atha sengaja bertanya.
" Iya bang. Laper kali ya bang! Hehehe," jawabnya tanpa memberi tahu bahwa dirinya memberikan itu pada anak tadi.
" Apa kita perlu makan dulu sebelum pulang??" tanya Atha. Flo menggeleng.
" Pulang aja bang! Flo makan di rumah saja," jawabnya sambil kemudian memasang sabuk pengamannya.
Apakah seperti ini caranya berbuat baik. Bahkan dia nampak biasa saja. Tadi tanpa ragu dan tanpa bercerita bahwa dia sudah memberikan makanannya pada orang lain. Dia hanya meminta pulang dan makan di rumah. Apakah dia tak pantas untukku? Tentu saja dia sangat pantas bagiku. Mungkin latar belakangnya orang tuanya kurang baik. Tapi itu semua bukan salahnya. Ya, harus aku katakan bahwa aku beruntung memilikinya. Batinnya sambil melajukan mobil ke arah rumah.
Tin. Tin. Tin.
Suara klakson mobil sudah ramai di depan. Itu tandanya rombongan keluarga Atha sudah sampai di halaman rumahnya. Atha tersenyum saat melihat semua keluarga besarnya hadir. Flo tadi yang sudah istirahat kini berada di dapur membantu bibi memasak.
" Assalamulaikum!" seru beberapa orang yang terdengar sangat ramai di teras depan. Flo hanya fokus memasak dulu.
" Waalaikumsalam," jawab Atha sambil mempersilahkan masuk. " Mari Masuk !" serunya sambil mengajak Abi, Ummi, mas adzkan, bibi Azizah dan keluarga, kakaknya Abi lainnya. Rumah kian rame saja.
Sesampainya di dalam ...
" Mana istrimu Fin?" tanya Ummi.
" Di dapur Ummi ... " jawab Atha sambil membuka camilannya.
" Loh kok di dapur kan lagi hamil muda! Jangan capek-capek," protes Ummi.
" Tadi di bantuin Atha sama bibi kok Ummi," jawabnya memperjelas agar umminya tidak khawatir.
__ADS_1
Saat mereka mengobrol flo datang dengan senyumnya. Suami Atha ini terlihat lebih segar dengan wajah Glow up-nya karena terkena asap masakan.
" Ummi ... Abi ... " sapanya sambil menyalami satu-satu keluarga Atha. Saat semuanya menikmati pemandangan ada celetukan dari sepupu Atha yang membuat semua orang tertawa.
" Pantas saja bibi Ummi ... Adek Atha menikah muda. Lihat istrinya udah cantik, mana udah klemis gitu, body goals wkwkwkwk. Wajar tuh jika nikah tanpa basa basi. Nah calonnya gitu!!! Noh si udik juga pasti mauu!!!!!!" puji Putri Azizah pada Flo dan meledek adiknya sampai tersedak.
Uhuukkk. Uhuukk. Uhuuk.
" Gila aja ini sih eneng ... Adik sendiri di gacor! Awas ya kamu! Ngeselin," protes sepupu Atha itu. Semua orang di sana di buat tertawa oleh kelakuan dua saudara itu.
Di kala mereka sedang menikmati perjamuan camilan tiba-tiba saja keluarga pak yusuf yang tak lain adalah keluarga wardah juga ikut hadir.
" Assalamualaikum!! Wah, lagi seru rupanya ini ... " sapa pak yusuf pada mereka semua.
" Waalaikumsalam. Masuk Opah!" seru Atha pada opahnya. Nampak bibi Fatimah dan paman Azzam yang ikut dan serta membawa ketiga putrinya yang cantik jelita dan imut.
Ayah dan ibu Wardah menghampiri besannya yang tak lain adalah ummi nyai pesantren yang merupakan ibunda Izdi.
" Sehat ya besan??" tanya Opah pada ummi sepuh.
" alhmdulillah insyaallah sehat! Meskipun tidak bisa serenyah dulu besan," jawabnya sambil tersenyum.
" Alhamdulillah bisa bertemu di sini dalam keadaan sehat," ucap Opah Atha pada Ummi sepuh.
Di tengah-tengah obrolan itu ...
" Permisi! Silahkan di nikmati kami berdua ke belakang sebentar!" pamit Atha sambil menggandeng istrinya. Mereka semua mengangguk menunjukkan tanda setuju.
Sesampainya di dapur ...
" Sayang ... Sambillah makan! Biar perutnya gak sakit," ucap Atha sambil memindai makanan ke meja makan.
" Gapapa bang ... " jawabnya.
" Jangan bilang gapapa .. Jangan bikin abang khawatir. Setidaknya makanlah sesuatu," ucapnya sambil menasehati.
" Iya abang sayang ... Ini Flo udha makan! Makasih ya karena udah sayang banget sama Flo. Jadi baper nih bang," jawab Flo dengan manja.
" Sama-sama. Baper aja terus abang suka," cengir Atha yang membuat Flo jadi melotot tak menyangka suaminya itu bisa cengar cengir.
Likeeeeeeee yaaaaa makasih.
__ADS_1