Cinta Klasik Pemuda Desa

Cinta Klasik Pemuda Desa
Renungan Atha


__ADS_3

Setiap cobaan yang datang pada kita itu adalah bentuk cinta Allah pada umatnya. Sesuatu yang kita cintai maka dari sanalah ujian kita di mulai. Nampak Atha duduk bersimpuh menghadap kiblat. Tangisnya tumpah karena dua hal dosa yang dia lakukan dan keluarga yang dia cintai. Tidak ada niat buruk dalam hidupnya untu merusak kehidupan siapapun.


Allahummaghfirlii ....


Saat Atha khusu' dalam sepertiga malamnya. Di tengah ke khusu'kannya. Umminya mengahampiri. Dia memegang pundak Atha memberi sebuah dukungan. Putranya itu sudah mengalami hal tidak mengenakkan dua kali. Ummi saat ini sedang merasa bersalah pada Adzkan karena pernikahan itu. Namun dirinya saat ini di terpa musibah kembali dengan adanya masalah besar dalam biduk rumah tangga putranya yang lain.


" Nak ... Pasrah sama gusti Allah. Berat tapi harus di jalani. Semoga kedatangan keluarga kita ke rumah paman Rahman membuahkan hasil yang baik. Ini sudah satu minggu berlalu mari kita selesaikan semuanya. Istighfarlah ... Semua insyaallah adalah yang terbaik," ucap ummi pada Atha.


Selama satu minggu ini pula wajah istrinya yang cantik dan putra putri mereka terbayang-bayang. Bahkan istrinya itu tak pernah menghubunginya sama sekali. Atha pun memakluminya. Flo berasal dari kedua orang tua yang dengan pernikahan karena kesalahan. Tentu saja masalah ini sebagai boomerang dalam kehidupannya. Merestui hubungan suaminya dengan Daniah itu menyakiti hatinya tapi membuat suaminya tidak tanggung jawab itu adalah hal yang sangat berdosa.


" Dia marah mi ... Pada Atha,"lirihnya pada sang ummi sambil mencium punggung tangan ummi.


" Tidak nak ... Istrimu gadis baik. Tapi masa lalunya adalah trauma terbesar dalam kehidupannya. Hal ini seakan memukul keimanannya. Jadi, dia butuh waktu untuk merelaksasi kehidupannya nak. Bersabarlah dia istri yang cerdas," jawab Ummi meyakinkan Atha. Putranya pun mengangguk paham dengan apa yang di katakan oleh Ummi.


" Bersiaplah kita akan berangkat ba'da sholat shubuh!" seru Ummi.


" Iya Umi ..," jawabnya dengan nada yang berat. Karena dia paham daniah gadis seperti apa. Dia begitu memaksakan semuanya. Dia hanya tidak ingin berdebat dengan gadis itu kelak.


Sayang ... Mas ke rumah paman Rahman. Doakan lancar dan di berikan yang terbaik. Pesan itu di kirim oleh Atha melalui via Whatshap. Sesakit apapun keadaan hati istrinya berpamitan pada Flo adalah kewajibannya. Mengabari di setiap keadaan.


...----------------...

__ADS_1


Di tempat lain ...


" Pi ... Bisakah bantu aku melacak sesuatu. Aku bukannya tidak percaya namun hanya memastikan," ucap Flo saat papa Rangga berkunjung.


" Ada apa sayang? Punya masalah dengan Atha sebab dia tidak di rumah," jawab papa rangga. Flo tak memberitahu masalah mereka pada sang papa melalui ponsel seluler karena dia tidak ingin sang papi salah paham.


" Ada yang aneh dengan masalah mas Atha. Dia bilang meniduri Daniah tapi dia tidak ingat kejadiannya. Aneh. Namun ada bercak darah dalam sprei itu pi," jawab Flo dengan nada rendah. Rangga kaget mendengarnya. Pasalnya dia baru tahu kejadian ini.


" Flo! Kenapa di rahasiakan dari Papi," seru sang papi kali ini. Flo menghela nafas.


" Pi ... Kalau Flo bilang di telpon nanti khawatir salah paham. Bisa gak sih bantu Flo? Meskipun hal iti terjadi benar setidaknya Flo tidak suudhon pada Daniah pi," jawabnya lesu. Rangga mengusap rambutnya kasar. Kesal lantaran dia terlambat memahami keadaan rumah tangga putrinya.


" Baiklah! Papi akan mencari tahu informasi akurat. Tugasmu menjaga cucu papi! Untuk bukti papi yang akan mencari tahu paham!" seru sang papi.


Ada rasa tidak enak karena harus berhubungan dengan mas rahman tapi rangga juga tidak mungkin membuat rumah tangga anak dan menantinya berantakan hanya karena suatu hal. Mereka sudah memiliki 3 anak. Kasihan cucunya jika harus mendapatkan hal yang tidak sepantasnya.


Maaf ... Mas. Tapi aku tidak mungkin membiarkan putriku mengalami hal yang tidak mengenakkan. Aku tahu kamu orang baik mas. Tapi anak kita belum tentu seindah persahabatan kita. Rangga menghela nafas melonggarkan dadanya yang sesak karena hal ini.


Di kediaman dokter Rahman ...


" Mas ... Rahman! Maafkan kami karena baru bisa datang. Bukan kami tidak mempercayai Daniah tapi hal ini begitu membuat kami tidak percaya. Mas rahman tahu kami baru saja kedatangan buah hati Atha ke dunia ini. Sulit bagi kami mencerna keadaan saat ini," ucap Izdi tidak enak tapi dia harus mengatakan.

__ADS_1


" Terus bagaimana dengan putri kami Iz? Kami tidak mungkin menunggunya sampai hamil dulu sebelum menikahkan mereka. Bukankah sudah ada bukti dengan noda darah itu," jawab Rahman tegas. Izdi menatap putranya.


" Paman ... Bolehkah kami bertabayyun?" tanya Atha dengan nada Rendah. Namun suara Daniah terdengar lantang kali ini.


" Apa yang mau kamu tabayyun Tha! Apakah kamu akan lari dari tanggung jawab. Sudah jelas-jelas malam itu kamu merusak kehormatanku!" sarkas Daniah dengan berani. Atha menatap gadis itu dengan sedikit risih.


" Daniah ... Bahkan sampai detik ini aku tidak bisa mengingat bagaimana aku menikmati tubuhmu! Bisakah kamu paham dengan kata-kataku? Aku menyentuh istriku saja bisa tahu bagaimana rasa nikmat dalam kegiatan itu! Bagaimana dengan malam kita seharusnya aku bisa mengingat meskipun sedikit -sedikit," tegas Atha tanpa malu kali ini. Dia tidak ingin gegabah memutuskan. Ada hati yang masih harus dia jaga dengan baik.


" Oh ... Jadi kamu kira aku menipu Tha! Kamu tahi bahwa d sprei itu ada noda bekasmu!!! Masihkah belum cukup!" serunya.


" Iya hal itu tidak cukup Daniah! Karena yang ku ingat. Di tengah pikiranku yang negatif kamu malam membuka pakaian atasmu di depanku dan setelah itu aku tidak tahu apa yang terjadi," jawab Atha.


" Baiklah aku beri waktu sampai bulan depan Tha. Bagimu untuk mencari bukti bahwa kalian tidak melakukan hubungan suami istri," jawab paman Rahman dengan tatapan nyalang.


" Paman jika hanya hal itu yang di cari. Paman cukup melakukannya dengan medis. Dari sana paman bisa melihat apakah putri paman masih suci atau tidak," jawab Atha dengan tanpa sungkan.


" Atha!!! Kamu kira aku adalah wanita murahan. Membuatku malu di hadapan ayahku sendiri seperti ini. Kamu keterlaluan hanya karena tidak ingin menikahiku sampai mengatakan hal itu," jawab Daniah tidak suka.


" Aku hanya ingin tabayyun. Aku pun takut Daniah dengan dosanya. Jika semuanya sudah jelas maka aku tidak bisa menolak. Jadi, mari kita tabayyun dulu. Atau mungkin kamu menikmatinya???? Katakanlah padaku!" seru Atha kian merembet. Rahman nampak tidak suka akan kata-kata Atha.


" Cukup Tha! Kamu adalah putra Izdi aku menghargaimu sebagaimana ayahmu yang baik. Aku akan memeberikanmu kesempatan bertabayyun dan kamu Daniah jika kamu tidak bersalaah cukup diam di tempat tidak perlu menimpali ini dan itu," tegas sang ayah. Daniah pun diam.

__ADS_1


Likeeeeeeee.


__ADS_2