
Kita kasih Visual dulu ya!!! Kita pake wajah pada umumnya aja ya. Jika kurang mumpuni bisa bayangin sesuka hati dong!!!! Andai author bisa gambar udah aku kasihhh visual sesuai di bayangan aku nih readers. Never mind semoga ini membantu imajenasi kalian.
Visual Zilvana Florencia Khan, Author kasih yang pake cadar ya mak. Soalnya di bayangan author flo ini wajah cantik natural keng ane gak nemu yang pas. Hihihi.
Zafindra Athaya Al Qassam, kurang lebih gini ya mak. nyari yang dewasa kayak tua banget. Kurang lebih gini deh ya Gus Atha.
Sekian terima kasih. Lanjut yaaaa!!!!!
Pagi ini kediaman Rangga heboh karena putri dan putranya bermalam satu rumah tapi di kediaman Atha sendiri. Siapa lagi yang ricuh jika bukan sing papi rangga yang kocak sedari dulu.
" Iz ... Mereka ngapain bermalam di rumah Atha??? Apa di sini kita ganggu adegan live mereka," Rangga blak-blakan tanpa ada rasa sungkan.
" Mertua laknat benar-benar loe ya! Udah ah ngga ... Tugas kita udah selesai tuh nikahin mereka. Gue udah di ultimatum noh sama putra ummi-nya tuh. Setelah menikah jangan ikut-ikut lagi cukup sampai akad!!!!" seru izdi. Wardah yang mendengar hanya tertawa. Karena memang benar putranya mengatakan itu. Rangga yang mendengar hanya kedip-kedip.
__ADS_1
" Iz ... Kenapa lebih parah dari loe??? Parah si mantu gue sikap dinginnya," jawab Rangga kagum.
" Tapi aku sedih nih ngga! Ternyata Daniah putri abang Rahman menyukai Atha. Tapi Atha tak pernah sedikit pun menyinggung tentang Daniah. Dia pun tak menolak loh ketika ku tawari nikah dadakan sama Flo," ucap Izdi merasa bersalaah pasa Daniah.
" Sorry ya iz ... Aku juga gak tahu jika putri mas Rahman menyukai putramu," sesal Rangga.
" Udah deh kaum adam jangan berlebihan!!! Jodoh itu misteri sang illahi. Sudah di gariskan jangan mengada-ada sendiri. Wardah menggelengkan kepala saat dua orang ayah itu berdebat heboh semenjak tadi gara-gara pengantin baru gak pulang.
...****************...
" Sayang ... Sudah pagi bangunlah!" seru Atha dengan lembut. Flo pun mulai menggeliat saat ada jemari membelai wajah ayunya itu. Dia mulai membuka matanya dan kaget saat mendapati Atha tersenyum. Dia langsung duduk.
" Maaf ... Sakit ya?" Flo sedari malam tidur di lengan suaminya. Atha jadi terkekeh di buatnya.
" Wajahnya udah bersemu merah aja. Gapapa sayang di tidurin lama juga ikhlas. Tapi kita harus segera berangkat ke rumah Abi karena nanti malam pernikahan kak Adzkan. Yuk bersiap!" ajak Atha. Flo hanya manggut-manggut karena Atha sedari tadi manggil sayang loh. Si Flo jadi baper neng. Dia akan berdiri malah menabrak punggung Atha.
" Buru amat sih Neng! Seneng ya di panggil sayang sama mas Atha," goda Atha membuat Flo benar - benar malu sekarang.
__ADS_1
" Udah dong Tha jangan bikin aku tambah malu," jawabnya sambil menunduk. Atha mengangkat dagu istrinya itu.
" Panggil mas atau abang boleh jangan nama ya!" pinta Atha. Flo paham jika memanggil nama adalah bukan untuk daerah ketimuran.
" Iya mas," jawabnya membuat Atha mendaratkan kecupan sayang di pipi. Flo jadi menatap suaminya yang berlalu ke kamar mandi.
" Makasihh," ucapnya yang menghilang di balik pintu sana. Flo hanya menghela nafas panjang.
Dia sudah membuatku seperti di Rollcoaster. Adrenalinku benar-benar di buatnya naik turun tak karuan. Dia paling jago bikin noni-noni berdebar. Batinnya sambil membeo.
Flo bergegas ke dapur dan menyiapkan sarapan untuk berdua. Flo menuruni anak tangga dengan takjub. Suasana pagi di rumah suami mudanya ini begitu adem ayem dan menenangkan.
" Indah sekali rumahnya. Setidaknya dia lebih mandiri daripada aku yang masih saja ikut papi mami," lirihnya. " Bangga si Ath ... Aku bisa menjadi istrimu," lanjutnya sambil menikmati keindahan letak ruang rumah ini.
Likeeeeee yaaaaaaa sayang makasihhhhhh.
__ADS_1