Cinta Klasik Pemuda Desa

Cinta Klasik Pemuda Desa
Daniah Datang


__ADS_3

Seusai sholat shubuh berjamaah. Atha menatap wajah istrinya dengan sangat puas. Flo yang melihat tatapan Atha jadi melting lagi. Bahaya jika di dekat Atha lama-lama.


" Ada apa Tha?" tanya Flo dengan menatap suaminya. Atha tersenyum pada Flo.


" Bisa gak ngampus hari ini?" tanya Atha membuat Flo paham kemana alur pembicaraannya. Flo nyengir kali ini.


" Bisa ... Asalkan pelan," jawabnya.


Atha kini memegang punggung tangan Flo dan menciumnya. Kemudian mencium kening, pipi dan bibir istrinya.


" Makasih ya! Setelah ini kuliahlah dengan baik. Masih banyak yang harus kita perjuangkan di masa depan. Ku harap kamu bisa berjalan mendampingiku," ucap Atha.


" Ya ... Iyalah mas! Memangnya kamu mau minta di dampingi siapa Daniah atau Zahra! Nyebelin," Flo kembali merajuk membuat Atha gemes.


" Gak dong sayang ... Kita kan sudah berjanji untuk saling melengkapi. Ya sudah yuk! Kita bersiap kamu masak atau kita beli makanan saja?" ajak Atha.


" Masak seadanya dulu deh mas! Hari ini Flo ada ujian susulan," jawabnya. Atha pun mengangguk paham. Mereka sudah melewatkan kuliah 8 hari lamanya.


" Oke ... " jawab Atha.


Flo pun merapikan mukenanya dan mencoba berjalan pelan.


Haissshh. Napa sakit ya? Ini berabe nih kalau nagmpus model jalan kayak putri solo. Kapan nyampainya di kelas. Bahaya ini bisa jadi bahan ejekan angel noh. Hadehhhhh ... Kok rasanya kayak gini sih. Dulu di IPA gak ada tuh teori yang sakit-sakit gini ngeselin. Batinnya mengesal.


Namun di detik berikutnya tubuhnya sudah melayang ke udara. Atha tersenyum sambil menggendongnya. Flo malu di buatnya pasti jalannya udah jelek aja tadi sampai Atha menggendongnya.

__ADS_1


" Maaf ya mas ... " lirih Flo sambil sedikit tersenyum tidak enak.


" Gapapa - lah ... Begini kan karena ulah mas juga sayang. Harusnya kamu bilang gak diem aja. Bilang kalau sakit mas di buat jalan," ucap Atha agak panjang.


" Kan meskipun bilang gak mungkin sembuh langsung mas," jawab Flo pada suaminya.


" Tapi ada salep di nakas. Zea pun sudah memperkirakannya. Dia mengatakan semalam di pesan jika sakit bisa menggunakan itu," jawab Atha sambil menaruh Flo di rànjang.


Atha nampak mengambil salep yang tadi dia katakan. Dia pun melipat baju di lengannya. Dia pun mulai menyibak rok Flo. Flo memegang tangan Atha.


" Loh ... Mau apa mas? Jangan ... Nanti flo sendiri saja," pipi Flo udah yang kayak kepiting rebus. Malu deh non. Ngapa Atha segitu perhatianya sampai mau pasang salep segala. Rusak jadwalnya entar.


" Udah gapapa. Lagian Flo kan bisa lihat. Mas pasangin biar bisa masak bentar lagi," jawab Atha santai.


Atha pun mulai mengibatinya dengan penuh perasaan. Flo juga sedikit-sedikit eh. Membuat Atha menggelengkan kepala. Atha yang fokus malah di buat ngap oleh Flo. Tingkah istrinya ini malah lucu.


" Eh, itu mas ... " jawab Flo bingung.


" Itu apa??? Udah ya Flo diem bentaran aja biar cepat selesai," jawabnya.


Beberapa menit kemudian Atha sudah menyelesaikannya. Dia tersenyum menatap wajah Flo yang tegang.


" Emang masih berasa ya??" tanya Atha membuat Flo menatap Atha.


" Oh ... Gak juga sih mas," jawab Flo sambil menggaruk rambut yang tak gatal.

__ADS_1


Saat mereka asik berinteraksi bel rumah berbunyi. Mereka pun segera turun. Atha akan membuka pintu dan Flo akan membuatkan sarapan pagi untuk suaminya. Atha membukakan pintu. Dia melongo saat melihat siapa yang datang.


" Tha .... Aku bawain sarapan pagi!" seru Daniah. Atha jadi menatap Daniah heran kenapa pagi-pagi dia ke rumahnya.


" Kamu ngapain kemari pagi-pagi?" tanya Atha.


" Tha ... Yang sopan dong sama calon istri. Suruh masuk dulu kek masa' di ajao ngobrol di depan pintu ntar gak jadi laku lagi," rengek Daniah yang kemudian mendorong Atha dan dia pun masuk.


Indera penciuman Daniah mencium aroma masakan yang enak. Dia pun menuju Dapur Atha.


" Kamu masak ya Tha!" serunya sambil menuju ke dapur Atha pun mengikuti Daniah dari belakang. Mata Daniah di suguhi seorang perempuan dengan menggunakan baju tidur kimono dengan rambut di gelung ke atas memperlihatkan leher putihnya.


Degh.


" Siapa???" tanya Daniah pada perempuan seksi di hadapannya kini. Flo merasa ada yang bertanya akhirnya menoleh. Matanya terkejut saat mendapati Daniah ada di hadapannya kini. Baru beberapa menit dia menjadi topik di salah satu pembicaraan mereka.


" Daniah! Kak Flo!" seru mereka bersamaan.


" Kenapa di sini?" tanya Daniah sambil menelisik pakaian Flo yang seksi. " Kenapa berpakaian seperti ini? Di sini ada Atha loh kak," protes Daniah.


Flo masih terdiam tak bisa menjawab. Karena Atha masih belum muncul saat ini. Dia tak ingin salah menjawab sebab posisinya saat ini sudah tak.memdukung.


.


.

__ADS_1


Likeeeeeee ya


Makasihhhhh.


__ADS_2