Cinta Klasik Pemuda Desa

Cinta Klasik Pemuda Desa
Tak menemukan Bukti


__ADS_3

Atha pun setelah dari rumah Daniah tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk kembali ke lokasi kejadian. Dia ingin membuktikan apa yang benar-benar terjaDi.


" Maafkan kami mas. Kejadian malam itu dan di tanggal yang mas sebutkan kami tidak bisa menemukan sprei serta bukti CCtV -nya. Mohon maafkan kami. Kamarnya juga baru renovasi 2 hari lalu," jawabnya dengan merasa bersalah karena tidak bisa membantu.


Allahu akbar! Selain ini aku pun tidak bisa membuktikan apapun. Apakah aku harus menyerah begitu saja? Aku sangat merindukan istriku dan anak-anak. Ya, Allah astagfirullah ... Ampuni aku yang terus mengeluh akan segala cobaan ini .


" Bagaimana Tha?" tanya Arif.


" Aku tak menemukan apapun rif. Semuanya sudah sirna entah kemana," jawab Atha lemes. Arif menatap sahabatnya.


" Bersabarlah ... Takdir milik Allah. Sudah usaha dan berdoa bukan? Setelahnya tinggal menunggu jawaban," jawab Arif memguatkan iman sahabatnya.


" Apakah aku harus kehilangan keluarga yang baru saja aku rasakan bahagianya Rif? Kenapa rasanya sesak sekali saat melihat bayang-bayang mereka menjauh dariku rif. Kenapa Daniah seperti ini padaku rif! Apakah dia tidak mencintaiku dengan benar," nampak Atha mengacak rambutnya.


" Tha .. Bukannya kamu mengatakan padaku ujian datang karena Rahmat Allah menyertai kita. Ayo bersemangatlah! Semuanya pasti akan baik -baik saja," nasehat Arif. Atha langsung memeluk arif layaknya kakak sendiri. Atha tergugu dalam pelukan sahabatnya.


" Bersabarlah ... Aku tahu kamu orang baik Tha," ucap Arif pada Atha yang sudah tak bisa menimpali lagi.


...----------------...


" Tha ... " lirih Zea sambil memeluk saudara kembarnya saat sampai di pesantren.


" Zea ... Bagaimana keadaan Flo?" tanya Atha nampak sangat ingin tahu keadaan istrinya. Zea mengangguk paham dia sangat rindu pada istrinya itu.

__ADS_1


" Dia terlihat baik! Tapi aku tidak tahu isi hatinya Tha. Bagaimana kelanjutannya dengan Daniah? Bukankah kamu tidak menemukan apapun di sana!" seru Zea sudah dengan kesalnya.


" Hmmm ... Aku di minta menikahinya Zea. Aku tidak sampai hati mengatakannya pada Flo. Dia pasti akan meninggalkanku. Ini 2 minggu berlalu begitu saja. Aku di beri kesempatan 2 minggu untuk mempersiapkan semuanya," jawab Atha.


" Kenapa tidak di cek aja keperawanan si Daniah itu. Sungguh membuatku jengkel sekali. Menyesal aku sudah mengenalnya," kesal Zea. Namun Atha sudah enggan menimpalinya lagi.


" Aku sudah tak dapat berkata Zea," ungkap Atha. Wajah Zea nampak sendu dan kesal.


" Kabari Istrimu nak ... Dia berhak tahu keadaan suaminya! Semarah-marahnya istri dia akan terpukul jika tak mendapatkan kabar," ucap Ummi.


" Iya Ummi ... " jawab Atha.


Seusai Sholat isya Atha merogoh ponselnya dia menekan nama Umma Anak-Anak di layar ponselnya dan dengan ragu menelponnya khawatir Flo tidak mengangkatnya. Namun ternyata Kali ini istrinya itu mengangkat telpon.


" Assalamulaikum sayang ... "


" Maafkan aku ... Aku tidak bisa menemukan bukti apapun atas kejadian itu. Keluarga Daniah mendesakku. Katakan Sayang .. Bagaimana? Apa yang harus ku lakukan?" suara Atha sudah terdengar bergetar. Flo nampak menghela nafas.


" Apa yang harus ku katakan padamu mas! Semuanya sudah terlanjur bukan. Aku tidak bisa ikut andil dari rasa tanggung jawabmu. Aku bingung juga dengan keadaan kita. Tapi aku harus tetap tersenyum untuk anak-anak kita bukan. Jadi, ya sudahlah terserah kamu saja mas. Aku setuju saja dengan keputusanmu," jawab Flo nampak pasrah menurut Atha.


" Lalu bagaimana dengan hubungan kita sayang??" tanya Atha nampak khawatir ketika Flo menjawabnya dengan datar.


" Aku dan anak-anak akan berusaha tanpa dirimu mas. Tapi bukan berarti aku tidak akan bisa menerima orang lain. Kelak jika anak-anak butuh sosok ayah maka aku akan menikah lagi demi mereka," jawab Flo dengan nada yang tak dapat di artikan.

__ADS_1


" Flo ... Apakah tidak ada kesempatan lagi bagiku?? Apakah seburuk itu aku di hadapanmu? Aku sungguh mencintaimu dan anak-anak," ungkap Atha yang sudah menitikkan air mata.


" Bukan tidak ada kesempatan lagi mas. Aku sudah bersamamu sampai adanya mereka itu adalah sebuah kesempatan pada hubungan kita. Flo hanya ingin tidak ada orang kedua dan hubungan kedua yang terjalin. Flo tidak bisa mas ... Flo bukan Siti Khadijah yang sabar dan ahli surga. Flo hanyalah insan biasa yang takut menambah amal buruk jika memiliki madu. Bagaimana jika aku membencimu kelak maka dosaku pun akan bertambah. Aku sama denganmu mas sangat mencintaimu tapi jika pada posisi ini biarlah aku yang mundur mas. Setidaknya aku memiliki anak-anak dan cukup kenangan indah selama menjadi istrimu," tangis Flo pecah. Dia sesenggukan dan hal itu membuat hati Atha sakit sekali seperti di pukul genderang. Sudah 2 minggu lamanya dia tak mendengar suara istrinya kali ini dia mendengar istrinya itu menangis karena ulahnya.


" Tidak ... Jangan ambil keputusan itu sayang! Please ... " lirih Atha.


" Saat ini mas akan bersedih tapi tidak tahu jika kelak sudah menikah dengannya. Mungkin saja mas akan lebih menyayangi daniah. Dia lebih dekat denganmu mas sebelumnya. Bisa saja mas tidak begitu memperhatikan kami," jawab Flo masih tergugu sesekali.


" Tidak sayang ... Kamu adalah istriku. Istri yang baik mana mungkin aku lupa itu," jawab Atha sambil meyakinkah Flo.


" Tapi kamu melupakan aku malam itu mas," jawab Flo tegas.


Deg.


Hati Atha terasa kebas saat mendengar penuturan Flo yang menyatakan dirinya lupa akan dirinya dalam kejadian mapam itu.


" Tidak sayang ... Jika aku melupakanmu! Malam itu aku tidak akan memaksa pulang dalam keadaan tubuhku panas dan membutuhkanmu. Aku pulang karena ingin menetralisir hal itu. Tapi Daniah datang membantuku dan aku sudah menolaknya tapi dia memaksa akan membantuku dan dia malah membawaku ke tempat kost-nya aku pun menolak sayang untuk turun tapi lagi-lagi dia memaksaku dan mengatakan semua akan baik - baik saja. Tapi, apa yang terjadi dia malah membuka pakaiannya di depanku sengaja menggugah gairahku namun aku menahannya Flo sungguh. Setelah itu aku tidak ingat apapun, sungguh sayang .... " tangis Atha sambil menceritakan kronologisnya. Flo nampak diam dan terhenyak.


" Aku rasa cukup perbincangan kita malam ini mas. Kabari saja aku jika mas akan menikah. Aku akan datang dan menyaksikan langsung bagaimana suamiku menghalalkan dia. Assalamualaikum," ucap Flo dan menutup ponselnya tanpa mendengar jawaban Atha. Atha jadi menangis lagi karena dia yakin istrinya itu marah. Dia sudah pernah mengingatkan akan keburukan Daniah dan pernah meminta Atha tidak menemui daniah seorang diri.


" Waalaikumsalam sayang ... Maaf," lirihnya sambil menatap ponselnya.


Ummi , Zea dan Abi melihat Atha demikian jadi tidak tega. Mereka beristighfar Bersama. Daniah memang sudah kelewat batas mencintai Atha. Dia sudah keterlaluan melibatkan dirinya dalam ikatan pernikahan Atha. Izdi nampak menyesal menerima Daniah di pesantren ini dulu.

__ADS_1


Maaf nak! Mungkin ini adalah kesalahan Abi.


Likeeeeee.


__ADS_2