
Pesantren yang sudah lama tenang dan tenteram kali ini terlihat mencekam karena kedatangan seorang perempuan dengan membawa seorang anak seorang diri. Dia nampak nyata bahkan menabuhkan genderang kembali setelah sekian lama menorehkan luka. Kini muncul fakta baru lagi yang tidak mengenakkan.
" Tidakkah kamu merasa bersalah karena mengabaikanku bertahun- tahun lamanya? Bukan hanya aku tapi anak perempuan kecil ini," ujarnya membuat Atha bingung dan tidak paham akan maksudnya.
" Jangan berbelit - belit yang membuatku kian tidak paham akan maksudmu Daniah! Kita sudah lama tak berkomunikasi dan kamu datang mengatakan hal yang tidak ku mengerti," jawab Atha dengan nada datar. Tapi tidak dengan raut pandang Flo dia paham akan yang di maksud dengan ucapan Daniah ke mana alurnya. Tanpa rasa sungkan meskipun di hadapan beberapa santri flo mencoba menenangkan suasana tidak elok jika mereka menjadi tontonan para santri.
" Kita masuk! Kita bicarakan semuanya di dalam," ajak Flo menarik tangan suaminya masuk. Atha mengangguk paham dan kemudian mengekori istrinya.
Daniah pun ikut melenggang masuk dan membawa si cantik Haseena. Putri semata wayangnya. Gadis cantik yang saat ini menjadi harapan kebahagiaannya. Parasnya yang sangat ayu membuat Daniah bangga. Sesampainya di ruang tamu.
" Apakah kamu hendak mengatakan bahwa dia putra suamiku? Benar begitu?" sargah Flo dengan tatapan menusuk relung jiwa. Daniah tersenyum miring.
" Rupanya istrimu lebih peka akan hal ini Tha. Dia tahu apa maksudku kemari untuk apa! Kamu benar Flo Seena adalah putri suamimu. Bukankah tidak adil jika dia tidak tinggal di sini!" serunya membuat Atha akan marah namun di tepis oleh Flo.
" Berikan ruang padanya untuk berbicara dulu bi! Abi duduklah dengan tenang," cegah Flo. Daniah nampak tersenyum.
" Tupanya sejauh ini Flo membuatmu patuh padanya. Tidak ku sangka orang yang membuatmu tunduk dan menurut adalah dia. Kita bahkan sudah lama berhubungan bahkan sangat dekat. Namun kamu mengabaikan kehadiranku begitu saja Tha. Bukankah itu aneh," ujar Daniah dengan menatap sahabat lamanya itu.
" Karena aku sudah mencintai dia semenjak aku masih remaja. Semua itu tidak perlu aku umbar pada siapapun termasuk kamu," jawabnya tenang setenang sungai gangga.
" Ck. Tidakkah kamu sedang membuatku cemburu saat ini Tha! Aku begitu terpedaya oleh sikapmu itu. Bukankah begitu? Lihatlah aku hanya demi kamu, It's just for you aku menghadirkan anak ini agar kamu bisa melirikku Tha," jawabnya lirih. Flo hanya mencerna pembicaraan ini dengan baik. Dia tak menimpali apapun. Dia memang memberikan waktu pada Daniah untuk meluapkan segalanya.
" Jangan bodoh Daniah! Apa hubungan anak ini denganku! Aku tidak pernah membuatmu tidur denganku sebelumnya," marah Atha saat ini.
" Sssttt ... Jangan keras - keras dong Tha! Nanti santrimu mendengarnya," ujar Daniah sambil terkekeh nampak seperti orang gila. Flo masih saja setia menatap tanpa komentar sepatah kata pun.
" Katakan saja semuanya dengan jelas Daniah! Jangan berbelit - belit," cecar Atha yang nampak gusar. Dia tidak ingin lagi ada kesalahpahaman di antara Flo dan dirinya.
" Sabar dong Atha sayang! Tidak perlu buru-buru," Daniah menoleh pada Seena yang nampak bingung. " Seena .... sayang bermainlah di luar ya! Mama mau bicara dengan paman tampan ini," ujar Daniah.
" Ma ... Tapi janji setelah ini ketemu papa ya! Jangan jauhkan seena dari papa terus," jawabnya polos.
" Baik nak," jawabnya dengan senyum. Seena pun keluar dari sana.
__ADS_1
Daniah kini menatap Atha dengan senyum di wajahnya dengan serius. Atha pun menyambutnya dengan tatapan serius pula.
" Katakan dia putri siapa!" seru Atha dengan menatap Daniah.
" Dia putriku ... Tapi saat proses pembuatannya hatiku masih saja terpaut denganmu! Bolehkah jika aku membuangnya saja supaya bisa aku membuka lembaran baru!" seru Daniah membuat Flo kali ini membuka suara.
" Daniah ... ! Anak adalah titipan dari Allah untukmu. Kamu mau membuang gadis yang tidak bersalah itu hanya karena cinta egoismu itu! Gila kamu daniah," jawab Flo dengan sedikit marah.
" Aku ingin hidup dengan tenang tanpa bayang - bayang suamimu Flo! Biarkan aku hidup bahagia. Dia memang putriku! Tapi wajahnya mengingatku pada suamimu," lirihnya kemudian sambil menatap Flo. Flo tidak percaya Daniah bisa memikirkan hal tidak masuk akal itu.
" Jangan bodoh Daniah ... Dia memiliki ayah dan mas Atha bukanlah ayahnya!" seru Flo.
" Jangan katakan bahwa dia putri Dannis Daniah!?" seru Atha kemudian membuat dua wanita itu menoleh. Daniah tersenyum miris.
" Nah, itu kamu tahu tha ... Tapi bukankah dia jahat! Dia pergi setelahnya dia bahkan tidak kembali karena marah padaku. Jadi, please ambillah anak itu bersama kalian aku ingin memperbaiki hidupku. Ku mohon ... " Daniah terduduk. Mereka berdua menatap tak percaya pada Daniah.
" Apakah kamu mencintai Dannis?" tanya Flo. Daniah menoleh pada flo.
" Jika kamu mencintai dia kenapa memberikan anak ini pada kami? Ini anak kalian!" seru Flo sekaligus menjawab ucapan Daniah.
" Pertanyaan bagus .... Pertama saat aku melakukannya bersama Dannis aku masih mencintai suamimu bahkan dengan bodohnya aku menyebut nama Atha pada malam itu. Tahulah kalian bagaimana nasibku setelahnya? Dannis bahkan langsung meninggalkanku keesokan harinya. Dia memutus semua kontaknya bersamaku. Saat aku melihat putriku itu aku merasa sangat bersalah pada Dannis. Karena sejatinya anak itu lahir karena keegoisanku ingin bersama Atha," Daniah terduduk. Kali ini sambil terisak.
" Daniah .... " lirih Atha kemudian.
" Please ... Terimalah dia di antara kalian. Biarkan aku yang menanggung semua kesalahanku jangan biarkan dia ikut menanggung semua keburukanku. Aku tidak bisa membawanya kembali sebelum Dannis memaafkanku. Aku mohon maafkan aku .... " tangisnya kali ini sambil terduduk dan mengikis jarak dirinya di antara dua kaki yang berbalut pakaian tertutup.
Di luar ...
" Hai cantik ... Dimana mamamu nak? Kenapa sendiri saja," sapa seseorang.
" Mama di dalam om ... Sedang berusaha mempertemukan aku dengan papa," jawabnya kemudian.
" Baiklah ... Lebih hati-hati ya jika bermain. Om masuk dulu cantik," jawabnya.
__ADS_1
" Oke om tampan," senyumnya dengan sangat cantik.
Di ruang tamu ...
"Apakah begini caramu membuang putriku??? Tidakkah kamu berupaya untuk menemuiku dulu untuk memberikan sebuah pendapat????!" suara bariton itu menggema di ruang tamu. Seketika semua orang menoleh dan mendapati Dannis yang berdiri di ambang pintu masuk.
" Dannis .... " semua orang memanggilnya secara lirih.
" Setidaknya akulah ayah biologisnya. Jadi, aku lebih berhak daripada kekasih bayanganmu itu Daniah! Jika kamu menyesal harusnya kamu datang padaku bukan memberikan putriku padanya!" marah Dannis saat ini.
" Bagaimana aku menghubungimu jika nomorku saja sudah kamu blokir. Aku bukan orang hebat yang bisa menemukanmu kapan saja," jawabnya lirih dengan isak tangis. Atha dan Flo menghela nafas bahagia. Mereka yakin jika selama ini Dannis masih memantau istrinya itu. Jika tidak mana mungkin dia ada di sini saat ini.
" Maaf ... Maafkan aku mas ... " Daniah mengucapkannya dengan samar. Namun Dannis masih bisa mendengarnya dengan samar. Dia pun sontak mendekat membuat pasangan flo dan Atha terharu melihat kemesraan yang Dannis lakukan.
" Maafkan aku sayang ... Aku yang salah karena meninggalkanmu. Aku hanya ingin membuatmu sadar bahwa aku juga penting dalam kehidupanmu bukan Atha," ujarnya sambil mengecup dahi, pipi, serta wajah istrinya. Namun Daniah.
" Mas ... " lirihnya. Dannis mengangguk sambil menangis pula. Sudah terlalu lama dia meninggalkan istrinya itu.
" I Love You Daniah .... " Ucapnya membuat Daniah meneteskan air matanya tanpa henti. Daniah menghambur ke dalam pelukan Dannis lagi.
"Aku juga mencintaimu Mas Dannis," jawabnya.
Sedang Atha menatap tak percaya pada keduanya. Bagaimana tidak mereka seperti melihat drama percintaan sesungguhnya dalam dunia nyata. Sungguh perasaan cinta itu bisa membuat orang lain berasa hanya menumpang pada dunia yang sedang mereka lakoni. Atha menatap Flo dengan mimik wajah bahagia namun terharu.
" Umma .... " lirih Atha.
" Takdir Allah bukankah sangat luar biasa bi? Lihatlah mereka yang dari hal tidak baik saat ini menjadi baik. Mereka saling membutuhkan karena kekosongan. Siapa sangka cinta itu ada," jawab Flo. Atha mengangguk dan memeluk Flo dengan mesra dan mencium kening istrinya.
" Love you Umma ... Bidadari surganya Abi," ujar Hafla sambil tersenyum.
" Love youuu Abiii sayang ... " jawabnya pula sambil mengecup pipi Atha dengan manja. Berasa seperti kembali ABG saat melihat Daniah dan Dannis bersatu.
Horeeeeee ... Sampun ya sayangku semua. Episode ini just for youuuuu. Thank you sayangkuyyyy.
__ADS_1