Cinta Klasik Pemuda Desa

Cinta Klasik Pemuda Desa
Suasana Rumah baru


__ADS_3


Seusai acara party sederhana di Cafe kini keluarga Atha menuju kediaman barunya. Rumah yang lumayan besar untuk di huni 2 orang. Semua orang sudah istirahat di tempat yang Atha siapkan. Atha sendiri segera ke lantai 2 untuk mengajak Flo yang sudah terlihat lelah sekali.


" Mas ... Flo ke kamar mandi dulu ya!" pamitnya. Atha mengangguk dan merebahkan tubuhnya si atas ranjang.


" Oke sayang!" jawabnya


Saat Flo masuk kamar mandi manik matanya memindai kamar mandi mewah baginya. Dia merasa di manjakan oleh anak muda yang berbakat dan sukses membuatnya kian bangga dan tidak menyesal telah memilihnya.


" Makasih Tha ... Kamu lebih dari cukup. Kamu membuatku seperti ratu di setiap saat," lirihnya


Flo segera menyelesaikan bersih-bersihnya. Dia juga terbelalak saat Atha sudah menyiapkan almari kecil di kamar mandi dan ada persediaan baju haram di sana.


" Sayang! Gunakanlah baju tidur di dalam sana. Cepatlah aku ingin membersihkan diri!" seru Atha dari kamar. Flo hanya meneguk salivanya saat Atha mengatakannya. Bagaimana tidak ini adalah baju yang sangat terbuka. Tapi Flo tak berlama-lama dia menggunakannya dengan cepat dan segera membuka pintu kamar mandi.


Tag.


Mata Atha membulat sempurna saat melihat Flo dengan baju haram itu. Dia benar-benar mengagumi istrinya itu. Flo menatap tak enak pada suaminya itu.


" Mas ... Ini terlalu terbuka!" seru Flo pada Atha.


" Maafkan Zea ya! Dia itu memang sedikit kurang ajar," ucap Atha sambil menggaruk-garuk kepala.


" Iya mas," jawab Flo kemudian naik ke atas ranjang.


Atha yang sudah berlalu ke kamar mandi memegangi dadanya itu. Rasanya berdetak dengan kencang. Dia memandang kaca di kamar mandi.


" Zea kau benar-benar menyempurnakan hubungan kami dari awal kami menikah. Ku suruh kamu beli baju tidur malah kau suguhkan baju haram. Dasar adik laknat," omel Atha dengan membasuh muka. Dia bisa khilaf jika Flo selalu menggunakan baju itu tiap malam.


Bisa - bisa anak orang itu segera hamil di tangannya jika selalu menggunakan itu. Meskipuj dia laki-laki muda tapi jiwanya normal akan hal itu.


" Zea .... Kau ini!!!!" kesal Atha.


Di ruang santai rumah Atha.


__ADS_1


Nampak Zea duduk di sana saat semua orang sedang berisitirahat. Dhana yang sedang menuju ke ruang dapur tak sengaja melihat Zea yang membaca sebuah buku. Dia pun menghampiri adik Atha itu.


" Masih belajar saja???" tanya Dhana pada Zea. Gadis itu mengangguk sambil tersenyum.


" Pak Dhana belum tidur?" tanyanya sambil menaruh bukunya. Dhana menggeleng dan mendudukkan dirinya di sofa tak jauh dari sofa di mana Zea duduk.


" Di tanya kok balik nanya Zea," jawab Pak Dhana terkekeh. Zea juga tersenyum.


" Mau mempercepat perkuliahan pak. Biar cepet selesai lebih awal," jawab Zea jujur.


" Mau kemana? Kok buru-buru," tanya Pak Dhana sambil menatap ponselnya.


" Ya ... Biar bisa segera nikah lah pak sambil kerja," jawabnya jujur lagi. Dhana jadi tertawa kecil.


" Zea ... Zea kamu masih muda tidak usah terlalu buru-buru," jawabnya mengatakan dengan nada tak percaya.


" Tapi perempuan itu akan melahirkan pak! Lihat saja Atha dia juga masih muda malah duluan dia nikahnya kan pak. Jadi, aku pengen nikah juga. Tapi zea gak mau kayak Atha nikah sambil kuliah mumet yang ada Zea pak," jawabnya dengan terkekeh.


" Memangnya sudah ada calonnya? Kok udah yang yakin gitu," jawab Dhana menggelengkan kepala tak percaya.


" Abi ... !" seru Zea pada abinya nampak protes.


" Kenapa kamu gak mau dia jadi suamimu? Lihatlah Spek-nya udah bagus Zea. Tampan, seorang Dosen, dewasa, sabar, sudah bekerja, sholeh insyaallah. Masih kurang spek-nya dia?" puji Abi zea pada pemuda yang berada agak jauh darinya.


" Bapak bisa aja ... Saya hanya orang biasa pak. Sedangkan Zea dan keluarga bapak orang terpandang. Mana berani saya masuk di dalam keluarga bapak. Tidak pantas pak," jawab Arif merendah karena keluarga Atha berasal dari salah satu pesantren ternama di kota C.


" Arif ... Arif ... Jangan merendah. Kamu sangat berjasa untuk putra kami. Kami tidak akan melupakannya. Semoga kalian berjodoh! Ayo lekas tidur jangan berdua saja nanti yang ketiga .... Ayo istrirahat!" serunya dengan mengajak mereka berdiri bersama untuk meninggalkan ruangan itu.


Sekilas Zea menatap Pak Dhana yang berjalan di sampingnya sama-sama mengikuti Abi dari belakang. Dhana hanya menatap tanpa tersenyum. Zea juga melipat tangannya tanda minta maaf. Dhana mengangguk mengiyakan.


Ketika Zea berada di kamar ...


Marah kali ya pak Dhana di minta nikah sama aku? Pasti dia udah punya pacar. Zea jangan terlalu berharap ntar jatuhnya skait loh! Udah deh serius ke kampus aja biar targetnya tercapai.


Di Kamar Dhana ...


Kau harus Fokus dulu Zea. Jangan terlalu buru-buru memikirkan sebuah pernikahan. Aku tidak ingin kamu gagal dalam akademikmu. Jodoh urusan Allah Zea. Aku juga tertarik padamu tapi tidak untuk saat ini. Aku hanya ingin kamu fokus pada kuliah bukan pada perasaan semata.

__ADS_1


...----------------...


Pagi ini nampak Flo di dapur untuk menyiapkan sarapan pagi di bantu oleh Zahra. Menantu tertua keluarga Al Qassam. Sesekali Zahra melirik Flo yang sedang memotong bahan masakan.



" Pasti sangat bahagia sekali mendapatkan suami se-sayang Atha???" tanyanya dengan tersenyum. Flo pun menyunggingkan senyumnya itu.


" Iya mbak ... Dia suami yang baik dan bertanggung jawab," jawabnya tanpa memberi embel-embel.


" Apakah kalian baru saja saling mengenal?" tanya Zahra sambil memotong Wortel yang akan di gunakan sop buntut.


" Jika kenal sudah sangat lama semenjak aku masih Smp kelas 3 mbak. Kalau itu mungkin Atha kelas 6 apa kelas 1 SmP saya kurang paham. Kala itu aku tidak begitu memperhatikannya mbak," jawab Flo menjawab pertanyaan sesuai porsinya saja.


" Benarkah? Tidak mencintainya dari dulu?" tanyanya lagi. Flo menggeleng sambil tersenyum pada Zahra.


" Mbak sendiri dengan mas Adzkan bagaimana?" tanya Flo dengan ramah.


" Kami di jodohkan dek ... Mas adzkan selalu sungkan saja mungkin karena tidak dekat. Tapi kami berusaha saling memahami setelah menikah beberapa waktu lalu," jawabnya sambil tersenyum.


" Iya mbak ... Sambil berjalan saja," jawabnya dengan tersenyum dan memasukkan bumbu ke dalam panci kuah itu.


Dari arah depan Atha dan Adzkan baru datang dari jogging bersama. Keringat di wajah Atha membuat Flo terpesona.


Tampannya mas Atha. Batinnya.


Adzkan nampak tersenyum pada istrinya dan mendekatinya serta memeluknya. Namun beda dengan pasangan Atha itu. Gadis itu nampak speechless saja dan Atha pun terpaksa mengecupnya singkat.


Cup.


" Masakannya sayang entar gosong!! Mas mandi dulu ... " setelah adegan live itu Atha langsung berlari menaiki tangga. Flo rasanya malu seperti kepiting rebus sudah pipinya itu.


" Cie ... Adik gue romantis gitu ya Flo??" goda Adzkan. Flo hanya nyengir saja. Zahra pun yang di sana nampak melongo melihat itu semua.


..


Likeeeeee wiaasss yaaaa muaaaccciiwww banyak.

__ADS_1


__ADS_2