Cinta Klasik Pemuda Desa

Cinta Klasik Pemuda Desa
First Date


__ADS_3

" Istirahatlah sayang! Supaya besok lebih baik," ucap Atha. Flo mengedipkan matanya. Kepalanya yang terasa berat itu dia istirahatkan.


Atha menatap istrinya yang sudah tertidur. Saat dia menatap wajah teduh sang istri tiba-tiba rangga masuk dan Atha memberikan ruang pada Papinya.


" Silahkan pi!" serunya. Rangga mengangguk.


" Apalagi Flo yang kamu pikirkan. Bukankah papi sudah melarang kamu memikirkan sesuatu terlalu berlebihan? Bukankah papi sudah mengatakan jangan mencemaskan sesuatu yang berlebihan sayang. Lihatlah kamu jadi seperti ini," ucap sang papi membuat Atha menatap sang mertua.


" Pi ... Maaf! Sebenarnya Flo kenapa?" tanya Atha tanpa mengurangi rasa hormat. Rangga pun mengajak Atha keluar dari kamarnya. Mereka menuju teras rumah.


Sesampainya di teras dalam keadaan yang santai dan anak-anak santri sudah masuk ke kamarnya masing-masing.


" Tha ... Flo itu gadis pemikir dan terlalu mencemaskan sesuatu. Dia mengalami Tension-type headache (TTH) efek dari Stres itu pun terjadi karena beberapa hal bisa jadi cemas yang berlebih, memikirkan sesuatu,lelah, kekurangan zat besi sampai dengan karena lapar. Itu sudah dia alami semenjak kecil. Dia sudah papi nasehati agar tak begitu memikirkan sesuatu yang tidak perlu. Mungkin dia terlalu banyak berfikir tentang pernikahan, kenapa papi tidak menjadi walinya dan mungkin juga ada hal lain," jawab Papi rangga.


" Baik pi ... Atha akan lebih memperhatikan hal itu supaya Flo tidak sakit. Setidaknya Atha akan membuatnya tak terlalu sering mengalami ini. Atha akan membantu meminimalisirnya," jawab Atha meyakinkan.


" Makasih ya mantu. Kamu memang bisa di andalkan," jawab sang papi sambil menepuk pundak Atha.


Saat mereka sedang asik mengobrol di teras tiba-tiba adzkan dan Zahra keluar dari dalam Ndalem. Atha menatap mereka yang nampak saling merangkul. Adzkan jadi melepaskan rangkulannya.


" Eh ... Manten baru! Mau kemana malam-malam?" tanya Rangga sambil tersenyum.


" Mau jalan-jalan dekat sini saja paman," Jawab Adzkan dengan senyum. " Paman sendiri sedang apa?" lanjutnya.


" Ini lagi ngobrol sama mantu paman. Dia tadi terlihat panik saat istrinya Demam. Maklum baru pertama bersama," jawab Rangga sambil tersenyum dan membuat Zahra menatap ke arah Atha.


" Oh .. Jadi dia Flo atau si kembar paman?" tanya adzkan bersemangat.


" Dia Flo Azdkan ... " jawab paman.


" Curang Tha ... Kau benar-benar menikahinya sekarang!" goda adzkan. Atha hanya tersenyum pada kakaknya. Namun Zahra nampak menatap wajah Atha pemuda yang selama ini selalu dia anggap sebagai teman. Tapi saat ini dia nampak lebih dewasa semenjak pergi dari kawasan pesantren.


" Dia siapa mas?" tanya Zahra pada suaminya.

__ADS_1


" Hanya Atha yang tahu Posisi Flo dalam hatinya," jawab adzkan kemudian menggandeng istrinya pergi dari sana. " Permisi!" pamit Adzkan. Mereka berdua mengangguk.


" Permisi pi! Kita harus istirahat .... Papi juga besok juga masih harus kembali," ucapnya. Rangga mengangguk karena ini sudah jam 10.00 malam.


Atha berjalan menuju kamarnya. Dia yang akan melelapkan dirinya tiba-tiba menatap ponsel Flo yang tergeletak begitu saja di meja. Atha berniat untuk menyimpannya. Karena tidak biasanya Flo menaruh ponselnya di sembarang tempat. Saat Atha mencoba untuk mengecasnya di pikir lowbat ternyata baterei penuh. Muncul perasaan tak enak dalam hati Atha setelah kejadian tadi sebelum sholat. Atha pun menghidupkan ponsel istrinya itu. Dia tahu bahwa Flo bukan tipe orang memprivasi ponselnya.


Saat Atha membuka ponselnya dia terkejut saat melihat 50 panggilan tak terjawab dari Dannis dan pesan masuk darinya pula. Nampak angel juga mengirimkan pesan. Atha segera kembali menaruhnya. Ini bukan wilayahnya. Ponsel ini milik Flo maka Flo yang harus menjelaskan. Dia pun kembali mematikan ponsel itu. Dia biarkan ponsel itu di tempat semula. Biarlah Flo yang menjelaskan nantinya.


Keesokan harinya ...


" Sudah lebih baik sayang?" Tanya Atha sambil mengecek suhu tubuhnya.


" Sudah mas ... " jawab Flo.


" Maukah First Date bersamaku di sebuah lahan bebas??? Aku yakin kamu akan menyukainya," ucap Atha.


" Benarkah? Jangan di cafe ya mas di kota selalu ada kalau semacam itu," jawab flo dengan semangat.


Setelah mengantarkan sang Papi dan Mami pulang ke kota. Atha dan Flo pun berpamitan pada Ummi dan abi untuk pergi beberapa waktu untuk berdua saja. Tetapi tiba-tiba Zahra menyela mengatakan hal yang membuat adzkan tersenyum getir.


" Bi, Mi Atha mau mengajak Zilva jalan-jalan sebentar. Supaya tahu daerah sini," ucap Atha tak berbelit-belit.


" Tidakkah kami di ajak!? Akan lebih seru bersama pasangan," ucap Zahra. Entah kenapa Atha merasa Zahra kali ini berbeda dengan sikapnya.


" Jangan mengganggu mereka yang ... Pasti mereka juga butuj waktu berdua saja," jawab adzkan membuat Atha merasa lega. Sebab jika mereka bersama khawatir akan membuat flo tidak nyaman.


" Kami permisi dulu! Assalamulaikum ... " pamit Atha.


" Waalaikumslaam ..." jawabnya dengan ramah. Zahra nampak terlihat tidak suka melihat Atha pergi berdua dengan istrinya. Entah apa yang ada dalam pikirannya. Menyesal, cemburu, atau pikiran lainnya.


Atha pun melajukan mobilnya menuju persawahan entah daerah mana itu. Senyum di wajah Flo mengembang dan Atha pun menikmati pemandangan itu. Sepintas pikirannya tertuju pada zahra.


Ada apa dengan sikapnya itu? Seharusnya dia tak meminta ikut bersama kami. Apakah hanya perasaanku saja karena aku terlalu berharap atau memang ada yang aneh? Batinnya. Atha yang sudah mulai memarkirkan mobilnya membuat Flo memegang tangan Atha dengan tak sengaja.

__ADS_1


" Tha ... Itu bagus sekali. Pemandangannya masih alami!" seru Flo seperti anak kecil. Atha senang Flo mau menyentuhnya seperti ini. Sebab dari kemarin hanya Atha yang berusaha sendiri mendekatkan.


" Ayo kita turun!" ajak Atha.



" Gus ... Semuanya sudah di siapkan. Monggo katuran!" seru ibu-ibu paruh baya menyapa Atha ( Katuran \= silahkan)


" Makasih budhe," jawabnya kemudian menggandeng istrinya menuju pondok bambu yang di siapkan.


Atha berjalan menyusuri jalanan sempit di area persawahan. Atha sesekali menatap istrinya yang mengembangkan senyum. Tangan lembut Flo menggenggam tangan Atha dengan erat.


Saat mereka sampai di tempat yang di tuju ...


" Mas ... Ini?" tanya Flo menatao suaminya.


" Kita sarapan di sini!" seru Atha sambil tersenyum. Entah angin darimana Flo tiba-tiba memeluk suaminya dengan spontanitas. Saking bahagianya sudah di ajak first Date di tempat yang berbeda.


" Makasih mas ... " peluknya dan mengecup pipi Atha singkat. Pemuda tampan itu nampak melongo dengan perlakuan Flo.


Degh.


Dia menciumku lebih dulu! Ini beneran Flo kan ya.


Jika perempuan biasanya malu tapi ini Flo malah bertindak kekanakan sebab terlampau bahagia. Senyum itu masih terlihat.


" Mas ... Sini dong!!!! Kok diem di situ sih," ajak Flo yang seakan-akan tak menyadari apa yang membuat suaminya mematung. Atha menggaruk tengkuknya yang tak gatal sambil tersenyum bahagia namun hampir tak terlihat.


" Iya ... " jawab Atha yang malah salting.


Likeeee dong ??? Ya ... Yaa...


Voteee yaaaa sayang makasihhhhh.

__ADS_1


__ADS_2