
Saat mobil marcedes EQE keluaran terbaru melintas di kawasan pesantren milik keluarga Atha semua mata memandang baik santri maupun keluarga besar izdi yang ada di sana dan keluarga mempelai wanita.
" Kak ... Kapan kau membeli mobil ini?" Tanya Zea penasaran. Atha menanggapinya dengan deheman.
" Ehmmmm ... "
" Jangan berdehem! Apa karena kakak ipar kamu membelinya?" goda Zea. Flo hanya tersenyum mendengar pernyataan Zea.
" Inden satu bulan lalu. Baru kemarin aku ambil," jawabnya datar. Zea jadi berbinar-binar.
" Weh .... Punya kakak kaya dong aku kakak ipar. Lihatlah! Bukankah seperti di sengaja saat dia menikahimu tiba-tiba saja memiliki mobil mewah," goda Zea pada Flo.
" Begitu ya Zea? Memangnya kakak Zea bisa seromantis dan sedemikian rupa?" tanya Flo pada Zea.
" Sedemikian rupa bagaimana sayang? Jangan ikut-ikut Zea. Dia memang calon dokter tapi otaknya geser ke sebelah," ledek Atha. Zea seketika melotot.
" Sembarangan! kamu aja kembaranku genius. Apa kabar aku kak ... Hallo," jawabnya membuat Atha tersenyum. Flo kali ini hanya menggelengkan kepalanya.
Mereka turun dari mobil dengam menimbulkan banyak pertanyaan. Siapa yang berada di dalam mobil. Sedangkan Atha masih memakai pecinya. Atha menatap istrinya yang masih terlihat tidak nyaman.
" Tetaplah di sampingku," ucap Atha sambil melepaskan sabuk pengaman istrinya. Flo mengangguk sambil menampilkan senyuman yang membuat Atha ikut tersenyum.
Zea yang sudah keluar duluan mendapatkan banyak pertanyaan dari Abi dan Umi serta kakaknya Adzkan.
" Bersama Siapa? Dimana kakakmu Atha?"
Nah, loh Abi umi gak tahu kalau Atha beli mobil baru. Masyaallah anak Umi satu itu memang sopan sekali. Batin Zea bahagia karena Atha yang sudah pindah ke kota jadi semakin ajib aja rezekinya.
Belum Zea menjawab Atha keluar dari mobilnya kemudian menghampiri pintu sebelah untuk membukakan pintu untuk istrinya. Atha menggandeng gadis cantik berhijab oren itu. Rangga dan Izdi tak berkedip dan saling lempar pandang.
" Baru menikah 2 hari bisa ya iz beli mobil baru dan merubah putriku kayak bidadari gitu?" bisik Rangga pada sahabatnya.
" Harusnya aku yang bertanya padamu? Apa mobil itu kamu yang belikan," tanya izdi balik.
" Sumpah enggak iz," jawabnya saling berbisik.
Atha dan Flo tersenyum pada mereka di sana dan menyalami satu persatu. Atha kini berhadapan dengan kakaknya Adzkan.
" Kenapa menggandeng seorang perempuan bukan muhrim Fin?" tanya Adzkan pada adiknya. Flo di buat mendongak kala mendengar pertanyaan itu keluar dari Adzkan. Sebab Flo berada di sampingnya jadi mendengar pertanyaan itu.
" Tanyakan saja pada Abi! Kenapa dia memperbolehkanku menggandengnya," Jawab Atha Flat. Adzkan pun mengangguk mengiyakan.
...----------------...
" Sini manten baru di dekat Umi!" seru Umi wardah membuat semua keluarga menatap tak percaya. Wardah pun tak ingin menantunya mendapatkan pandangan buruk dari orang-orang di sana karena Atha sudah terang-terangan menggandengnya.
__ADS_1
" Anak-anakku santri pesantren dan saudara-saudara kami. Mohon maaf mungkin terkesan mendadak dan kok bisa. Tapi maafkan kami selaku Abi dan Umi Gus Zafindra Athaya tidak merayakan pernikahan mereka. Kenapa? Karena mereka masih fokus pada masa-masa kuliah dan kesibukan pekerjaan. Mereka berdua sama seperti Abi dan Uminya tidak begitu menyukai perayaan. Insyaallah nanti syukurannya di jadikan satu dengan pernikahan Gus Adzkan. Monggo di lanjutkan persiapan akad nikah ba'da maghrib," terang ummi yang kemudian mempersilahkan Atha dan Flo masuk ke kamar untuk beristirahat.
Rangga pun mendekati izdi. Dia membantu sesuatu yang di perlukan. Adzkan pun mendekati sang Abi.
" Bi ... Boleh Adzkan bicara sebentar," ajak Adzkan.
" Tentu nak. Ayo! Sebentar ya ngga ...," pamitnya pada Rangga.
Di halaman samping mushola Adzkan menanyakan perihal pernikahan adiknya.
" Bi ... Zafin benar-benar menikah?" tanyanya menatap sang Abi.
" Iya nak," jawab sang Abi.
" Apa yakin itu bukan sebuah pelarian?" tanya adzkan khawatir. Abi izdi hanya tersenyum.
" Setelah menikah Atha melarang Abi untuk ikut campur dalam rumah tangganya. Jadi, abi tak bisa menjawabnya. Doakan saja adikmu bahagia dan adzkan fokus saja pada Zahra," jawab Abi kemudian meninggalkan adzkan.
Di kamar masa kecil Atha ..
(Author kasih bonus desain kamar ya readers heheheh, siapa tahu ada yang suka dengam desain kamar yang di jadikan model)
Lanjutttt ....
" Ada apa dengan kamarmu mas? Bagus kok," jawab Flo.
" Mereka merubahnya sesuka hati," jawab Atha dengan menghela nafas.
" Bonus untukmu kali mas," ucap Flo terkekeh. Atha jadi menoleh ke arah Flo.
" Memangnya mau buka segel di sini?" tanya Atha membuat flo melotot tak percaya jika Atha membahas hal itu.
" Mas ... Kok jadi tanya itu?" wajah Flo udah kayak kepiting rebua plus di cabein merah banget wajah seputih susu itu. Atha yang melihat jadi terkekeh.
Saat mereka asik bercanda ala kadarnya itu. Tiba-tiba saja Dannis menelpon. Flo menatap suaminya.
" Mas ... Dannis telpon?" tanya Flo pada Atha.
" Angkatlah," jawab Atha. Flo pun mengangguk dan meloudspiker panggilan itu. Supaya tak terkesan di tutupi.
♡ Hai ... Sayang, gimana kabarnya?
♡ Belum bisa ijin keluar rumah ya?
__ADS_1
♡ Maaf Dan ... Aku sedang di luar kota.
♡ Kok gak bilang sayang?
♡ Mendadak Dan ..
♡ Baiklah, pergilah berIstirahat
♡ Oke Dan ..
Setelah sambungan seluler di matikan. Atha menatap istrinya.
" Eleh-eleh ... Yang lagi di sayang kekasih! Perhatiannya si ayang," goda Atha. Kini Flo menatap suaminya.
" Maaf ya Mas ... " Flo jadi tidak enak pada Atha.
" Tidak apa-apa sayang. Mas bercanda aja, sini duduk di sebelah mas!" seru Atha. Flo pun mendekat. Atha juga langsunh menariknya dalam pelukannya.
" Jangan sungkan sayang ... Asalkan istri mas tahu batasan biarkan saja Dannis mengatakan apapun sampai waktunya tiba dia tahu. Begitu pun aku, aku membutuhkanmu untuk menguatkan hari-hariku di sini," ucapnya. Flo yang sedari kemarin kepikiran akhirnya mulai membuka suara.
" Mas ... Maafkan Flo! Kemarin Dannis mencium puncak kepala Flo .... Maaf sekali tiba-tiba dia datang dan melakukannya. Tapi dia sama sekali tak menyentuh kulit Flo," ucapnya berusaha jujur. Atha menghentikan sejenak tangannya yang membelai rambut Flo.
" Bolehlah aku marah," jawab Atha. Hati Atha rasanya tidak terima dan bergemuruh saat tahu pucuk kepalanya di sentuh laki-laki lain meskipun tertutup dengan hijab.
" Itu hakmu mas. Flo memang kurang hati-hati," jawabnya lirih.
Atha kini menghadapkan diri pada istrinya. Dia pun kembali meraup wajah istrinya dia kembali menikmati manisnya madu si kulit kenyal area bibir istrinya. Atja kembali menikmatinya untuk yang ketiga kali. Dia harus benar-benar membuat Flo dan dirinya semakin dekat. Flo hanya mengikutinya dengan baik. Saat Atha hendak membuka baju Flo. Suara ketukaan pintu membuyarkan Fokus Atha.
Tok. Tok. Tok.
"Nak, bersiaplah sebentar lagi akadnya di mulai!" seru umi dari luar.
" Iya Ummi," jawabnya.
Atha memperhatikan kembali istrinya. Dia kembali mengancingkan satu kancing yang terlepas karena ulahnya.
" Maafkan aku ... Bersiaplah sayang. Kita sholat sama-sama di masjid. Pergilah bersama mama nasya dan yang lainnya," Ucap Atha kemudian mengecup kening Flo dan beranjak ke kamar mandi.
Dia kalau marah serem! Udah hampir nyerang aja. Huft. Batin Flo sambil mengelus dada.
Sedangkan di kamar mandi.
Syukurlah aku belum menidurinya. Makasih ummi sudah membuyarkan ketidakwarasanku. Aku tak boleh melakukannya dalam keadaan kesal. lirihnya sambil membasuh wajahnya.
Likeeeee dong ya guysssss.
__ADS_1
Happy reading to you sayangkuuh
Awas jangan lupa di vote loh ya. Maaciw hehehe