Cinta Klasik Pemuda Desa

Cinta Klasik Pemuda Desa
Detektif Arif


__ADS_3

Sesampainya Atha di ruangan kerjanya. Dia langsung membuka laptop. Badannya yang segar membuat Arif menatapnya. Kali ini lidah arif tak keluh untuk mempertanyakan sebuah kebenaran.


" Tha! Kamu bercanda kan saat mengatakan gadis itu adalah istrimu?" tanya Arif menatap sahabatnya.


" Aku serius Rif," jawab Atha sambil membuka File.


" Lalu Daniah?" tanya Arif sengaja menyebut namanya.


" Tentu saja tanggung jawabmu Rif. Bukankah aku sudah memberikan nomormu pada dia," jawabnya enteng.


" Tha ... " lirih arif sambil memeganh bulpoint.


" Sudahlah Daniah sudah besar. Dia harus paham jika aku tak mencintainya. Dia harus belajar bersama orang lain," jawab Atha seakan tahu apa yang akan di pertanyakan olehnya.


Dhana Arif Lukmana, M. Ling. Bukan marga namun Arif adalah Dosen termuda di salah satu universitas swasta dengan gelar magister Lingkungan di usia 23 tahun. Sedangkan Atha sendiri masih Kuliah teknik Informatika semester 2. Arif di gandeng Atha karena pengetahuan di bidang Lingkungan sangat mumpuni.


" Kau ini sok dewasa. Kau benar-benar membuatku merasa tak laku. Menikah di usia muda keputusanmu?" tanya Arif layaknya detektif saja. Atha terkekeh setelah mendengar pertanyaan arif.


" Ini adalah keusilan orang tua kami yang sengaja membuat kami menikah. Mereka bahkan kekanakan," ujar Atha. Tapi arif mengernyitkan alisnya.


" Tapi kau bahkan tak menolaknya," jawab Arif.


" Aku sudah mengenalnya sejak dia masih SMP kala itu. Ada yang berbeda pada pandangannya. Aku suka matanya," jawab Atha.


" Tapi kau tak mencintainya Tha," ucap Arif lagi.


" Kami akan menjalaninya dengan penuh tanggung jawab. Yang utama kami harus saling membuka hati cinta mah ikut aja rif," jawab Atha membuat arif setuju.


" Seharusnya Daniah kau beri kesempatan yang sama," lirih Arif pada Atha.


" Aku hanya menganggapnya adik. Dia terlalu manja rif. Jika denganmu dia lebih pantas hahahah. Kau suka tipikal yang manja-manja bukan," goda Atha padanya.


" Sialan kamu tha," kesal Arif.


" Sudahlah jangan menjadi detektif saat ini. Kita harus menyelesaikan proyek ini," arif mengangguk paham dan Fokus.

__ADS_1


Mereka kembali bekerja dan menyibukkan diri dengan lautan media kertas dan laptop. Fokus mereka benar-benar tak bisa di ganggu gugat. 3 jam berlalu membuat mereka harus beristirahat karena penat. Lelah susah melanda mata Atha dan Arif.


Tiba-tiba Flo masuk dengan membawa Roti bakar dengan saos kacang almond susu dan 2 cangkir coffe latte.


" Untuk kalian!" seru Flo.


" Makasih Flo," jawabnya sambil memijat pelipisnya.


" Sama-sama," jawab Flo. Arif pun tiba-tiba angkat bicara.


" Makasih ya istrinya Atha. Ini pasti membantu kami," ucapnya manis sekali.


" Sama-sama," jawabnya segera berlalu.


Flo yang sudah berlalu kini arif malah mengatakan yang membuat Atha menaikkan alisnya.


" Cantik loh Tha! Kau cuek amat sama istri," goda Arif.


" Siapa yang menyuruh memuji istriku hah??! Makan dan habiskan ... " jawab Atha sambil melirik temannya dengan tertawa bersamaa.


" Diamlah Rif!!!" kesalnya tapi tetap menikmati Roti bakar buatan istrinya.


Bahkan rasanya masih sama seperti dulu. Flo bahkan rasa dari Roti bakarmu berbeda dengan yang di luaran sana. Ada sesuatu yang beda. Memang bisa ya tiap tangan cita rasanya beda dengan adonan yang sama??? Bukankah itu aneh sekali. Batin Atha sambil menikmati hidangan.


Flo yang tak memiliki aktivitas sengaja melihat-lihat kamar utamanya. Dia senyum puas saat memasuki kamar itu bahkan sangat indah sekali.


" Wah ... Cantik sekali kamar utamanya?? Kenapa Atha tak tidur di sini saja. Dasar anak klasik," omelnya dengan rendah.



" Kamu menyukai kamar ini?" tanya Atha tiba-tiba datang. Flo menoleh sehingga membuat pandangannya bertemu dengan sang suami. Flo mengangguk.


" Baiklah mulai besok kita gunakan kamar ini sebagai kamar kita," jawab Atha.


" Tapi kamarmu?" tanya Flo.

__ADS_1


" Aku akan menggunkannya sesekali Flo," jawabnya dengan tersenyum.


" oh, iya kenapa kemari? Bagaimana dengan temanmu???" tanyanya dengan melongok keluar.


" Dia sudah pulang besok ada jam di kampus," Jawab Atha. Namun saat ingin menanyakan hal lain ponselnya berbunyi. Nama adzkan tertera di sana.


" Ada apa kak?" tanya Atha.


" Tha bisakah kau menghadiri acara pernikahan kami???? " tanya Adzkan merasa tak enak.


" Tentu aku akan datang bersama istriku. Sudah ya kak aku ingin istirahat," jawabnya dengan pelan.


" Baiklah met istirahat," jawabnya sambil merasa bahwa adiknya sudah longgar dengan hubungan adzkan dengan Zahra.


Atha yang tiba-tiba diam.


" Bolehkah aku memelukmu beberapa saat saja???" tanya Atha dengan tak enak.


" Tentu lakukan aaja Tha," jawabnya tanpa beban karena memang Atha suaminya.


Atha pun mulai memeluk istrinya dia curahkan semua sakitnya di dalam dada pada istrinya itu. Flo hanya mengelus punggungnya. Atha memeluk erat pinggang istrinya.


" Sakit ternyata saat mendengar dia menikah dengan kakak," lirih Atha.


" Hah?" tanya Flo.


" Lain kali saja Flo bercerita. Biarkan saja beberapa menit seperti ini," jawabnya.


Apakah dia sedang sakit hati? Apakah kekasihnya akan menikah dengan orang lain. Ini anak kenapa? Kenapa selalu jadi bunglon. Batinnya membagongkan dirinya sendiri.


Likeeeeeeeee


Voteeeeeee


Komeeeenniinnn yaaaa! Maaciw.

__ADS_1


__ADS_2