Cinta Klasik Pemuda Desa

Cinta Klasik Pemuda Desa
memanjakan Flo


__ADS_3


Pagi ini adalah hari Free setelah ujian kampus beberapa waktu lalu ( ujian skip ya hehe). Atha kembali memanjakan istrinya dengan membawanya perawatan. Atha tak pernah membatasi Flo dalam hal apapun kecuali melepas hijab kembali. Hijab haruslah tetap melekat pada istrinya. Atha yang sedang menemani Flo perawatan asik dengan ponselnya karena dia harus bekerja meskipun jauh dari arif. Karena uang tidak akan mengalir begitu saja dengan dia malas-malasan.


" Tha ... !" sapa seseorang di sampingnya.


" Daniah .... " jawabnya dengan melihat Daniah.


" Maafkan aku yang khilaf beberapa waktu lalu," ucapnya dengan raut wajah yang melas. Atha mengangguk.


" Jangan memberikan informasi tentang dirimu pada orang lain yang bukan mahram itu sangat tidak etis bahkan menyalahi aturan dalam agama kita. Bukankah kamu sudah lama nyantri," nasihat Atha.


" Baiklah ... Asalkan kamu tetap mau menjadi sahabatku. Please aku tidak bisa berjauhan begini Tha," jawab Daniah dengan agak manja-manja.


" Terserah kamu saja! Tapi jaga batasanmu ... Aku adalah suami orang dan kamu pun bukan saudaraku jadi bersikaplah wajar," ucap Atha tegas.


" Ya ... Sudah okee... Okeee," jawabnya.


Beberapa menit kemudian Flo keluar dengan wajah yang segar. Kulit putihnya sudah mengkilap dan menggunakan Cat kuku. Namun komentar pedas dari Daniah yang berada di samping suaminya itu membuat hati Flo mencelos.


" Mana ada menantu Kyai modelnya kayak gitu Tha! Lihatlah istrimu me-menicure kuku-kukunya dan cara berpakaiannya tidak menunjukkan menantu yang baik," cibirnya untuk mempengaruhi Atha. Namun tak di sangka ucapan itu malah di komentari oleh Atha.


" Aku yang menyuruhnya. Aku bebaskan dia dengan segala kebebasan namun tahu batasan," jawab Atha.


Tanpa menghiraukan Daniah Atha menggandeng tangan istrinya dengan sangat mesra. Namun Daniah kini tengah kesal di buatnya.


" Terima kasih Tha! Tawaran pertemanannya. Baik deh," serunya membuat Atha menggeleng dan meninggalkannya.


Sesampainya di parkiran ...


" Mas dia???" tanya Flo.


" Panggilannya bukan mas. Abang ... Dek," jawabnya dengan lemah lembut.


" Ada apa bang dengannya??" tanyanya penuh curiga.


" Ingin kembali berteman," jawab Atha singkat sambil mengatret mobilnya.


" Lalu???" tanyanya masih tidak puas.


" Lalu apa dek? Gak ada ... Ya sudahlah terserah dia saja. Yang penting saat ini abang fokus pada kehamilan adek," jawabnya dengan entengnya.


" Gitu ya!" serunya nampak tak percaya. Atha menoleh ke arah istrinya.

__ADS_1


" Adek cemburu ya??" tanya Atha. Tanpa malunya flo mengangguk. Atha jadi tersenyum dan mengambil tangannya dan mengecup punggung tangan Flo. " Cemburu boleh tapi jangan berlebihan. Abang cintanya sama adek. Daniah memang seperti itu," ucapnya untuk membuat Flo yakin.


...----------------...


Sesampainya di Mall ...


" Loh kok kemari bang?" tanya Flo.


" Keluargaku mau kemari sayang. Mereka akan datang nanti sore! Gapapa ya kita belanja - belanja untuk menu makan malam," jawabnya sambil nyengir. Flo mengangguk sambil tersenyum.


" Baiklah bang," ucapnya ikut turun.



" Makan dulu ya bang. Flo lapar!" serunya.


" Oke," jawabnya sambil menggandeng flo untuk memasuki area restoran mall di sana.


Mereka kemudian memesan makanan untuk makan siang. Namun flo yang agak rewel hanya ingin memesan satu menu untuk berdua. Atha mengiyakan saja karena bumil segalanya.


Saat Atha sedang asik menyantap makanannya tiba-tiba saja Opah san Omahnya dari Ummi wardah menghampirinya.


" Tha ... Kok bisa di sini?" tanya beliau dengan memeluk cucunya.


" Tentu nak ... Kata Ummi-mu suruh sama Budhe Fatimah dan Pakde Azzam biar rame kumpul semua. Muat gak rumah Atha???" goda Opah yang membuat Omahnya tertawa.


" Opah ... Kok gitu sih sama cucu gak malu godain cucu ada cucu mantu nih," jawab Omah dengan terkekeh.


" Duduklah Opah kami pesankan makanan!" seru Atha mereka pun mengangguk. Bukan lapar tapi karena ingin bercengkeramah dengan cucu dan cucu menantunya.


" Bagaimana cucu mantu?? Apakah suamimu ini mengecewakan??" tanya pak yusuf sambil terkekeh.


" Gak opah ... Ini buktinya jadi," Jawab Flo membuat kedua oramg tua itu tertawa bahagia. Atha hanya menggelengkan kepala ketika Flo mampu mengimbangi kakek dan neneknya.


" Mantap berarti ya nak?" tanya omah kian menjadi-jadi.


" Harusnya sih gitu omah," tawa sang kakek kian menggelegar sehingga pengunjung lain menoleh.


" Opah! Udahlah jangan bikin harga diri Atha jatuh di hadapan istri. Bahaya dong!" seru Atha tak mau kalah.


Mereka mengobrol dengan santainya. Tak ada yang membuat keempatnya canggung satu sama lain. Atha menikmati sekali waktu ini. Istrinya mampu bergabung dengan orang semacam kakek dan neneknya. Ada sedikit kagum pada wanita dewasa ini. Komunikasinya bagus namun saat bersamanya begitu manja padahal usianya cukup dewasa saat ini.


" Baiklah sayang! Sampai jumpa nanti ya. We love you cantik!" seru Omah dengan memeluk Flo dan cipika cipiki.

__ADS_1


" Baiklah nak! Terima kasih sudah menjinakkan dia. Jangan kasih kendor! Hahahah," goda Opah yang sempat-sempatnya sebelum mereka pulang.


Ya Allah bisa ya Opah itu ngeselin kayak barusan. Batin Atha sambil diikuti gerakan kepala.


" Ayo bang belanja! Bill-nya jangan lupa di bayar," kini istrinya jadi ikutan jahil. Atha jadi menggeleng bolak balik sedari tadi.


" Iya adekku tersayang, tercinta, termanis .... " jawabnya gemes. Flo yang mendnegar hanya terkekeh sambil berjalan keluar Resto.


Beberapa saat kemudian ...


" Ayo! Kita belanja sekarang sudah siang dek. Bentar lagi dhuhuran di masjid dekat sini ya!" serunya sambil menggandeng Flo.


" Oke bang," jawab Flo sambil memasuki pusat perbelanjaan perlengkapan rumah tangga.


Flo segera mengambil Troli tanpa ada risih meskipun dia baru saja perawatan. Atha menatap istrinya dengan seksama. Perawatan Flo selama ini terbilang hanya 2 kali. Timbul pertanyaan ngeseli dari Atha untuk dirinya.


" Dek ... Sebenarnya selama ini perawatannya gimana? Kok bisa sehat gitu kulitnya? Tapi gak pernah tuh absen masak sama bersih-bersih rumah," heran Atha. Sebab semua orang pasti menanyakan hal itu. Padahal sungguh Atha tak menjadikannya pajangan di rumah. Flo malah banyak beraktivitas.


" Pertanyaannya serius bang??" tanyanya dengan emnatap Atha.


" Serius dong. Abang udah penasaran aja dek? Jika orang lain berspekulasi tentang kecantikan kamu seharusnya suamimu apalagi," jawabnya dengan mengernyitkan alis pada istrinya.


" Bang ... perawatan Flo kan ada di kamar! Abang bisa lihat semua. Tapi makanan sama olahraga di jaga. Tapi karena saat ini flo hamil bebas dong berarrti," senangnya. Atha jadi di buat bingung saat ini.


" Loh ... Kapan olahraganya???" tanya Atha.


" Abang lari pagi Flo juga olahraga di rumah. Tuh, kan di rumah ada ruang olahraga flo pakai aja kan hampir sama dengan di rumah papi. He ... " jawab Flo nyengir.


" Tapi abang pulang olahraga lari. Masakan udah mateng loh dek!" serunya tak percaya.


" Ya kan mudah bang. Tempat olahraga kan jauh dari dapur. Itu mah gampang," jawab Flo dengan senyum melebar.


" Bagus ya ... Mempercantik diri gak bilang abang," ucap Atha.


" Loh kan demi abang juga. Lihat nih abang udah daun muda, keren, senyumnya bikin cewek-cewek jatuh hati. Bikin hati adek gatal dong bang. Kasihan kan kalau kalah saing hehehhe," jawabnya jujur. Atha jadi menggelengkan kepala.


" Bisa aja jawabnya istri abang ini," jawab Atha sambil mencubit batang hidungnya. Flo hanya senyum manis sekali.


" Cantik ya istrinya keponakan bibi!!" seru seseorang dari belakang.


Mereka berdua yang asik mengibrol jadi menoleh ke belakang. Atha jadi tersenyum saat melihat dua orang di hadapannya itu.


.

__ADS_1


Likeeeeee dong yaaaa


__ADS_2