
Pagi ini Arif mengunjungi Universitas X untuk menghadiri seminar dimana dialah yang menjadi motivator dalam rangkaian acara kegiatan itu. Arif jika berada di lingkup kampus lebih di kenal sebagai Pak Dhana.
" Pagi pak Dhana!" sapa mahasiswa arif yang merasa pernah kelasnya di masuki oleh pemuda itu. Arif hanya mengangguk dan tersenyum.
" Tampan ya euuuyyyy ... Dosen kita yang dari banten itu. Maning kaseb pisan," ujar salah seorang dari mereka.
Dari kejauhan nampak si bontot Zea membawa buku banyak. Karena dia banyak tugas setelah menghadiri pernikahan kakaknya itu. Dia tak sengaja menutupi jalan Arif. Ketika arif ke kiri Bontot ikut ngiri ketika arif nganan si bontot nganan. Akhirnya terpaksa arif memegang lengannya dan alhasil si bontot diam sambil mendengar instruksi Arif
" Diamlah nona ... Biar aku melangkah lebih dulu!" seru arif kemudian melewatinya. Dan saat Si bontot mau melangkah. " Lain kali bawalah sesuai porsimu kasihan itu badan kecil bawa buku sebanyak itu!" seru arif sambil berlalu. Zea yang dengar jadi kesal serta menoleh. Arif pun sedang tersenyum pada zea.
" Bagus ya dia! Baru ketemu udah bikin Zea kesal," gumamnya. Saat dia mau maju malah di hadang oleh sahabatnya Savana.
" Jangan marah ibu dokter. Noh, dia pak dosen Dhana yang ngajar anak-anak Teknik ibukkkk. Sini Savana bantuin biar gak nabrak orang lagi!" tawar Savana. Mereka pun menuju ruang kelas untuk menaruhnya di meja.
" Oke! Thank you ... " jawabnya memberikan beberapa buku pada Savana.
Ketika berada di kelas kakaknya Atha telpon.
♤ Ngapain telpon???
♤ Jutek amat sih Tot
♤ Zea ... Tha bukan Tot. Dasar loe ya kakak bejibun
♤ beberapa hari ke depan pulanglah ke rumah
♤ Tumbenan. Mau ke luar kota lagi?
♤ Ada Bang Adzkan di rumah sama Zahra. Gue gak mau Flo merasa yang tidak-tidak
♤ Okelah tuan Bucin. Jemput gue siang ini ya!
♤ Oke.
Atha dan Zea memang si kembar kompak jika sudah saling membutuhkan. Savana menatap nyalang sahabatnya.
" Ngapa senyum-senyum loe!" seru savana
" Bakal dapat uang jajan tambhan nih gue sav. Si babang kembar gue nyuruh gue bobok sana!" bahagia Zea tanpa mau rugi. Savana meneggelengkan kepala.
" Zea ... Zea masih aja loe morotin Bang Atha. Kasihan noh dia punya bontot kayak loe!" serunya.
" Bukan bontot sih Sav selisih berapa menit doangan," klarifikasi Zea.
" Terserah deh," jawab Savana. Gadis cantik itu kini telah memiliki tunangan dari Anggota Kepolisian. Wajar jika polisi itu tertarik pada Savana. Selain cantik lihatlah body-nya yang yang ideal. Sungguh senangnya.
Di Ballroom kampus ...
__ADS_1
Semua mahasiswa - mahasiswi nampak mengikuti acara itu dengan semangat. Namun Savana dan Zea terlambat karena harus ke kantor dosen untuk menyelesaikan Makalah mereka yang tertunda. Lebih tepatnya makalah Zea. Savana sebagai teman yang baik selalu mendampinginya.
" Hallo ... Nona-nona yang baru datang! Bisakah ke depan? Kita ada konsekuensi keterlambatan iya tidak kawan-kawan!" seru Arif dari atas gundukan lantai keramik kampus hahahha. Oopsss. Ketawanya terlalu lebar dong.
Savana tersenyum sambil mengangguk dan mengacungkan jempol pada Arif. Tapi Zea dia merasa tak suka jika harus ada hukuman hanya untuk acara seminar seperti ini.
Ck. Tahu gitu bolos sekalian gue. Malas banget kalau gak demi Savana udah ogah tadi aku ballroom ini. Nyeselllllll pake banget. Omelnya udah yang kesal aja tuh.
Ketika di depan ...
" Pagi pak ... Maafkan kami terlambat karena masih ke ruang dosen," ucap savana dengan sopannya.
" Tentu ... Konsekuensi tetap jalan ya! Kita anak bangsa jadi harus tanggung jawab dengan alasan apapun," jawab Arif. Karakter dalam dirinya memang sudah ada semenjak zaman masih kecil. Didikan Aba-nya bukanlah abal-abal.
" Iya pak ... " jawab Savana. Sedari tadi Zea diam saja tak berniat untuk menimpali.
" Baiklah! Kawan-kawan hukuman apa yang bapak harus berikan pada mereka. Coba kasih tahu!" seru Arif pada semua mahasiswa. Sontak saja mereka bersorak ramai karena yang di depan adalah Savana si cantik dengaj suara merdu. Dan Si cantik Zea yang pandai merayu pemuda kampus ini dengaj kata-katanya.
Keterlaluan kalian.
" Savana menyanyi saja pak. Suaranya bagus!!!" seru mereka. Sedangkan Zea sudah memejamkan matanya kali ini.
" Zea ... Merayu bapak sjaa!!! Jika banyak mahasiswa yang dia rayu krn buat guyonan. Kali ini gimana kalau kenpak dosen! Setuju gak tuh ... " Teriak Delkan membuat Zea membatin.
Mampus gak loe Zea sekarang!!! Batinnya merutuki kebodohannya hari ini karena harus bertemu dosen ini lagi.
Arif hanya tersenyum sambil mengangguk karena keputusan memang ada pada teman-teman mahasiswa saat masuk acara.
" Kamu sambil mencari stok biar Savana dulu yang menyanyi. Silahkan savana!" seru Pak Dhana.
Waktu pertama kali
Kulihat dirimu hadir
Rasa hati ini inginkan dirimu
Hati tenang mendengar
Suara indah menyapa geloranya hati ini tak ku sangka
Rasa ini tak tertahan
Hati ini selalu untukmu
Terimalah lagu ini dari orang biasa
Tapi cintaku padamu luar biasa
Aku tak punya bunga
__ADS_1
Aku tak punya harta
Yang kupunya hanyalah hati yang setia tulus padamu
.........
( Admesh kamaleng - cinta luar biasa )
Savana menyanyikan lagu itu dengan merdunya sehingga mendapatkan sorak sorai dari kawan-kawannya. Zea saat ini di buat bingung dengan hukumannya.
Help me please ... Ya Allah. Batinnya meresah.
" Oke ... Savana terima kasih. Suaramu sangat indah sesuai yang kawan-kawanmu katakan. Silahkan duduk!!" seru Arif.
Degh.
Nah, loh giliran aku kan! Ini gimana ceritanya. Gumamnya sudah mulai panik sjaa saat savana di persilahkan duduk.
" Ayo Zea !!!" teriak mereka.
Teman-teman laknat kalian ya. Delkan kau benar-benar menyebalkan.
Sore hari mencari senja
Tuk pergi ke sawah melihat Bangau
Untukmu bapak Dhana
Ingin sekali ku katakan I Love You
gergesi Zea setelah mengatakan itu. Dia segera membungkam rapat mulutnya. Arif langsung tersenyum ketika mendengar hal itu. Sedikit kacau bagi Dhana tapi dia cukup menghargai.
" Rancu kan pak! Sudah saya katakan saya gak bisa rayu bapak," bisiknya pada Arif. Sedangkan teman-temannya udah main suit-suit aja.
Suit. Suit. Suit.
" Terima dong pak!" seru mereka. Zea mengedarkan pandangannya bingung. Dia benar-benar kesal pada kawan-kawannya saat ini telah di kerjain habis-habisan.
" Tidak apa-apa namanya juga belajar merayu," jawab arif membuat Zea malah membeo.
...----------------...
" Harus di terima ya ini Zea berarti!!!" seru sang dosen sambil terkekeh.
" Iya dong pak kasihan udah capek aja tuh mikir otak encernya! Sampai gagal fokus," teriak Delkan diikuti tepuk tangan mereka.
Arif tersenyum memandang Zea. Arif yang sedang memegang mawar merah memberikannya pada Zea.
" Untukmu calon istriku," ucap Dhana sambil menyodorkan setangkai bunga mawar pada Zea. Ruang Ballroom bergemuruh hebohhhh karena Zea nampak salting kali ini.
__ADS_1
Likeeeeee donggggg bonus 1 episode lagi nihhhhhh. Makasih yang udah setia sekali.