
Di rumah Atha ...
" Kita berangkat bersama saja kak! Aku antar kalian sampai hotel tempat seminar," ucap Atha.
" Baiklah ... Tha," jawab Adzkan.
Mereka pun bergegas menuju mobil karena jam sudah menunjukkan pukul 09.00. Sesampainya di luar Atha melemparkan kunci mobilnya.
" Kali ini aku yang membawa ya kak! Aku ingin menikmati pemandangan pagi dengan benar," senyum Atha. Adzkan di buat terkekeh oleh sikap adiknya ini.
Mereka semua masuk ke mobil. Atha tetap di depan dan para istri di belakang. Saat adzkan mengemudi Atha menautkan jemari tangannya pada sang istri flo yang duduk di belakangnya. Zahra sempat melirik adegan live yang mesra entah di buat - buat atau tidak.
" Kalian ini seperti anak remaja saja. Terlihat seperti pacaran bukan menikah," ungkap Adzkan. Atha pun menanggapinya dengan guyonan pula.
" Ya kan memang masih kuliah kak. Muda dong berrati??? Ya ndak ...," jawab Atha membuat adzkan tersenyum sambil menggelengkan kepala. Namun Flo tak bergeming sedikit pun untuk menanggapi. Tapi setelah 15 menit akhirnya dia bersuara.
" Mas ... Pegel tangan flo nih! Lepas dulu ya," pinta Flo. Atha pun melepasnya sambil menoleh ke arah belakang kursi. Tak sengaja tatapannya bertemu dengan zahra.
Atha memang sengaja tak begitu kental menyapa. Dia tak ingin ada salah paham di antara pengantin baru ini.
Mobil Atha memasuki kawasan hotel yang di maksud oleh kakaknya adzkan. Mereka berdua tur7n di depan hotel.
" Kak siang ini ... Aku jemput Zea dia akan bermalam di rumah. Gapapa ya nanti pulang pakai taxi?" tanya Atha.
" Tentu Tha ... Itu bisa di atur. Hati-hatilah kalian di jalan!" seru Adzkan. Atha mengangguk mengiyakan.
" Sayang pindahlah ke depan!" serunya pada Flo. Flo segera keluar dari sana.
Ada kecanggungan yang di rasakan oleh Flo karena Atha tak pernah menyapa istri kakaknya itu. Zahra pun nampak diam tapi sesekali melirik suaminya Atha. Tapi flo tidak ingin masuk area suaminya dan zahra itu. Baginya itu area terlarang biarlah Atha menyelesaikannya sendiri.
" Kami pamit ... Jangan lupa pulang awal! Kita akan mengunjungi Cafe kecil-kecilan milik Atha," ucapnya pada sang kakak.
" Baiklah ... Gratis ya!" goda adzkan.
__ADS_1
" Tentu saja untuk abang dan istrinya gratis. Kalian tinggal menikmati. Assalamualaikum," pamit Atha yang kemudian melajukan mobilnya.
Di lobi hotel ...
" Kenapa adikmu tak pernah menyapaku mas?" tanya Zahra akhirnya menanyakan perihal itu. Adzkan menghela nafas panjang dan menatap istrinya.
" Kita harus menghargai dia Zah. Mungkin dengan cara ini Atha bisa mengatasi hatinya. Selagi dia merasa aman dalam hatinya biarkan saja seperti itu. Bukankah tidak masalah melihatnya bahagia seperti itu???" tanya adzkan pada istrinya itu.
" Tidak masalah mas ... Namun aku kurang nyaman jika mereka berdua diam saja," jawab Zahra.
" Mereka pun butuh waktu Zah. Kita datang terlalu mendadak menganggu keasyikan sepasang suami istri itu," jawab azdkan meyakinkan istrinya.
Atha mengemudikan mobilnya dan melajukan ke arah kampus. Sepanjang perjalanan Atha hanya memegang jemari istrinya dan sesekali menciuminya.
" Mas ... Nanti aku gak jadi ke klinik ya? Kan masih jemput Zea juga masih mau ke cafe juga," ucap sang istri. Atha menoleh sambil menggelengkan kepala.
" Kita mampir sebentar! Lihatlah apa yang di butuhkan di sana. Meskipun milik sendiri harus di sempatkan supaya tetap berjalan usahanya," jawab Atha yanh diikuti anggukan flo.
" Baiklah mas ... " jawabnya dengan senyum.
Atha dan Flo menuju Klinik kecantikan Flo. Sesampainya di tempat itu ...
" Nona, Tuan ... Silahkan masuk!" seru karyawan Flo. Atha dan flo tersenyuk ramah pada mereka.
" Bagaimana Tasya perizinan produk baru kita ? Booster itu salah andalan klinik ini. Kandungannya juga tak berbahaya sudah saya prediksikan," tanya Flo pada karyawannya. Atha membiarkan istrinya itu berkoordinasi dengan para karyawannya.
Atha berkeliling di klinik kecantikan istrinya itu nampak asri dan rileks suasananya. Tak menyangka jika istrinya itu hidup mandiri. Siapa sangka putra dokter rangga itu merintis usahanya sendiri. Ada rasa bangga pada hati Atha bahwa dia bukan mendapatkan istri yang cantik tapi mandiri juga sudah ada pada dirinya.
1 jam berlalu ....
" Mas ... Sudah selesai berkelilingnya? Mau langsung jemput Zea atau mau Flo SPA dulu," tawar Flo pada Atha. Pemuda itu menatap tak percaya dengan penawaran istrinya.
" Aku? Di SPA oleh ownernya langsung. Boleh banget ... Kebetulan ownernya cantik lagi siapa yang tidak mau," Goda Atha. Flo menghela nafas.
" Udah deh mas ... Jangan godain Flo terus. Ayukkk cepet!" seru Flo.
__ADS_1
...----------------...
Atha yang menikmati pijatan Flo itu seakan menemukan ke-rileks-an dan dia merasa lelah yang selama ini menjara akhirnya berakhir. Pijatan Flo begitu menarik. Membuatnya begitu nyaman. Untung saja dia istrinya. Jika tidak bisa marah kalau dirinya kalau muhrimnya di cemek-cemek orang lain. Hahahahah.
Suasana ruangan yang di tempati SPa begitu menenangkan. Indera penciumannya juga di suguhi dengan wewangian bunga dan rempah.
" Finish sayang!" ucap Flo sambil mengecup pipi Atha. Pemuda jadi terkekeh.
" Jadi, gini ya kalau suaminya yang SPa di kasih plus-plus," ucap Atha.
" Anggap saja gitu mas. Yuk jemput Zea!" ajak Flo. Atha mengangguk dan segera memakai pakaiannya itu.
Mereka pun meninggalkan klinik dengan segera karena kurang dari 1 jam Zea sudah keluar dari kampusnya. Dalam perjalanan nampak Flo tertidur. Atha sesekali menatapnya dan melihat jari-jari lentiknya yang di gunakan untuk memijatnya tadi.
" Kamu bahkan tak mempersulit hubungan ini Flo. Tadi apa kabar? Apakah kamu tidak menemui Dannis di kampus. Bukankah kalian ada janji. Aku lupa Flo," lirihnya sambil membelai wajah istrinya yang tertidur pulas.
Sesampainya di pelataran kampus ...
Sudut pandang atha mendapati sesosok manusia yang dia kenal ( hahahah) ya tuhan sesosok dipikir mbak kunti kali ya hahah. Ya, pandangan matanya tertuju pada Arif dan Zea yang saling bersitatap pandang.
" Bagaimana apakah tadi itu bercanda pak?" tanya Zea. Arif jadi menelisik wajah Zea.
" Kamu ingin sekali ya jadi pacarnya pad Dhana?" tanya Dhana sambil melirik.
" Pak ... Hanya mengkonfirmasi. Nanti di kira mengambil kesempatan untuk bisa jadi istrimu," jawabnya dengan mengalihkan pandangannya pada seseorang yang duduk di depan mobilnya. Seketika mata Zea melotot sempurna dan nyengir.
Kakak kembar gue.
" Atha!" serunya dengan terkejut. Arif pun mengikuti arah pandangnya. Dia pun menemukan Atha yang tak lain adalah orang yang selama ini dekat dengannya.
.
Nah, loh hayoooo kaliaannnnn
Jangan lupaaaa likeeeeee yaaaaa makasihhhh.
__ADS_1