Cinta Lama ( Hamil Bayaran Season 2 )

Cinta Lama ( Hamil Bayaran Season 2 )
Mantan


__ADS_3

"Ke mana dia pergi? kalau begitu coba saja menyelidiki di ceko, aku akan ke sana dalam waktu dekat!"


"Baik, Tuan."


Tidak lama kemudian Frankey memutuskan panggilannya.


"Ke mana Valencia selama ini? saat itu dia masih terluka, dokter mengatakan bagi wanita yang baru menjalani operasi caesar akan mengalami pendarahan kalau memaksakan diri untuk berjalan. saat itu juga sudah mencari di setiap rumah sakit akan tetapi tidak ada namanya," ucap Frankey.


"Valencia, apakah kamu masih hidup?" batin Frankey.


Di sisi lain Valencia sedang berada di kantor bersama dengan tunangannya. mereka sedang melihat majalah gaun pengantin.


"Valencia, semua gaun ini adalah model baru, dan designernya sangat terkenal. coba kamu pilih yang mana kamu suka!"


"Semuanya cantik dan mewah, aku akan melihat lagi di saat aku ada waktu senggang," jawab Valencia dengan senyum.


"Baiklah, beritahu aku setelah kamu memilihnya," ujar Ricky.


Tidak lama kemudian handphone milik Ricky berbunyi.


"Sahabatku yang di paris," ucap Ricky dengan tertawa.


"Cepat jawab panggilannya!" ujar Valencia sambil membolak balik majalahnya.


"Hallo, angin apa yang membuatmu menghubungiku," tanya Ricky dengan senyum.


"Minggu depan aku akan ke sana," jawab Frankey yang di seberang sana.


"Bukankah kamu ingin menunggu putri kecilmu libur sekolah?"


"Dia sudah berhenti sekolah, aku ingin memindahkan ke sekolah yang lebih sesuai untuknya."


"Ada apa? apakah ada yang terjadi?"


"Terjadi sesuatu yang tidak menyenangkan, setelah bertemu aku akan memberitahumu."


"Apakah Valen baik-baik saja?"


"Dia terluka dan sudah di obati."


"Kelihatannya bukan masalah kecil, setelah kamu tiba datang saja tempatku. rumahku besar dan luas masih ada kamar kosong bisa untuk kalian!"


"Apa kamu lupa, aku juga memiliki villa yang tidak kalah besar dari tempatmu."


"He-he-he-he, iya...ya...aku hampir lupa, aku juga tidak sabar ingin melihat Valen."


"Sampai jumpa minggu depan."


"Sampai jumpa!"


Sesaat kemudian mereka memutuskan panggilannya.


"Ada apa? kelihatannya dirimu begitu gembira?"


"Sahabatku itu akan datang minggu depan," jawab Ricky.


"Ini bagus, kalian akan segera bertemu," kata Valencia yang sedang minum teh yang di cangkirnya.


"Dan aku juga ingin kalian segera bertemu," ujar Ricky dengan senyum dan mengambil minumannya yang ada di depan meja.

__ADS_1


"Kenapa kau sangat ingin kami bertemu?"


"Karena kalian berdua adalah orang yang penting bagiku, aku ingin kalian bersahabat. sementara Valen akan menjadi anak angkat kita," jawab Ricky dengan tertawa.


"He-he-he, aku juga menjadi tidak sabar ingin melihat Valen, kamu mengatakan dia begitu lucu dan pintar sehingga aku juga tidak sabar ingin melihatnya," ucap Valencia dengan senyum bahagia.


"Aku yakin kamu pasti akan menyukainya," kata Ricky.


Tuk...tuk...


Ketukan pintu dari luar ruangan Ricky.


"Masuk!" sahut Ricky.


Klek..


"Tuan, tuan Filan sudah datang dan sekarang berada di luar," kata sekretaris dengan sopan.


"Tuan Filan? persilakan masuk!" perintah Ricky pada sekretarinya.


"Baik, Tuan."


"Sejak kapan paman ada di sini?" tanya Valencia dengan heran.


"Dia sudah biasa, jika datang dia tidak akan beritahu," jawab Ricky yang bangkit dari tempat duduknya begitu juga dengan Valencia.


Tidak lama kemudian seorang pria paruh baya melangkah masuk ke ruang kantor Ricky.


Ricky yang melihat pria paruh baya itu masuk ke dalam ia pun menyambut dengan ramah dan saling pelukan dengan erat.


"Ha-ha-ha-ha, wajahmu sangat berseri," kata pria paruh baya itu yang tak lain adalah Markus Filan dengan tertawa.


"Sejak kapan wajah putramu ini tidak berseri?" balas Ricky dengan tertawa.


"Paman, apa kabar?" sapa Valencia dengan ramah.


"Valencia, paman baik-baik saja. bagaimana denganmu? apakah anak ini ada menindasmu?"


"Tidak, Paman. Ricky sangat baik," jawab Valencia dengan ramah.


"Pa, mana mungkin aku tega menyakitinya, Valencia adalah satu-satunya pilihanku," ujar Ricky yang merangkul pundak tunangannya itu.


"Mari kita makan bersama!" ajak Markus yang melangkah pergi sambil tertawa.


"Mari! biar papaku yang kaya ingin mentraktir kita makan!" ajak Ricky yang senyum pada tunangannya.


"Aku ingin makan sepuasnya," jawab Valencia dengan senyum.


"Kita akan pesan makanan kesukaan mu," ujar Ricky yang ikuti langkah ayahnya bersama dengan Valencia.


Setelah beberapa saat kemudian mereka makan bersama di salah satu restoran. siang itu mereka pesan steak daging.


"Bagaimana dengan persiapan pernikahan kalian, apakah butuh bantuanku?" tanya Markus yang sedang memotong steak dengan pisau dan garpu.


"Papa, belum lagi. Valencia masih tidak terburu," jawab Ricky yang sambil meneguk minumannya.


"Hm...kalian juga sudah lama saling kenal, sudah waktunya menikah, setelah kamu menikah hatiku baru merasa tenang," kata Markus.


"Papa, jangan berkata seperti itu!"

__ADS_1


"Usiamu sudah tidak muda, tahun ini kamu sudah 35 tahun."


"Aku dan Valencia akan menikah suatu saat, tenang saja!"


"Valencia, bocah ini paman serahkan padamu," ucap Markus dengan senyum.


"Paman, tenang saja? aku akan mengawasinya dengan baik," jawab Valencia dengan seraya bercanda.


"Kalian berdua ini seperti sudah sepakat untuk mengikatku ya?" tanya Ricky sambil tertawa.


"Apa kamu tidak suka kalau aku mengawasimu?" tanya Valencia yang menatap ke arah tunangannya.


"Suka! sangat suka! kalau begitu awasi aku setiap saat," jawab Ricky dengan mengoda.


"Baiklah! kau yang memintanya dan jangan menyesal!" ujar Valencia dengan tersenyum bahagia.


"Hai Ricky!" sapa seorang wanita cantik yang tiba-tiba muncul di sana.


Saat Ricky melihat ke arah suara itu raut wajahnya langsung berubah.


"Aku mengira aku salah orang, ternyata memang kamu," ucap wanita itu dengan senyum.


"Ricky, siapa dia?" tanya Valencia.


"Teman sekuliahku dulu," jawab Ricky yang menatap wanita itu.


"Paman, apa kabar? sudah lama tidak bertemu," sapanya dengan sopan.


"Hm...siapa namamu?" tanya Markus dengan cuek.


"Namaku adalah Natalie," jawabnya dengan senyum.


"Ricky, nona ini adalah...."


"Valencia adalah tunanganku," jawab Ricky yang memegang tangan tunangannya.


"Tunangan? kau sudah bertunangan?" tanya Natalie yang hampir tidak percaya.


"Benar!"


"Hai Nona Natalie, apa kabar? senang berkenalan denganmu," sapa Valencia dengan ramah dan bersalaman dengan wanita itu.


"Kabar baik! kalian sudah kenal berapa lama?"


"Lima tahun," jawab Valencia.


"Lima tahun...aku tidak menyangka setelah kita berpisah setahun kau langsung berkencan dengan yang lain," ujar Natalie yang menatap Ricky.


"Berkencan?" tanya Valencia dengan heran.


Ricky bangkit dari tempat duduknya dan menyentuh wajah tunangan sambil berkata, "Kami pernah berkencan selama setahun dan kemudian kami berpisah."


"Aku dan dia sudah berpisah selama enam tahun," lanjut Ricky.


"Natalie, kau dan putraku sudah tidak ada hubungan apapun, keluarga Filan hanya memiliki seorang menantu, yaitu Valencia. kami sekeluarga sedang makan. kalau tidak ada apa-apa lagi, silakan pergi!" ujar Markus dengan sengaja.


"Valencia, mari kita lanjut makan!" ucap Ricky dengan senyum dan duduk bersama dengan tunangannya.


Setelah beberapa menit kemudian..

__ADS_1


Ricky yang ingin menuju ke toilet ia langsung dipeluk oleh Natalie.


"Aku sedang menunggumu," kata Natalie yang memeluk tubuh pria itu dengan erat.


__ADS_2