
Saat Valencia sedang berdiri di balkon Frankey memeluknya dari belakang.
"Apakah kamu memikirkan dia?" tanya Frankey yang melihat cincin itu.
"Aku hanya...berpikir harus mengembalikan cincin ini," jawab Valencia yang di dalam pelukan calon suaminya.
"Buang saja! dan tidak perlu mengembalikan nya lagi!" jawab Frankey yang merebut cincin itu dari tangan Valencia.
"Frankey, jangan dibuang! bagaimana pun aku tidak ingin bermusuhan dengannya. hutangku padanya tidak bisa terbalas. dia memberiku kehidupan karena telah mengubah kehidupanku. aku tidak ingin dengan cara ini aku membalasnya. aku hanya berharap kami masih bisa berteman," kata Valencia.
"Dia hampir saja membawamu pergi dengan paksa dan putri kita menjadi korbannya. apakah kamu sudah lupa?" tanya Frankey sedikit kesal.
"Aku masih ingat dan aku yakin dia pasti menyesal juga. Frankey, jangan bermusuhan dengannya lagi. semua sudah berlalu. bukankah yang paling penting adalah putri kita sudah sembuh."
"Aku sulit melupakan apa yang telah dia lakukan," ujar Frankey dengan tegas.
"Aku tahu kau sangat marah, aku juga sangat marah di saat itu, apa yang dia lakukan memang sudah terlewat batas. tapi semua orang bisa melakukan kesalahan. semua ini terjadi karena aku juga yang tidak memberi penjelasan. saat aku bersamamu aku masih berstatus tunangannya. jadi...wajar kalau dia ingin membawaku pergi," ucap Valencia.
"Frankey, tapi aku yakin dia pasti menyesalinya. dia pasti sangat terluka karena aku meninggalkan dia begitu saja. janjiku tidak bisa ku kabulkan. aku juga merasa sedih karena menyakitinya. aku lebih berharap melihat dia hidup bahagia dan menemukan pasangan yang baik," ujar Valencia.
"Valencia, bagaimana kalau aku kirim saja ke alamatnya?"
"Aku yang akan mengirimnya," jawab Valencia.
__ADS_1
"Baiklah, janji padaku jangan bertemu dengan dia lagi!" ujar Frankey.
"Aku berada di sini, mana mungkin aku bisa bertemu dengan dia," jawab Valencia yang mencium bibir calon suaminya.
Frankey dengan penuh na*su membalas ciuman wanita itu.
Setelah berciuman selama beberapa menit Frankey mengendong Valencia ke atas kasur. di malam itu mereka melakukan hubungan intim.
Mereka saling berpelukan dan menikmati hubungan mereka, Frankey melakukan pergerakan maju mundur sehingga keduanya merasakan sensasi yang luar biasa.
"Valencia, kau begitu pintar merawatnya," ujar Frankey yang mencapai puncak kenikmatannya, ia masih melanjutkan aksinya tanpa berhenti.
"Frankey, kau masih sama seperti dulu, begitu kuat," kata Valencia kewalahan.
"Dirimu yang membuatku tidak ingin berhenti," ujar Frankey sambil melakukan gesekan dengan cepat.
Jam dinding menunjukan pukul 05.00.
Klek.
"Papa...Mama...," suara panggilan Valen yang menghampiri kasur mereka.
Mendengar panggilan putrinya, Valencia dan Frankey terbangun dan menoleh ke arah Valen yang sedang berdiri di samping tempat tidur.
__ADS_1
"Valen, ada apa, sayang? kenapa kamu bangun begitu pagi?"
"Mama, Valen terbangun dan tidak bisa tidur lagi. apakah Valen bisa tidur di sini?"
Valencia bangkit dan membuka selimutnya," mari sayang tidur di samping mama!"
"Baik, Ma," jawab Valen yang naik ke atas kasur dan berbaring di tengah Valencia dan Frankey.
"Putri papa sangat manja sekali," ucap Frankey yang mencium pipi putrinya
"Valen merasa nyaman kalau tidur bersama papa dan mama," kata Valen.
"Tidurlah, sayang. semoga mimpi indah," ucap Valencia yang mencium pipi putrinya.
"Iya, Ma," jawab valen yang tidak lama kemudian ketiduran dipelukan orang tuanya.
"Valencia, sejak bertemu denganmu putri kita semakin manja. dulu dia hanya ingin tidur sendiri," kata Frankey dengan senyum dan melihat putrinya yang tidur dengan begitu pulas.
"Valen baru berusia lima tahun lebih, jadi...wajar saja kalau dia masih bersikap manja," kata Valencia.
"Aku hanya berharap dia bahagia setiap hari," ujar Frankey.
"Kita akan memberikan yang terbaik untuknya, agar dia bahagia selalu," ucap Valencia.
__ADS_1
"Terima kasih karena sudah kembali dan berkumpul bersama kami! setelah kamu pulang Valen lebih bahagia dari dulu. sekarang dia tidak melukismu setiap malam dan tidak merasa sedih lagi. Valen yang sekarang lebih sering tersenyum," kata Frankey.
"Aku akan melakukan apa saja demi anak ini, asal aku bisa menebus kesalahanku karena meninggalkannya di saat dia masih bayi," ucap Valencia.