Cinta Lama ( Hamil Bayaran Season 2 )

Cinta Lama ( Hamil Bayaran Season 2 )
Ingin Pulang


__ADS_3

"Mama, Valen mau bicara dengan papa!" pinta Valen yang sedang sesegukan.


Valencia memberikan handphonenya kepada putrinya itu.


Sesaat kemudian Frankey menjawab panggilan tersebut.


"Hallo, Valencia," sahut Frankey.


"Papa, cepat pulang!" pinta Valen sambil menangis.


"Valen, ada apa? kenapa kamu menangis?"


"Tadi paman Ricky datang ingin membawa mama pergi. papa cepat pulang, Valen takut paman akan datang lagi," jawab Valen yang masih ketakutan.


"Valen, jangan takut! papa dalam perjalanan pulang. Valen, berikannya handphonenya kepada mama!"


"Mama, papa ingin bicara," ucap Valen yang memberikan handphonenya.


Valencia lalu mendengar panggilannya," hallo, Frankey."


"Valencia, apa kamu dan Valen baik-baik saja?"


"Aku tidak apa-apa, hanya saja Valen masih trauma kejadian tadi, sehingga menangis terus. Frankey, hubungi dokter untuk periksa kondisi Valen!"


"Baiklah, aku kenal seorang dokter anak, aku akan menghubunginya,"jawab Frankey yang tidak lama kemudian memutuskan panggilannya.


"Valen, sebentar lagi papa akan sampai, jangan menangis lagi ya, sayang. ini salah mama karena telah menyebabkan Valen terluka dan ketakutan," bujuk Valencia yang menyeka air mata putrinya.


"Mama, Valen takut," ucap Valen yang menangis dalam pelukan Valencia.


"Paman Ricky sudah pergi, jangan takut ya," bujuk Valencia yang mengelus kepala putrinya.

__ADS_1


Setelah beberapa menit kemudian Frankey tiba di depan rumahnya, ia langsung berlari dengan cepat dan menuju ke kamar.


Saat itu Valencia masih sedang mengendong putrinya yang masih sedang menangis, ia dengan sabar memujuk putri kecilnya itu sambil berjalan ke sana sini dengan tertatih-tatih. dirinya juga terluka saat melompat dari mobil.


"Sudah ya, sayang. jangan menangis lagi! katakan pada mama apakah kamu sakit dan merasa tidak nyaman di bagian tubuhmu yang lain?" tanya Valencia sambil mengusap air mata putrinya


"Aku mau papa, Ma!" tangisan Valen yang memeluk erat ibunya.


"Papa sebentar akan sampai ya!"


"Valencia, Valen," suara panggilan Frankey yang melangkah masuk ke kamar.


"Frankey, apakah kamu sudah hubungi dokter?"


"Dia dalam perjalanan," jawab Frankey yang menghampiri dua wanita itu


"Papa...," teriak Valen yang membuka kedua tangannya pada papanya itu.


"Jangan takut ya! papa sudah di sini tidak ada yang akan menyakiti Valen lagi," bujuk Frankey.


"Papa, Valen takut dengan paman itu, dia jahat," ucap Valen.


"Dia sudah pergi dan papa akan menghalang dia jika dia masih ingin ke sini."


"Papa, jangan biarkan dia datang lagi!" pinta Valen sesegukan.


"Dia tidak akan datang lagi, papa berjanji," jawab Frankey yang memujuk putrinya.


"Valencia, apa yang telah terjadi, kenapa Valen bisa terluka?"


"Ricky datang membawaku pergi, dan Valen mengejar kami sehingga dia jatuh berkali-kali. dan Valen juga muntah. aku panik dan keluar dari mobil, setelah itu mengoles obat pada lukanya. hingga sekarang Valen masih ketakutan dan tidak mau. berhenti menangis. maafkan aku. aku bukan ibu yang baik," jelas Valencia yang mengeluarkan air mata.

__ADS_1


"Dasar breng.sek itu, aku tidak akan melepaskan dia," ketus Frankey.


"Valencia, bukan salahmu. jangan salahkan dirimu sendiri!" kata Frankey yang memeluk Valencia dengan tangan kanannya.


"Papa, jangan biarkan paman Ricky membawa mama pergi!" pinta Valen.


"Tidak ada yang bisa membawa mamamu pergi, sayang. papa berjanji padamu," jawab Frankey.


"Papa, apa Valen boleh meminta sesuatu?" tanya Valen yang masih sesegukan.


"Katakan saja apa maumu, putriku! papa akan berikan apa saja yang kamu mau!" jawab Frankey yang mengusap air mata putrinya .


"Valen, mau pulang ke paris saja, Pa. agar paman itu tidak datang lagi. apa bisa kita pulang saja?" tanya Valen yang mengeluarkan air mata.


"Tentu saja bisa, besok kita akan pulang ya."


"Apa benar kita bisa pulang besok?"


"Papa berjanji padamu, besok kita akan pulang ke paris dan tidak akan ke sini lagi untuk selamanya," jawab Frankey yang mencium pipi putrinya.


"Mama, ikut Valen pulang ya!" pinta Valen yang memegang pundak Valencia dengan tangan mungilnya.


"Mama akan ikut Valen pulang dan kita akan tinggal bersama untuk selamanya," jawab Valencia yang mencium tangan mungil putrinya.


"Valen, sebentar lagi dokter akan datang untuk memeriksa lukamu," ucap Frankey.


"Valen tidak mau disuntik, Pa," ujar Valen.


"Papa berjanji tidak akan membiarkan paman dokter menyuntikmu, sayang. hanya periksa lukamu saja dan bagian tubuhmu yang lain," kata Frankey.


"Iya," jawab Valen dengan menurut.

__ADS_1


"Valencia mari kita buka dulu bajunya, agar kita bisa periksa tubuhnya!" ujar Frankey yang menidurkan putrinya ke atas kasur.


__ADS_2