
Ricky tiba ke kantor Willy yang adalah seorang pengacara dan juga sahabatnya.
"Ricky, dirimu adalah pria yang sukses, tidak ku sangka kau bisa mengalami masalah seperti ini. sekian banyak yang bisa kau pilih kau malah memilih seorang wanita yang sudah memiliki seorang putri. aku tidak paham apa yang ada dipikiranmu,"ucap Willy yang sedang mengejek sahabatnya.
"Jangan mengejekku lagi! katakan padaku! kalau saja aku menikahi Valencia apakah ada kemungkinan kami bisa memenangi hak asuh?" tanya Ricky yang merasa khawatir.
"Ricky, kamu harus tahu siapa yang akan menjadi lawanmu, Frankey Christoper bukanlah pria yang tidak mampu merawat putrinya dengan tangan sendiri. dari sejak dia dilahirkan Frankey Christoper sudah merawatnya dengan sepenuh hati. bisa dikatakan dia berperan sebagai ayah dan ibu untuk putrinya. sehingga tidak mempergaruhi kehidupan putrinya. lalu, dengan cara apa kau ingin memenangkan kasus ini?"
"Apakah tidak memiliki kesempatan sama sekali? anak-anak butuh kasih sayang seorang ibu."
"Walaupun iya, tapi sudah lima tahun gadis kecil itu bisa hidup dalam keadaan baik dan bahagia bersama Frankey Christoper. walau dia sangat merindukan ibunya bukan berarti dia tidak bisa tanpa ibunya. apa lagi Frankey Christoper bukanlah pria yang tidak memiliki apapun. selama ini putrinya menjalani hidup seperti putri raja yang memiliki segala-galanya. apa mungkin kamu merasa pihak hakim akan membiarkan kalian mendapatkan hak asuh?"
Setelah mendengar penjelasan Willy, Ricky hanya bisa mengeluh dan mengusap kasar wajahnya.
"Untuk apa kamu ingin merebut hak asuh anak? kamu hanya perlu menikahi Valencia dan untuk apa kamu memperebutkan anaknya?"
"Aku bisa saja kehilangan dia, dia sangat mencintai putrinya dan juga Frankey, aku ingin mengunakan Valen membuat Valencia memilihku."
"Ricky, dengan cara ini apa kau yakin bisa mendapatkan hatinya? selain itu Valen sudah bersama dengan Frankey Christoper sejak dia dilahirkan. walau misalnya kau memenangkan kasus ini Valen belum tentu sudi ikut bersamamu. anak kecil tidak bisa dipaksa. aku yakin dia tidak akan bisa berpisah dengan ayahnya."
"Lalu, apa yang harus ku lakukan? aku menanti cintanya selama lima tahun. tidak mungkin aku melepaskan dia begitu saja," kata Ricky yang merasa tidak rela.
__ADS_1
"Bagaimana dengan isi hati Valencia? siapa yang dia cintai?"
"Aku tidak tahu! sebelum kemunculan Frankey dia masih mencintaiku. dan kini dia agak berubah. aku tidak tahu apa perasaan dia."
"Ricky, dia dan Frankey Christoper memiliki masa lalu sehingga mempunyai seorang putri. apakah kamu menyangka bisa memisahkan mereka?"
"Kenapa tidak bisa?"
"Alasan pertama adalah, dia dan Frankey saling mencintai, dan alasan kedua adalah mereka sudah memiliki seorang putri. akan sangat sulit bagimu untuk memisahkan mereka."
"Apakah kamu juga tidak yakin?"
"Aku tidak ingin kehilangan Valencia dan aku rela melakukan apa saja demi dia."
"Ricky, jangan karena cintamu yang egois itu menyakiti anak kecil yang tidak tahu apa-apa," ujar Willy.
"Aku harus memikirkan cara untuk mendapatkan Valen."
Mansion Frankey.
"Valen, apa yang kamu gambar?" tanya Frankey yang sedang membaca koran.
__ADS_1
"Valen sedang mengambar kita bertiga, Pa," jawab Valen yang duduk di meja belajarnya.
"Kita bertiga?"
"Iya, Pa. papa, mama dan Valen. sebelumnya gambar Valen rusak dibuat murid laki-laki itu. sekarang Valen mau mengambar yang baru," jawab Valen yang sambil sibuk dengan tangannya.
"Valen, apakah kamu menyukai bibi Valencia?"
"Suka, Pa. tapi dia bukan mama Valen, jadi bibi tidak bisa tinggal bersama kita."
"Apakah Valen akan mengakui bibi Valencia sebagai mamamu?"
"Apakah bibi Valencia adalah mama Valen?"
"Apa Valen berharap dia adalah mama?"
"Valen berharap bibi Valencia adalah mama Valen, tapi sayangnya dia bukan."
"Bibi Valencia akan segera menikah dengan paman Ricky, apakah Valen setuju kalau mereka menikah?"
"Papa, kalau bibi Valencia adalah mama Valen kita bisa melarang mereka menikah. tapi kalau bibi Valencia bukan mama Valen, kita tidak ada hak melarang mereka," jawab Valen.
__ADS_1