Cinta Lama ( Hamil Bayaran Season 2 )

Cinta Lama ( Hamil Bayaran Season 2 )
Sakit Hati


__ADS_3

"Menuntut kami? ha-ha-ha, memangnya aku takut? lakukan saja! dan siapa yang akan masuk ke dalam penjara kita belum tahu. jangan lupa suamiku adalah orang kaya yang bisa menjatuhkan siapa saja. dan aku yakin perusahaanmu akan segera bangkrut dibuatnya," kecam Licone Claudia dengan bangga.


"Kau sedang mengancamku?" tanya Frankey yang sedang menahan emosi, ia sangat ingin menghajar wanita itu dengan tangan sendiri akan tetapi ia harus mengurungkan niatnya, karena ia tidak ingin putri kecilnya melihat tindakan kekerasan.


"Kau takut? kalau takut kau bisa saja meminta maaf padaku, dan menganti sejumlah uang karena


putrimu jahanam mu telah melukai putraku," kata wanita itu nada ketus.


"Jaga mulutmu Licone Claudia Smith!" bentak Frankey dengan nada tinggi sehingga mengejut semua orang yang ada di sana, banyak orang tua anak-anak lainnya yang menjemput anak mereka juga sedang melihat kejadian ini.


Frankey menarik krah baju wanita itu dengan erat dan mengancam," ingat baik-baik dengan perkataan ku hari ini! semua yang kau lakukan pada putriku, aku tidak akan tinggal diam. kau tidak perlu mengatakan seberapa hebat suamimu, karena dia juga akan segera mendapatkan berita buruk."


Licone Claudia tiba-tiba merasa merinding saat melihat kemarahan pria yang ada di hadapannya itu, terlihat sangat jelas aura membunuh dari mata seorang Frankey.


"Papa, gambarku sudah rusak karena dia," tangisan Valen yang merasa sedih dan menangis.


Frankey melepaskan tangannya yang sedang menarik krah wanita itu dengan kasar.


"Nanti kita akan melukis yang baru ya!" bujuk Frankey yang mengusap air mata putrinya.


"Mama..," ucap Valen yang merindukan mamanya.


"Masalah hari ini aku tidak akan diam begitu saja, ingat kalian semua!" kecam Frankey pada wanita itu dan juga guru sekolah.


Atas kejadian ini kepala sekolah datang dengan niat menyelesaikan permasalahan ini.


"Tuan Christoper, maaf atas kejadian yang menimpa Valen, kami akan bertanggung jawab sepenuhnya," ucap guru Valen.


"Tuan Christoper, Nyonya Smith, saya adalah kepala sekolah di sini, kita akan selesaikan masalah ini dengan secara damai," ujar kepala sekolah.


"Kalian sudah lalai saat menjaga putriku, bukankah ini adalah salah satu sekolah yang terbaik? dan bagaimana kalian bisa gagal sehingga terjadi hal yang seperti ini? kalau saja aku tidak datang apa yang akan terjadi pada putriku?" bentak Frankey pada mereka.


"Tuan Christoper, kami akan menanggung semua biaya untuk Valen," kata kepala sekolah.

__ADS_1


"Apa kamu mengira aku tidak sanggup untuk biaya pengobatan? aku tidak butuh biaya dari kalian. aku merasa sangat kecewa karena pengawasan kalian yang tidak cukup ketat sehingga terjadinya tindakan kekerasan," bentak Frankey dengan nada tinggi.


"Aku juga tidak akan tinggal diam, aku akan menuntut dia dan kalian," ketus wanita itu yang menunjuk jari ke arah Frankey dan kepala sekolah


"Licone Claudia, aku menunggu tuntutanmu kalau kau sanggup," jawab Frankey.


"Tuan, saya sudah menghubungi pengacara, mereka akan mengambil tindakan," ujar Kane.


"Mari kita ke rumah sakit!" ajak Frankey.


"Kalian semua ingat baik-baik aku akan menghancurkan kalian, sekolah ini sangat mengecewakanku, aku membayar mahal untuk putriku tapi kalian gagal melindungi putriku. sehingga dia mengalami banyak luka-luka," kecam Frankey yang kemudian melangkah menuju ke mobilnya sambil mengendong buah hatinya.


"Mama...mama...," tangisan Valen yang melihat gambar yang sudah berserakan di lantai.


"Kita akan mendapatkan masalah," kata salah satu guru itu pada kepala sekolah.


Semua yang datang menjemput anak mereka ada sebagian yang mengenal siapa ayah dari Valen Valencia. mereka pun mulai mencibir Licone Claudia yang menimbulkan keributan di sekolah.


"Gara-gara dia bisa saja anakku tidak bisa sekolah di sini lagi."


"Pria itu adalah Frankey Christoper seorang pengusaha sukses yang lima tahun lalu menuntut ayahnya sendiri karena bekerja sama dengan mafia, dan kini Josio Christoper harus meringkus dalam penjara karena kesalahan yang dia lakukan."


"Terhadap ayah sendiri saja dia tidak ragu, apa lagi dengan orang luar yang menyakiti putrinya.


Licone Claudia yang mendengar nama pria itu ia merasa merinding dan cemas pun melanda dirinya, ia baru sadar siapa pria itu. setelah menuntut ayahnya sendiri ia dikenal sangat tegas dan kejam sehingga tidak ada yang berani menyinggungnya.


"Dia adalah...?" tanya Licone Claudia pada mereka.


"Nyonya Smith, Anda sudah menimbulkan masalah besar,


Frankey Christoper yang menuntut ayahnya sendiri karena bekerja sama dengan mafia yang ingin menyakiti anak dan istrinya. dengan ayah sendiri saja dia tidak ragu apa lagi dengan orang luar," jawab salah satu wanita yang menjemput anaknya.


"Anda mencari masalah dengan orang yang salah."

__ADS_1


"Dan sekolah ini akan terjadi sesuatu karena ulahmu itu, kami malah harus mencari sekolah lain."


"Sangat menyusahkan sekali, walau pun dirimu kaya juga bukan berarti kau bisa sesuka hatimu saja."


"Maaf atas kejadian hari ini, kami akan berusaha untuk menyelesai masalah ini," ucap kepala sekolah yang berusaha untuk menenangkan orang tua murid-murid yang sedang memarahi Licone Claudia.


"Kami akan pindahkan sekolah anak kami!"


"Iya, saya juga tidak ingin anak saya sekolah di sini lagi."


Siang itu karena keributan yang terjadi membuat orang tua murid-murid meminta keluarkan anak-anak mereka dari sekolah itu. atas kejadian tersebut telah membuat mereka semakin khawatir dengan keselamatan anak-anak mereka sehingga mereka bertekad ingin segera pindah sekolah.



Frankey mengantar putrinya ke salah satu hospital terbaik di negara itu.


Valen menjalani pemeriksaan Viksum, hasil tersebut akan dijadikan sebagai bukti untuk menuntut dipelaku. selama menjalani pemeriksaan Valen sangat menurut tanpa merasa takut.


Setelah satu jam kemudian.


"Dokter, bagaimana dengan putri saya?"


"Tuan, tenang saja! nona hanya luka luar, walau hanya luka luar, bagi anak kecil ini sangat tidak wajar, setelah hasil pemeriksaan keluar kita akan tahu lebih lanjut. tapi menurut saya ini tidak membahayakan baginya," jelas dokter itu.


"Baiklah, hubungi saya setelah hasilnya keluar," jawab Frankey yang mengendong Valen yang telah ketiduran.


"Berani sekalinya dia menyakiti putriku, sedangkan aku sendiri saja tidak tega meninggikan suaraku di depannya, tapi wanita itu benar-benar sudah keterluan," batin Frankey.


Malam hari.


Valen sudah tidur karena obat dari dokter, Frankey duduk di samping putrinya ia merasa sakit hati melihat luka pada tangan, dahi dan bekas merah yang dilehernya.


"Putriku, papa berjanji tidak akan membiarkan siapa pun lagi yang menyakitimu," ucap Frankey yang mencium pipi putrinya.

__ADS_1


"Mama...," sebut Valen yang sedang tidur.


"Valencia, maafkan aku tidak bisa tepati janjiku padamu, aku tidak bisa menuruti permintaanmu itu," batin Frankey.


__ADS_2