
"Frankey, apakah selama ini kau mencintaiku? saat itu aku mengira aku hanyalah wanita bayaranmu, apakah saat ini kita akan selalu bersama?" batin Valencia.
Frankey terbangun dan membuka matanya, ia melihat gadis itu sedang menatapnya dengan dalam.
"Apa kamu tidak bisa tidur atau merindukan ku, sehingga melihat ku tidur?" tanya Frankey dengan senyum.
"Kenapa kau bisa tidur di sini? di sebelah masih ada kamar."
"Menurutmu apa aku harus tidur sendirian sedangkan istriku dan anakku ada di sini," ujar Frankey yang menyentuh wajah Valencia.
"Siapa yang istrimu? kita belum menikah."
"Kalau begitu kita menikah saja! dan kamu akan menjadi istriku," ujar Frankey yang mencium bibir Valencia.
"Jaga jarakmu! jangan dekat! tidak baik jika Valen melihat kita!" ujar Valencia yang melepaskan ciumannya.
"Menikahlah denganku dan kita akan hidup bahagia! kalau kamu masih merasa bersalah terhadap Ricky maka biar aku yang menjumpainya."
"Biarkan aku yang bicara dengan dia, karena ini adalah urusan kami berdua," ujar Valencia.
"Valencia, kau setuju menikah denganku?" tanya Frankey yang menyentuh wajah Valencia.
__ADS_1
"Apakah kita akan bahagia?"
"Tentu saja! kita saling mencintai dan kita juga memiliki seorang putri yang begitu lucu dan manis. kita akan bahagia," jawab Frankey dengan senyum.
"Apa yang harus ku lakukan untuk anak kita?"
"Tinggallah bersama kami! dan kita akan menjadi satu keluarga. ini adalah harapan putri kita juga."
"Jangan merasa ragu! kita berpisah karena kesalahpahaman dan bukan karena tidak saling mencintai, oleh sebab itu sudah waktunya kita hidup bersama."
"Mungkin aku akan merasa bersalah terhadapnya."
"Dia tidak akan menyalahkanmu! karena kita adalah pasangan yang saling mencintai dan telah memiliki seorang anak. besok ikut aku pulang. kita tidak akan berpisah lagi."
"Kenapa ucapkan terima kasih denganku? seharusnya aku yang harus berterima kasih padamu. karena telah melahirkan putri yang pintar dan lucu," kata Frankey.
"Dia sangat lucu dan pintar," ucap Valencia dengan senyum.
"Ada yang ingin ku tanyakan padamu."
"Tanya saja, ada apa?"
__ADS_1
"Apakah kau mencintainya?"
"Iya, aku mencintainya, karena selama ini dia selalu perhatian padaku. tanpa dia aku mungkin tidak akan hidup lagi."
"Aku sudah mengetahui kejadian lima tahun yang lalu, semua ini salahku karena tidak mengurus masalah ini dengan baik. setelah kau melahirkan, aku tidak berada di rumah sakit karena aku sedang menunggu kedatangan mafia itu di rumah. sehingga aku tidak tahu kalau kamu pergi meninggalkanku dan Valen."
"Kenapa kau menamakan putri kita Valen Valencia?"
"Valen Valencia adalah namamu, putri kita adalah buah hati kita dari hasil cinta kita. oleh sebab itu aku menamakan Valen Valencia," jawab Frankey yang mencium bibir Valencia dan sesaat kemudian ia melepaskan ciumannya.
"Valencia, mulai hari ini jangan mencintai pria lain lagi! lupakan dia karena pria yang di masa depanmu adalah aku!"
"Aku tahu apa yang harus ku lakukan, aku mencintainya tapi aku lebih tidak ingin kehilangan Valen. aku akan merasa menyesal kalau aku kehilangan Valen dan kamu. aku sudah kehilangan kalian berdua selama lima tahun dan aku tidak akan ingin terulang lagi."
"Tidak akan terulang lagi! aku berjanji padamu kita akan bersama selamanya," ucap Frankey.
Valencia memeluk Frankey dengan erat dan mencium bibir Frankey.
"Aku tidak sabar mendirikan rumah tangga denganmu, aku bekerja di luar dan kamu menemani putri kita di rumah. saat aku pulang aku melihat dua wanita yang paling ku cintai sedang menungguku di rumah," ujar Frankey.
Frankey mengeluarkan kalung yang dia gantung di lehernya, terlihat sebuah cincin yang digantung di kalung itu, lalu ia melepaskan cincin tersebut dan menyarungkan ke jari manis Valencia.
__ADS_1
"Cincin ini sudah ku simpan selama lima tahun, selama ini dia menunggu majikannya. dan kini...kau sudah kembali dan kau harus memakainya," ucap Frankey.