Cinta Lama ( Hamil Bayaran Season 2 )

Cinta Lama ( Hamil Bayaran Season 2 )
Cerita Masa Lalu


__ADS_3

Valen lalu berdiri dan jalan mendekati Markus, Markus yang melihat gadis mungil itu ia merasa bahagia yang tak terbayangkan lagi.


"Kakek Paman, ingin mencari siapa? kenapa kakek paman sangat mirip dengan papa Valen?" tanya Valen dengan polos.


"Gadis kecil, apakah menurutmu kakek sangat mirip dengan papamu?" tanya Markus sambil berjongkok dan bertatapan dengan Valen.


"Alis kakek sangat tebal sama dengan papa Valen, dan hidung kakek juga mancung sama seperti papa Valen," jawab Valen dengan terus terang.


"Valen, apakah berharap bisa memiliki seorang kakek?"


"Valen tidak memiliki kakek selama ini, jadi mana mungkin Valen bisa punya kakek," jawabnya.


"Valen, ini boneka untukmu!" kata Markus yang memberikan hadiah itu kepada cucunya.


Valen menaroh kedua tangannya ke belakang, ia sambil memundurkan langkah dan tersenyum.


"Kenapa, apakah Valen tidak menyukainya?"


"Papa pernah pesan jangan terima barang dari orang asing," jawab Valen.


"Valen, kakek bukan orang lain. kita sudah saling kenal."


"Tapi Valen belum pernah bertemu dengan kakek."


"Gadis kecil, kakek sudah kenal dengan papamu begitu lama. terima saja tidak apa-apa," bujuk Markus.


"Valen tidak bisa menerima pemberian kakek, lagi pula boneka Valen sudah banyak. papa dan mama semalam beli lagi," jawab Valen.


"Valen, ini adalah kado khusus dari kakek," ujar Markus.


"Maaf, Kakek. Valen tidak bisa menerimanya, kecuali papa yang mengizinkannya. dan kenapa Kakek paman bisa masuk tanpa meminta izin dulu?" tanya Valen dengan terus terang.

__ADS_1


"Valen, kakek ingin bertemu dengan papamu sebentar," ujar Markus dengan senyum.


"Walau begitu kakek paman juga harus menunggu di luar, karena pemilik rumah ini belum mengizinkan kakek paman masuk," kata Valen.


"Ha-ha-ha-ha...pintar sekali, Valen, kamu baru berusia lima tahun tapi seperti orang dewasa saja."


"Valen memang sudah dewasa, hanya usia saja masih kecil," jawab Valen.


"Valen...," suara panggilan Frankey dan melangkah ke ruang tamu.


"Papa...Kakek Paman ini kenapa bisa mirip dengan papa?" tanya Valen dengan polos.


"Valen, masuk ke kamar ya!" ujar Frankey melangkah menghampiri putrinya.


"Iya, Pa," jawab Valen yang berlari menuju ke kamar.


"Frankey...," sapa Markus.


"Apakah kita bisa berbicara sebentar?"


"Silakan duduk!" ucap Frankey.


Markus dan Frankey duduk bersama di ruang tamu.


"Maaf, atas kejadian di ceko. bagaimana dengan kondisi Valen?" ucap Markus.


"Dia sudah baikkan dan tidak ingat kejadian itu lagi. aku juga tidak berharap dia bisa mengingatnya," jawab Frankey.


"Semua adalah kesalahan Ricky dia sangat menyesalinya, selama ini aku juga ingin datang ke sini. akan tetapi aku tidak ingin mengejutkan Valen," kata Markus.


"Tidak ada gunanya dia menyesal karena semuanya sudah terjadi, Valen sekarang sudah baikkan dan aku juga tidak ingin lagi membahasnya," kata Frankey.

__ADS_1


"Semua ini sangat kebetulan sekali, kalian berdua mencintai wanita yang sama. sangat tidak ku sangka," ujar Markus.


"Apakah tujuanmu ingin aku melepaskan Valencia agar Ricky bisa bersamanya?" tanya Frankey.


"Bukan begitu maksudku, aku juga tidak berniat untuk memisahkan kalian," jawab Markus.


"Kalau pun berniat juga tidak akan bisa, karena Valencia adalah ibu dari anakku dan hanya dia yang akan menjadi istriku," ujar Frankey dengan tegas.


"Aku mengerti hubungan kalian sangat dalam dan tidak ada yang bisa memisahkan kalian berdua," kata Markus.


"Lantas, apa sebabnya Anda datang kemari?"


"Sebenarnya aku dan mamamu sudah kenal sejak dulu dan Josio juga," ucap Markus.


"Mamaku?"


"Iya, Diana adalah wanita yang paling ku cintai, dan Josio adalah sahabatku," jawab Markus.


"Aku tidak pernah mendengar papaku mengungkitnya, paman Carlos juga tidak pernah mengatakannya," ujar Frankey.


"Karena hubunganku dengan mamamu tidak diketahui oleh Josio, dan hanya Carlos yang mengetahuinya," kata Markus.


"Kenapa kamu meninggalkan mamaku kalau kamu mencintainya?"


"Karena dia dan Josio adalah pasangan suami istri."


"Itu bukan alasan yang tepat, cinta itu harus perjuangkan dan bukan hanya mencintainya dan kemudian meninggalkan dia," ujar Frankey.


"Aku menyesal setelah mendengar dia meninggal," ucap Markus.


"Kalau saja saat itu kamu membawanya maka dia tidak akan meninggal, mama melahirkan ku dan tetap saja mendapatkan perlakuan buruk dari papaku yang tidak ada perasaan itu," kata Frankey yang merasa kesal.

__ADS_1


__ADS_2