
Hotel.
Janet membawa Ricky ke salah satu hotel mewah. mereka berada di kamar hotel dan berciuman di atas kasur dan saling berpelukan.
"Aku harus bisa melupakan Valencia, dengan begitu kami akan hidup bahagia dan melupakan masa lalu," batin Ricky.
Ricky yang telah sadar dari mabuk, ia melepaskan pakaian yang menutupi tubuh Janet sehingga tanpa sehelai benang. setelah itu ia juga melepaskan pakaian sendiri.
Kini mereka sama-sama tanpa balutan apapun di tubuh mereka. Janet yang memiliki paras yang cantik dan juga tubuh yang sangat seksi membuat pria itu tergoda dan semakin berna*su.
"Ricky, berjanji padaku setelah ini kau akan menikahiku dan jangan pernah melirik wanita lain selain aku," ucap Janet.
"Aku akan berusaha mencintaimu," ujar Ricky dan melanjutkan ciumannya.
Rickey meremas dua benjolan kenyal dan menghisapnya dengan rakus. bagi Ricky ini adalah pertama kalinya ia melakukan hubungan intim dengan seorang wanita.
Tidak lama kemudian Ricky memasukan pusakanya dan mulai menusuk sedalam-dalamnya sehingga bagian inti wanita itu mengeluarkan darah.
"Aargh...," rintihan Janet yang kesakitan.
__ADS_1
"Ini pertama kali bagimu," kata Ricky yang melihat bagian kewani.taan Janet yang berdarah.
"Iya, malam ini aku menyerahkan harta yang paling berharga untukmu, kau jangan membuatku kecewa," jawab Janet yang sedang menahan sakit.
Ricky melakukan gesekan dengan lembut dan sambil mencium bibir wanita itu, ia merasakan nikmatnya hubungan intim dengan Janet yang sudah kenal lama dengannya.
"Aarrgh...," rintihan Janet yang mengeluarkan air mata.
"Aku lebih berharap kalau wanita yang di bawahku adalah Valencia, tapi keinginanku hanya sebuah mimpi yang tidak akan terkabulkan sampai kapanpun," batin Ricky.
Ricky melakukan pergerakan sambil menahan pinggang wanita yang dia kuasai. Janet pasrah menyerah diri pada pria yang telah mencuri hatinya dari sejak dulu.
Setelah beberapa saat kemudian Ricky menghentikan gerakannya. ia langsung mengeluarkan pusakanya, tanpa kecupan ia pun menuju ke kamar mandi dan membersihkan dirinya. Janet merasa agak kecewa karena setelah pria itu mendapatkan kepuasan meninggalkan dirinya begitu saja tanpa ada senyuman dan ucapan mesra.
Ricky menghidupkan air shower, ia berdiri di bawah air yang berjatuhan ke seluruh tubuhnya itu.
"Apa yang sudah ku lakukan? walau aku sangat menikmatinya tapi aku masih tidak bisa mencintainya. dia masih perawan dan aku telah mengambilnya karena tidak bisa menahan diri," batin Ricky.
"Apakah aku perlu mencoba untuk bersama dengan Janet? agar aku bisa melupakan masa laluku? mungkin saja aku harus berusaha agar aku bisa mencintainya. dan aku juga harus bertanggung jawab atas semua yang telah ku lakukan," gumam Ricky.
__ADS_1
Setelah selesai mandi Ricky berjalan menuju ke arah kasur yang di mana Janet sedang duduk bersandar dan menutupi dirinya dengan selimut.
"Janet, maafkan aku karena-" ucap Ricky yang dipotong oleh Janet.
"Kau menyesal?" tanya Janet yang kecewa.
"Bukan, aku hanya merasa bersalah karena...aku terburu-buru. dan aku mabuk sehingga tidak bisa menahan diri," jawab Ricky.
Janet memegang tangan pria dan mendekatkan ke dadanya yang tanpa balutan apapun," aku sendiri yang rela, bukan salahmu. Ricky, selama ini aku menunggumu. walau di saat itu kau bersama dengannya aku tetap menantimu. aku yakin suatu saat kau pasti akan mendatangiku. dan kali ini aku tidak ingin melepaskanmu."
"Terima kasih karena menemaniku di saat ini, aku akan bertanggung jawab," ucap Ricky.
"Ricky, berjanjilah padaku. berikan aku ruang untuk menetap di hatimu. aku akan melakukan apa saja agar dirimu bisa mencintaiku," kata Janet.
"Janet, mulai hari ini kita akan berkencan dan kalau kita masih saling mencintai setelah satu tahun kemudian. kita akan menikah," kata Ricky.
"Baiklah, aku akan menunggu lamaranmu," jawab Janet dengan senyum.
Ricky duduk berhadapan dengan Janet dan memeluk wanita itu dengan erat. hatinya yang sedang hampa merasa agak terhibur oleh kehadiran Janet yang sudah menyerah diri padanya.
__ADS_1
"Mungkin saja dengan cara ini aku bisa melupakan Valencia," batin Ricky.