Cinta Lama ( Hamil Bayaran Season 2 )

Cinta Lama ( Hamil Bayaran Season 2 )
Saling Mengakui


__ADS_3

"Jangan pernah melepaskan cincin ini, pakailah hingga akhir hayat kita, kita akan kembali ke paris dan menikah di sana!"


"Aku akan menjumpai Ricky dan berbicara dengan dia," ujar Valencia.


"Aku akan menemanimu!"


"Tidak perlu! aku akan pergi sendiri."


"Baiklah, tapi berjanji denganku jangan mencintai dia lagi dan ingat calon suamimu adalah aku dan putri kita sedang menunggumu."


"Kapan aku bisa mengakui Valen?"


"Besok aku akan memberitahu dia," jawab Frankey yang mencium wajah Valencia.


Keesokan harinya.


"Selamat pagi, sayang," ucap Valencia yang mencium pipi putrinya yang baru bangun.


"Selamat pagi, Bibi," balas ucapan Valen yang sambil mengucek matanya.


"Bagaimana dengan tidurmu, sayang?"


"Valen tidur dengan nyenyak, dan nyaman sekali bisa tidur di pelukan bibi," jawab Valen dengan senyum.


"Mari cuci muka dulu, papa sedang menyiapkan sarapan di dapur. sebentar lagi kita akan makan bersama," ujar Valencia yang mengendong Valen dan menuju ke kamar mandi.


"Apa mau bibi mandikan?" tanya Valencia yang sambil mengendong putrinya.


"Tidak...tidak...Valen mandi sendiri saja!"

__ADS_1


"Kenapa, apakah Valen malu?" tanya Valencia sambil mengelitik putrinya.


"He-he-he-he," suara tawa Valen yang merasa geli.


"Valen bisa mandi sendiri, selama ini Valen mandi sendiri," jawab Valen.


"Baiklah, sayang. bibi akan siapkan air untukmu. kamu mandi saja di bathub ya."


"Valen bisa isi air sendiri, hidupkan krannya dan isi airnya setengah saja, biasa Valen melakukan sendiri di rumah."


"Pintar sekali, bibi pergi ambil pakaian untukmu," kata Valencia yang menurunkan putrinya.


"Kenapa bibi ada pakaian untuk anak kecil? apakah bibi sudah memiliki anak?" tanya Valen yang merasa penasaran sambil menghidupkan kran.


"Iya, bibi memiliki seorang putri yang manis dan lucu, bibi membeli gaun untuknya," jawab Valencia dengan senyum.


"Bibi pasti sangat sayang dengan anak bibi, dan di mana dia sekarang?"


"Iya, Bi."


Setelah beberapa menit kemudian Valen selesai mandi, ia pun mengenakan gaun bermotif hello kitty yang berwarna merah. serta bando yang menghias kepalanya, rambut panjangnya di ikat terbelah dua. wajah bulatnya terlihat sangat manis dan lucu.


Valencia mengendong Valen menuju ke dapur yang di mana Frankey sedang menyiapkan sarapan untuk mereka.


"Papa, selamat pagi," ucap Valen yang digendong oleh Valencia.


"Selamat pagi, sayang. gaun mu ini sangat cantik sekali. apakah bibi yang membelikan untukmu? dan ikat rambutmu juga cantik," tanya Frankey dengan senyum.


"Iya, Pa. bibi membelinya untuk putri bibi. nanti Valen ingin mengantinya dengan gaun baru punya Valen," jawab Valen.

__ADS_1


"Bibi, Valen masih ada gaun baru, nanti Valen ganti ya."


"Tidak perlu, sayang. gaun ini khusus untukmu," jawab Valencia yang mencium pipi putrinya.


"Bukankah untuk putri bibi?" tanya Valen.


"Valen, ada yang ingin papa katakan padamu, sebenarnya bibi ini adalah mama kandungmu," ujar Frankey.


"Apa, bibi adalah mama Valen?" tanya Valen yang merasa tidak percaya.


"Iya, bibi adalah mamamu, Valen," jawab Frankey.


"Kenapa Valen tidak tahu?" tanya Valen yang melihat Valencia.


"Putri mama yang baik, ini salah mama karena meninggalkanmu, mama tidak tahu bagaimana harus mengakui di depanmu. mama takut Valen tidak menerima mama," ujar Valencia dengan mata berkaca-kaca.


"Mama, Valen selama ini selalu menunggu kepulangan mama, mana mungkin Valen tidak menerima mama. apakah mama akan pergi lagi?" ucap Valen yang mengeluarkan air mata.


"Mama tidak pergi lagi, untuk selamanya mama berada di sisi Valen," jawab Valencia dengan mencium pipi putrinya.


"Mama berjanji ya dengan Valen tidak akan pergi lagi!" ucap Valen yang menyeka air mata Valencia.


"Mama berjanji tidak akan pergi meninggalkan Valen lagi," kata Valencia dengan senyum.


Valen mencium wajah Valencia dengan senyum bahagia dan sambil melingkar kedua tangan mungilnya ke leher Valencia.


Frankey merasa bahagia melihat putri dan calon istrinya telah saling mengakui.


"Kita sarapan dulu, setelah itu kita bantu mama kemas barang dan pulang bersama kita," ujar Frankey yang mengelus rambut putrinya.

__ADS_1


"Hore....akhirnya Valen sudah menemukan mama," teriak Valen dengan girang.


__ADS_2