Cinta Lama ( Hamil Bayaran Season 2 )

Cinta Lama ( Hamil Bayaran Season 2 )
Menjadi Warga Ceko


__ADS_3

"Bibi cantik itu memiliki mata yang indah, hidung yang mancung, dan bibir yang tipis serta rambut panjang. selesai," ucap Valen yang baru selesai mengambar.


"Woaah...sudah larut malam, lebih tidur lagi. kalau papa melihatku masih belum tidur dia pasti marah," gumam Valen.


Valen kemudian naik ke atas kasur dan berbaring sambil memeluk bonekanya, tidak lama kemudian gadis kecil itu pun ketiduran.


Sementara Ricky masih berada di luar bersama dengan Frankey.


"Aku tidak menyangka Valen bisa begitu merindukan seorang ibu yang dia belum temui, kasihan sekali," ucap Ricky sambil meneguk minuman.


"Benar! selama ini Valen selalu ingin bertemu dengan mamanya. walau dia belum pernah bertemu dengan mamanya, rasa rindunya sangat dalam."


"Frankey, apakah kamu tidak ingin mempertimbangkan dengan baik?"


"Mempertimbangkan apa?"


"Untuk menikah, demi Valen. berilah sebuah keluarga yang sempurna untuk gadis kecil itu. aku memiliki banyak teman wanita yang bekerja sama denganku, aku yakin kalian pasti akan menjadi teman baik."


"Kamu jangan lupa aku juga seorang pebinis dan mengenal banyak wanita," kata Frankey yang sambil meneguk minuman.


"Lalu, kenapa kau tidak mencoba untuk menjalaninya?"


"Aku tidak bisa asal mencari seorang wanita untuk dinikahi, aku tidak mau ada pernikahan ini," kata Frankey dengan tegas.


"Kasihan Valen yang membutuhkan kehadiran seorang ibu."


"Sebelum mamanya ditemukan, aku bisa berperan sebagai papa dan mamanya, jadi aku juga tidak mau sembarang menikah dengan seorang wanita karena ingin dia menjadi ibu dari Valen."


"Aku tidak tahu mau bicara apa denganmu? tidak tahu harus menilai dirimu pintar atau bodoh."


"Ricky, menikah demi memberi Valen sebuah keluarga sederhana tidak semudah itu. siapapun wanita itu tetap saja dia tidak bisa melupakan mamanya. dan aku juga tidak ingin melakukan perkara bodoh seperti ini," ucap Frankey sambil menuang minuman."


"Kau ini...menikah dianggap perkara bodoh," ujar Ricky.


"Menikah dengan wanita yang kita cintai lebih bahagia, dan aku telah terlewatkan dia."


"Apa kau menyesal?"


"Tentu saja aku sangat menyesal, aku kehilangan dia di saat itu, dia seperti lenyap tidak tahu kemana. aku sangat berharap dia akan segera kembali."


"Kalau saja kalian tidak bisa bertemu kembali, apakah kau masih akan tetap mencari?"


"Iya," jawab Frankey yang menghabiskan minuman dalam sekali tegukan.


"Apakah selamanya kau tidak akan menikah walau dia tidak kembali?"


"Tidak akan! aku hanya akan menikah dengan dia."

__ADS_1


"Mungkin pria sepertimu sudah lenyap di dunia ini. cintamu bisa begitu dalam terhadap dia," ucap Ricky.


"Bukankah kamu juga begitu? menunggu selama lima tahun dan akhirnya dirimu berhasil mendapat hatinya. hanya saja kondisi kita berbeda."


"Selama lima tahun dia berada di sisiku. dan setiap hari aku masih bisa melihatnya dan kemudian aku melamarnya dan untung saja dia langsung menerimaku."


"Kau memiliki kesempatan karena selama ini dia tidak pergi, berbeda dengan ibunya Valen. hingga kini aku masih belum ada kabarnya."


"Bagaimana, kalau....dia sudah menikah?"


"Aku akan mendoakan dia."


"Kau tidak akan merebutnya kembali?"


"Merebutnya kembali hanya akan membuat dia semakin menderita, aku ingin dia bersamaku tanpa ada tekanan."


"Kau patut diacungi jempol karena mencintai seorang wanita yang selama ini masih belum diketahui jejaknya,"ucap Ricky.


"Bagaimana pernikahanmu dengan wanita pilihanmu itu?"


"Kami sangat bahagia, selama ini aku tidak sabar ingin segera menikahi dia," jawab Ricky dengan senyum.


"Selamat untukmu!"


"Terima kasih," ucap Ricky yang bersulang dengan sahabatnya itu.


"Cheers...."


"Terima kasih."


Di malam itu dua pria itu menghabiskan beberapa botol minuman. setelah pukul 01.00 Ricky baru meninggalkan kediaman sahabatnya itu.


Sementara Frankey menuju ke kamar putrinya dan memastikan apakah sang buah hatinya sudah tidur atau belum.


Frankey tersenyum saat melihat putri kecilnya yang sedang tidur ditutupi selimut tebal sambil memeluk bonekanya.


"Maafkan Papa, sayang. hingga saat ini mamamu juga belum ditemukan," ucap Franky yang duduk di samping kasur putrinya.


Frankey duduk selama beberapa saat sambil mengelus kepala si gadis kecil itu. dan kemudian ia beranjak dari kamarnya


Keesokan harinya.


"Bagaimana dengan tidurmu semalam, Valen?"


"Papa, Valen tidur dengan baik."


"Siang nanti kita akan bertemu lagi dengan paman!"

__ADS_1


"Aku ingin makan ayam goreng, Pa!"


"Pesan saja apa yang kamu suka!"


"Hore... dapat makan ayam goreng," jawabnya dengan girang.


Nada panggilan berbunyi di handhpone milik Frankey.


"Hallo, ada apa?" tanya Frankey yang menjawab panggilan tersebut.


"Tuan, ada data nama Valencia Valentina yang tercatat sebagai warga negara ceko."


"Warga negara ceko? apakah kamu sudah mendapatkan alamatnya?"


"Belum, Tuan. karena awalnya dia tinggal di sebuah hotel dan kemudian tidak ada kabarnya lagi, saya akan menyelidiki tempat tinggalnya."


"Segera lakukan!" perintah Frankey.


"Baik, Tuan."


Frankey merasa gembira saat mendapatkan berita Valencia yang sudah dia cari selama lima tahun lamanya. akan tetapi ia belum bisa memberitahu pada sang buah hatinya.


"Akhirnya aku sudah mendapatkan dia ada di ceko selama ini. selama lima tahun dia tinggal di negara ini. Valencia, akhirnya aku menemukan mu. aku ingin selesaikan kesalahpahaman ini yang sudah begitu lama. apapun kondisimu aku tetap ingin membawamu pulang bersamaku," Batin Frankey.


"Valen, bersiap-siaplah! kita akan makan siang nanti!" ujar Frankey yang mengendong putrinya.


"Iya...iya...kita akan makan siang," sahutnya dengan girang.


Di sisi lain Ricky sedang menjemput Valencia untuk bertemu dengan sahabatnya itu.


Seperti biasa Valencia yang hanya mengunakan bedak tipis dan lipstik yang berwarna oren soft. rambut panjang lurus dilepas tanpa ikatan apapun, selama ini Valencia selalu saja tampil sederhana dan kelihatannya tetap cantik.


"Semalam kamu pulang jam berapa? sepertinya kamu minum cukup banyak?" tanya Valencia yang sedang mengenakan jaket tebal.


"Kami minum hingga larut malam, dan rasa ngantukku masih terasa hingga sekarang," jawab Ricky yang sedang duduk di sofa.


"Lain kali jangan minum terlalu banyak, sangat bahaya bagimu membawa mobil sendiri," ujar Valencia.


"Baiklah, istriku. lain kali aku akan mengurangi minumannya. dan gadis kecil itu sangat lucu sekali. dia sangat pintar dan manis."


"Kelihatannya kalian berdua ini sudah akrab," ujar Valencia.


"Dia sangat ramah dan sudah dua tahun tidak melihatnya dan dia juga semakin pintar dan lucu," ucap Ricky.


"Valencia, bagaimana kalau kita menjadikan sebagain anak angkat kita?"


"Apa kamu begitu menyukainya, sehingga ingin mengangkatnya menjadi putri angkat kita," ucap Valencia.

__ADS_1


"Benar sekali," jawab Ricky dengan senyum.


"Aku sudah siap, mari kita pergi!" ajak Valencia yang melangkah menuju ke pintu dan diikuti oleh Calon suaminya.


__ADS_2