
Bruk...
"Aarrggh...."
"Frankey, kita harus ke rumah sakit dulu. Valen terluka," kata Valencia mengendong putrinya yang menuju ke mobilnya.
"Barned, kurung dan patahkan tulang-tulang mereka!" perintah Frankey yang menghentikan aksinya, dan kemudian ia menuju ke mobil.
Perjalanan.
Selama perjalanan Valen menangis tidak berhenti, gadis kecil itu mengalami situasi yang menakutkan dan juga cedera di kepalanya. Frankey mengunakan sapu tangan mengelap wajah putrinya yang berlumuran darah, sementara Valencia menyetir dengan perasaan cemas.
"Valen, jangan takut! Valen sudah aman, kita akan sampai ke rumah sakit," bujuk Frankey yang mengeluarkan air mata karena sakit hati melihat buah hatinya yang terluka dan menangis. Frankey yang telah terluka ia menahan sakit sambil memeluk Valen yang duduk di pangkuannya.
"Kita hampir tiba ke rumah sakit, Valencia hati-hati jangan cemas!" ujar Markus yang duduk di belakang bersama Frankey.
"Iya, Paman," jawab Valencia.
"Valen, kita sudah hampir tiba, jangan takut lagi ya," bujuk Markus.
__ADS_1
"Papa, mereka jahat," tangisan Valen yang sambil memeluk ayahnya.
"Iya, mereka jahat, papa tidak akan melepaskan orang yang pernah menyentuhmu, sayang," jawab Frankey yang membujuk putrinya.
Setelah beberapa menit kemudian mereka tiba di depan rumah sakit.
Frankey langsung berlari sambil mengendong putrinya menemui dokter, sementara Valencia memapah Markus yang masih kesakitan akibat pukulan yang dia alami.
Mereka bertiga menerima perawatan, dan hanya Valencia yang menunggu di luar.
Ia sangat cemas dengan kondisi calon suaminya dan juga putri kesayangannya.
"Bagaimana dengan lukamu?" tanya Valencia.
"Sudah dikeluarkan pelurunya, dan sudah jahit," jawab Frankey.
"Duduklah dulu! aku pergi ambilkan air untukmu!" ujar Valencia yang memapah calon suaminya duduk di kursi.
"Valencia, aku tidak haus, duduklah bersamaku!" kata Frankey yang menarik lengan wanita itu, dan kemudian mereka pun duduk bersama.
__ADS_1
"Apakah lukamu sangat dalam?" tanya Valencia.
"Luka ini tidak sebanding dengan luka yang di alami oleh Valen, dia masih kecil dan tidak seharusnya mengalami kekerasan seperti ini," jawab Frankey yang sakit hati mengingat kondisi putrinya.
"Barned tadi datang, dia mengatakan pelakunya adalah Cici. dan sekarang dia menyuruh temannya menangkap wanita itu," ujar Valencia.
"Tidak ku sangka wanita itu begitu nekad melakukan hal bodoh ini, aku tidak akan diam saja. berani menyakiti putriku maka dia akan tamat," ucap Frankey.
"Paman Markus juga dipukul oleh mereka, dia datang ingin melihat Valen. Frankey, apakah aku bisa meminta sesuatu denganmu?" tanya Valencia.
"Valencia, kamu tidak perlu bertanya atau meminta izin, semua yang ku miliki adalah milikmu juga," jawab Frankey dengan senyum.
"Apakah bisa aku mengakuinya sebagai mertuaku, dan Valen mengakuinya sebagai kakek?" tanya Valencia.
Frankey langsung terdiam dengan pertanyaan wanita itu.
"Aku tahu kamu masih marah, tapi dia tidak tahu bahwa mamamu sedang hamil di saat itu. dan aku yakin paman pasti sangat menyesalinya. selama ini Valen juga sering bertanya mana kakek dan nenek. kau juga tahu aku dan papaku sudah tidak saling menghubungi. dia tidak peduli padaku. berbeda dengan paman, dia sangat peduli padamu dan merasa bersalah. dan dia juga berusaha ingin menyelamatkan putri kita," kata Valencia.
"Frankey, anggap saja kamu memaafkan paman demi putri kita. berikan waktu kepada paman. kalau saja dia terjadi sesuatu kita pasti akan menyesal. kenapa kita tidak memberi kesempatan kepada orang yang sudah menyesal? kalau ingin dibandingkan paman dan papaku, paman masih jauh lebih baik. setidaknya paman masih ingin bertanggung jawab," lanjut Valencia.
__ADS_1