
Beberapa hari kemudian.
Valen telah sadar dan duduk di pangkuan Frankey sambil memeluk bonekanya, kepalanya masih dililit oleh perban.
"Sayang, makan bubur ikan dulu ya, mama masak khusus untukmu," ucap Valencia yang ingin menyuapi putrinya.
"Iya, Ma," jawab Valen dengan patuh.
"Apakah Valen suka dengan makanannya?" tanya Frankey.
"Masakan mama sangat enak, kapan Valen bisa pulang, Pa?" tanya Valen.
"Dua hari lagi ya, untuk pemeriksaan rutin," jawab Frankey.
"Frankey, bagaimana dengan lukamu, apakah masih sakit?" tanya Valencia.
"Tidak sakit lagi, hanya luka ringan," jawab Frankey.
"Papa, di mana mereka?"
"Mereka sudah dibawa pergi dan menerima balasannya," jawab Frankey.
"Papa, Valen ingin cepat pulang ke rumah," kata Valen sambil mengunyah makanan.
"Dua hari lagi kita akan pulang, sayang," ujar Valencia.
"Sabar ya! hanya dua hari saja. papa dan mama akan menemani Valen di sini!" ucap Frankey.
__ADS_1
"Papa masih terluka dan harus dirawat juga!" kata Valen.
"Luka papa hanya luka ringan saja, tidak masalah," jawab Frankey dengan senyum.
"Valen, beritahu mama! apa yang Valen ingin makan mama akan memasaknya untukmu," ujar Valencia.
"Mama, Valen ingin makan bubur ikan bakar," jawab Valen.
"Baik, sayang. mama akan memasak apa saja yang kamu suka," jawab Valencia.
"Papa, di mana kakek paman?" tanya Valen.
"Kenapa Valen mencarinya?" tanya Frankey.
"Setiap hari kakek paman pasti datang ke sini sebelum papa dan mama datang," jawab Valen.
"Iya, Ma. kakek paman datang bicara dengan Valen, dan boneka ini adalah hadiah dari kakek paman," jawab Valen sambil memeluk boneka itu.
"Valencia, aku mengira boneka ini kamu membawanya dari rumah," ujar Frankey.
"Bukan aku! aku malah mengira kamu membeli baru untuk putri kita," jawab Valencia.
"Aku tidak menyangka dia datang setiap hari," ucap Frankey.
"Frankey, paman sudah menyesalinya, jangan marah lagi padanya, paman sudah berusaha melindungi putri kita. dan aku yakin paman datang dan cepat pergi karena beliau sadar kalau kamu tidak ingin bertemu dengannya," bujuk Valencia.
"Papa, kakek paman saat itu dipukul oleh mereka karena Valen, kakek paman berusaha untuk melindungi Valen. Papa, kenapa kita tidak mengizinkan kakek paman tinggal bersama kita? apakah kakek paman adalah kakek Valen?" tanya Valen.
__ADS_1
"Sayang, betul katamu. kakek paman adalah kakekmu. jadi, lain kali kalau bertemu lagi, Valen harus memanggil kakek!" jawab Valencia.
"Baik, Ma," jawab Valen.
"Papa, apakah bisa biarkan kakek tinggal bersama kita?"
"Apakah Valen sangat menyukai kakek?" tanya Frankey.
"Kakek sangat sayang dengan Valen, dan Valen juga sangat sayang dengan kakek. jadi, Valen ingin kita berkumpul bersama!" jawab Valen.
"Papa, apakah Valen bisa meminta sesuatu?"
"Putri papa bebas minta apa saja," jawab Frankey dengan senyum.
"Setelah pulang ke rumah apakah kita bisa makan bersama dan mengajak kakek bergabung dengan kita?" tanya Valen.
Frankey langsung terdiam mendengar permintaan putrinya itu, ia masih belum menerima kehadiran ayah kandungnya.
"Frankey, lakukan demi putri kita! putri kita akan lebih bahagia ketika dia mendapatkan kasih sayang dari seorang kakek, dan aku yakin kamu juga tidak ada beban pikiran lagi kalau kamu memutuskan untuk menerimanya!" kata Valencia.
"Valencia, aku...."
"Jangan kecewakan putri kita! dia hanya butuh seorang kakek," ucap Valencia.
"Maafkan saja! paman juga tidak sengaja, sebenarnya yang menyebabkan bibi meninggal adalah Josio bukan paman, kita semua menderita selama ini karena dia. bukankah begitu?" ucap Valencia.
"Apakah kamu juga mendukung kalau aku mengakuinya?"
__ADS_1
"Aku mendukungmu, berbaktilah di saat masih ada, agar tidak ada penyesalan di kemudian hari," ujar Valencia.