
"Natalie, lepaskan tanganmu!" pinta Ricky yang melepaskan tangan wanita itu yang sedang memeluknya. Ricky memundurkan langkahnya untuk menjaga jarak dari mantannya itu
"Kenapa kau menjauh dariku?" tanya Natalie yang merasa kecewa melihat pria itu menjaga jarak darinya
"Seharusnya kita menjaga jarak dan jangan mendekati aku lagi!"
"Begitu cepat kau berpaling dariku? hanya setahun saja kau sudah jatuh cinta padanya dan melupakan aku? atau kau hanya menganggap dia sebagai pengantiku?"
"Kau salah! dia bukan penganti, tapi dia adalah wanita yang menyembuhkan lukaku."
"Tidak mungkin! kita pernah berjanji untuk saling mencintai hingga selamanya. apa kau sudah lupa?"
"Aku ingat dan tidak mengingkar janjinya, tapi saat itu kau melupakan janji kita dan pergi tanpa pamit, selama setahun aku menunggu kepulanganmu dan mencarimu. tapi, kau tidak muncul. kau pergi begitu saja dan tanpa sebab. aku tidak tahu apa salahku sehingga kau melakukan ini padaku," kata Ricky yang menahan emosi.
"Kita bisa kembali bersama, aku sudah pulang," ujar Natalie yang menghampiri Ricky.
"Jangan mendekatiku lagi! aku sudah memiliki calon istri, aku tidak ingin karena kemunculanmu menghancurkan hubungan kami berdua," ucap Ricky dengan tegas.
"Apa dia begitu penting bagimu?"
"Penting! sangat penting! aku menunggu dia selama lima tahun dengan harapan agar bisa menikahinya dan akhirnya dia luluh dan setuju dengan lamaranku."
"Ricky, aku selama ini mencintaimu, aku pergi karena permintaan paman, dia yang memaksaku pergi meninggalkan mu dan bukan aku yang ingin pergi," jelas Natalie sambil menangis.
"Papaku yang menyuruhmu pergi?" tanya Ricky serasa tidak percaya.
"Benar! paman membantah kita berdua, dia tidak pernah suka aku bersamamu. dia mengancamku kalau aku tidak pergi maka keluargaku akan hancur," jelas Natalie yang berusaha menyakinkan pria itu.
"Dan kenapa kau pulang?"
"Orang tuaku sudah meninggal karena sakit, dan tidak ada lagi yang harus ku takutkan. aku memberanikan diri untuk mencarimu dan aku berharap aku bisa mendapatkanmu kembali. tapi...kelihatannya kau sudah melupakanku," ujar Natalie yang merasa kecewa dan sedih.
__ADS_1
"Maaf, karena aku salah paham padamu, tapi...semua ini sudah berlalu. aku tidak sendiri lagi. aku sudah memiliki dia."
"Ricky, kita bisa kembali bersama secara diam-diam! dan aku tidak akan melarangmu. aku bisa menerima kau menikah dengannya. hanya saja kau jangan melupakan aku. aku mohon padamu!"
"Natalie, aku bukan pria yang bisa menduakan cintaku. aku mencintaimu dan sangat mencintaimu, akan tetapi itu dulu. setelah aku bertemu dengannya aku melupakanmu secara perlahan. aku sangat mencintainya," jawab Ricky.
"Ricky, aku pergi karena diancam oleh papamu sendiri dan kau bisa begitu saja melupakanku?"
"Soal perasaan tidak ada yang bisa menebaknya, aku merasa hampa saat kau tidak ada. dan aku mulai merasakan hidupku sangat berharga karena dia. aku akan sedih kalau saja aku kehilangannya. oleh sebab itu jauhkan dirimu dariku. apapun sebabnya kau pergi itu tidak berarti bagiku lagi. aku hanya menginginkan dia."
Natalie menangis karena merasa kecewa dan sedih saat mendengar setiap ucapan pria itu yang menusuk hati dan jantungnya.
"Aku pergi dengan paksa dan kau begitu mudah melupakan aku, bukankah sama saja aku telah memberi kesempatan pada wanita lain untuk bersamamu. lalu, bagaimana denganku? aku adalah korban di antara kita bertiga."
"Lupakan masa lalu dan hidup bahagialah! cari kebahagiaan mu, Natalie!"
"Apakah kau tidak bisa melepaskan dia dan kembali denganku?"
"Andaikan aku tidak pergi kau pasti tidak akan berpaling dariku. dan jika dia pergi apa kau akan kembali padaku?"
"Dia tidak akan pergi dariku, karena aku tidak akan membiarkan dia pergi. aku mencintainya dan aku ingin bersama dengannya selama hidupku."
"Dia begitu penting bagimu sehingga kau bisa melupakan kenangan kita."
"Kenangan memang tidak bisa dilupakan, tapi bisa jangan diingat. karena aku hanya ingin memiliki kenangan manis bersama Valencia," kata Ricky yang kemudian melangkah pergi.
Natalie hanya bisa menelan pil pahit karena ditolak oleh pria yang dia cintai dari dulu. atas ancaman dari Markus membuatnya kehilangan pria yang dia cintai.
Setelah beberapa saat kemudian Valencia bersama Ricky dan Markus meninggalkan restoran.
Perjalanan.
__ADS_1
"Bagaimana dengan steaknya? apa kamu menyukainya?" tanya Ricky yang sedang menyetir.
"Rasanya sangat enak, lain kali aku ingin ke sana lagi!" jawab Valencia dengan senyum.
"Tentu saja bisa! katakan saja padaku saat kamu ingin ke sana!" kata Ricky sambil memegang tangan calon istrinya itu.
"Valencia...."
"Hm...ada apa?"
"Kenapa kamu...tidak bertanya padaku?"
"Bertanya apa?"
"Mengenai Natalie."
"Setiap orang memiliki masa lalu, aku hanya tidak ingin kamu mengingat masa lalu yang membuatmu sedih," jawab Valencia.
Ricky menghentikan mobilnya dan berkata," aku dan dia berkencan saat itu dan saling mencintai, ku akui aku sangat mencintainya saat itu. saat dia pergi aku terluka dan tidak tahu apa yang harus ku lakukan. aku tidak tahu harus kemana mencarinya. aku merasa hampa dan kecewa sehingga tidak bisa fokus melakukan apapun. hingga suatu malam aku menemukan mu yang tidak sadarkan diri di suatu tempat, aku membawamu ke rumah sakit dan dokter memberitahuku penyebabnya."
"Setelah aku mendengar kata dokter aku baru sadar, aku bukanlah orang yang paling tersakiti. tapi masih ada yang lebih parah dariku. saat itu aku menatapmu sepanjang malam. apa kau tahu apa yang aku pikirkan saat itu?"
"Tidak tahu."
"Aku sedang berpikir gadis ini hampir kehilangan nyawanya, baru melahirkan selama dua hari dia sudah berada di luar, tentu dalam hidupnya pasti sudah terjadi sesuatu yang menyakitkan baginya. saat aku melihatmu luka yang ku rasakan pun beransur pulih. lukamu yang begitu parah kau tetap berjuang untuk hidup. lantas, aku yang hanya kehilangan dia untuk apa aku harus bersedih begitu lama. selama setahun hidupku kosong karena kepergiannya," jelas Ricky yang menyentuh kepala tunangannya itu.
"Apa kamu sudah tidak sedih lagi? dia adalah cinta pertamamu, kan?"
"Iya, walau dia adalah cinta pertamaku, bukan berarti dia adalah cinta terakhirku. situasi yang kamu alami bahkan lebih sakit dariku. tapi dirimu adalah wanita yang kuat dan tidak menyerah. sedangkan aku adalah pria masih kalah darimu yang harus merasa hampa selama setahun."
"Aku beda denganmu, aku mencintainya dan dia tidak mencintaiku. tapi dia tidak mengkhianatiku karena aku yang bertepuk sebelah tangan selama ini. aku memilih pergi meninggalkan bayiku sesuai janjiku. siapa sangka awal perjanjian membuatku sangat sulit meninggalkan putriku sendiri," ujar Valencia.
__ADS_1