
"Sebelumnya kau pernah mengatakan setelah aku melahirkan aku harus pergi dan jangan muncul lagi, diantara kita hanya perjanjian saja. aku melahirkan anakmu dan kau membayarku. dan aku tidak ada alasan untuk tinggal. aku sangat ingin membawa Valen pergi tapi aku tidak bisa karena kondisiku di saat itu. aku juga yakin kau bisa merawat dia dengan baik," ujar Valencia dengan mata berkaca-kaca.
"Valencia, aku akui aku pernah menyuruhmu pergi, tapi setelah lama bersamamu aku menyadari aku tidak bisa berpisah darimu. bukan hanya bayi dalam kandunganmu yang ku inginkan. tapi juga dirimu yang ku inginkan."
"Frankey...," ucap Valencia yang terhenti karena dicium oleh Frankey.
Frankey mencium bibir Valencia sambil memeluk pinggangnya dan sesaat kemudian ia melepaskan ciumannya.
"Menikahlah denganku! dan kita mulai dari awal!" ucap Frankey yang saling bertatapan dengan Valencia.
"Kenapa kau memberitahu Valen mamanya pergi meninggalkan dia? bukankah di saat itu kau berjanji setelah kau menikah kau akan memberitahunya wanita yang menjadi istrimu itu adalah mamanya."
"Wanita yang akan menjadi istriku adalah kamu, oleh sebab itu aku hanya memberitahunya ingin mencari mamanya sampai dapat. selama ini dia menunggu kepulanganmu. apakah kamu tega melihat putri kita menunggu sesuatu yang tak kunjung datang? kamu ada di depannya, tapi dia tidak tahu bahwa kamu adalah orang yang dia nantikan selama ini."
"Frankey, apa aku bisa mengakuinya?" tanya Valencia yang mengeluarkan air mata.
"Dia adalah putri kita, kenapa tidak boleh mengakuinya? Valencia, menikah denganku dan kita mulai dari awal!" kata Frankey yang mengusap air matanya.
"Bagaimana dengan Ricky? aku sudah berjanji dengannya, selama ini dia yang membantuku dan aku berhutang budi dengannya."
__ADS_1
"Apa kamu mencintainya?"
"Aku...."
"Menikah karena cinta dan jangan karena berhutang budi! apapun perasaan mu padanya aku tetap ingin kamu menikah denganku! Valencia, demi putrimu kau tidak bisa menolak menikah denganku. apa kau ingin berpisah lagi dengan Valen yang selama menunggu kepulanganmu?" tanya Frankey yang bermaksud dengan mengancam.
"Aku tidak ingin berpisah dengannya, jangan pisahkan aku dengan Valen!" pinta Valencia yang memegang tangan Frankey.
"Aku tidak akan memisahkan mu dengannya, kalau kau menolak Ricky," jawab Frankey dengan tegas.
"Kau mengancamku lagi?".
"Apa yang harus ku katakan pada dia nanti?"
"Katakan saja terus terang!" jawab Frankey yang memeluk Valencia.
Jam dinding menunjukan pukul 10 malam. Valencia melangkah masuk ke kamarnya dan menghampiri kasur yang di mana putrinya sedang tidur dengan begitu pulas. ia lalu berbaring di samping Valen dan sambil memeluknya.
"Selamat malam, sayang," ucap Valencia yang mencium wajah putrinya.
__ADS_1
"Mama...," ucap Valen yang sedang mengigau dan memeluk Valencia.
"Mama di sini, sayang. mama tidak akan meninggalkanmu lagi!" kata Valencia yang memeluk putrinya yang tidur dalam pelukannya.
"Valen, mama berjanji tidak akan meninggalkanmu lagi," batin Valencia.
"Ricky, aku pernah mencintaimu sehingga aku tidak ingin menyakitimu. aku memang tersentuh di saat kau begitu perhatian padaku. saat aku terpuruk kaulah yang menjadi sandaranku selama lima tahun. dan kini aku harus memilih berpaling ke Frankey. aku tidak bisa kehilangan Valen. anak ini sudah menungguku selama ini. tapi beda denganmu. aku yakin suatu saat dirimu akan melupakanku dan menemukan kebahagiaanmu," batin Valencia.
Tidak lama kemudian Valencia ketiduran sambil memeluk putrinya, Frankey lalu memasuki kamar itu dan melepaskan jas luarannya. kemudian ia pun berbaring di samping Valencia.
"Selamat malam, Valencia," ucap Frankey yang mencium wajah Valencia yang polos tanpa make up.
"Selamat malam, Valen," ucap Frankey yang mencium pipi Valen yang bulat dan mengemaskan itu.
Frankey memeluk Valencia yang telah ketiduran sambil memeluk Valen, di malam itu mereka bertiga tidur bersama dengan begitu nyenyak.
Tengah malam.
Valencia yang terbangun dia mendapati dirinya tidur di dalam pelukan Frankey. ia menoleh ke arah pria itu yang sedang terlelap.
__ADS_1
"Tidak menyangka aku bisa melihatnya lagi, bahkan sekarang kami tidur bersama. perasaan ini sangat nyaman. mungkin...inilah yang ku butuhkan selama ini. putriku yang selama ini ku rindukan dan pria yang ku cintai ada di sisiku," batin Valencia.