
Keesokan harinya Ricky dalam perjalanan menuju ke tempat tinggal Frankey untuk menemui tunangannya itu.
Mansion Frankey.
Pagi itu tinggallah Valencia dan putrinya.
"Mama, di mana papa?" tanya Valen yang baru bangun pagi dan melangkah ke dapur.
"Papa pergi membeli sesuatu," jawab Valencia dengan senyum dan menghampiri putrinya itu.
"Mama, apakah papa sudah sarapan?"
"Sudah, sayang. mama sudah siapkan sarapan untuk papa. sebentar lagi papa akan pulang," jawab Valencia yang mencium pipi putrinya.
"Apakah Valen belum mandi?"
"Belum, Ma. Valen mau mandi sebentar lagi."
"Mama isikan air untuk Valen ya!"
"Valen akan isi sendiri, Ma. Valen ke kamar mandi dulu," jawab Valen yang berjalan menuju ke kamar dengan ditemani oleh Valencia.
Setelah setengah jam kemudian.
Setelah selesai mandi Valen menyantap sarapan kesukaannya. yaitu roti panggang.
"Bagaimana rasanya, sayang?"
"Enak sekali, Ma," jawab Valen yang makan dengan lahap.
"Makan dengan pelan! jangan buru-buru!" ujar Valencia dengan senyum.
__ADS_1
"He-he-he...rotinya enak sekali," ucap Valen dengan tertawa
"Makan yang banyak ya!"
"Iya, Ma."
"Nanti siang Valen ingin makan apa?"
"Ikan goreng, Ma."
"Baiklah, siang ini menu kita adalah ikan goreng," jawab Valencia dengan senyum.
"Hore...Valen bisa makan lauk masakan mama," teriak Valen dengan girang.
"Valencia," suara panggilan Ricky yang baru melangkah masuk ke dalam ruang makan.
"Ricky, bagaimana kamu bisa ada di sini?" tanya Valencia yang bangkit dari tempat duduknya.
"Karena aku tahu kau pasti ada di sini, ikut aku pergi, Valencia!"
"Paman, mama akan tinggal di sini bersama papa dan Valen, paman jangan membawa mama pergi ya! kalau paman setuju Valen traktir makan roti panggang ini. ini sangat enak sekali," ucap Valen dengan polos.
Ricky yang melihat Valencia tidak bisa meninggalkan putrinya, ia pun menghampiri Valencia dan menarik lengannya dengan kasar dan berjalan menuju ke pintu utama.
"Arrghh...," jeritan Valencia yang kesakitan.
"Ricky, lepaskan tanganmu!" pinta Valencia yang ikuti langkah Ricky dengan terpaksa.
"Mama...Mama...," teriakan Valen yang langsung turun dari kursi dan mengejar Valencia.
Mulut Valen masih dipenuhi oleh makanan yang belum sempat dia telan.
__ADS_1
"Lepaskan tanganmu!" teriak Valencia yang berusaha sekuat tenaga untuk melepaskan tangan Ricky.
Ricky menarik paksa Valencia dan mendorong wanita itu ke dalam mobilnya.
"Lepaskan aku!" bentak Valencia yang berusaha melawan.
Sementara Valen mengejar hingga keluar, ia menangis sambil berteriak," Mama...Mama...jangan pergi!"
"Mama...Mama...uhuk...uhuk...," teriak Valen yang sambil batuk karena keselekan makanan yang ada di dalam mulutnya, sehingga makanan itu dimuntahkan keluar.
Sesaat kemudian mobil Ricky berjalan meninggalkan halaman rumah itu.
"Hentikan, Ricky! Valen sedang mengejar kita," teriak Valencia yang melihat ke belakang, putri kecilnya sedang berlari dan menangis.
"Mama...Mama...jangan tinggalkan Valen lagi...Mama...," tangisan Valen yang mengejar mobil tersebut.
Karena berlari dengan cepat Valen terjatuh di jalan aspal itu sehingga membuat kakinya terluka di bagian lutut.
"Valen...," teriak Valencia yang di dalam mobil, ia ingin turun akan tetapi tangannya ditahan oleh Ricky.
"Tolong biarkan aku pergi! Valen terjatuh, dia tidak bersalah," tangisan Valencia yang sambil melihat putrinya yang berusaha sedang bangkit.
Ricky tidak peduli dengan permintaan Valencia yang sedang histeris.
"Mama...jangan pergi...uhuk...uhuk...," teriak Valen yang bangkit dan berlari sambil menahan sakit pada lututnya yang terluka.
"Uhuk...uhuk...Mama...Mama...," tangisan Valen yang lagi-lagi terjatuh di jalan aspal itu, karena menangis dan berlari akhirnya ia memuntahkan semua makanan yang baru dia telan tadi.
Woak...woak...woak...
"Mama....jangan tinggalkan Valen lagi...," tangisan Valen yang terlungkup melihat mobil itu semakin menjauh.
__ADS_1
Ia tidak putus asa dan bangkit sambil menahan sakit, tangisan Valen pecah sehingga wajahnya memerah, air mata membasahi pipinya. berlari sambil berteriak mamanya dan menahan sakit. gadis kecil itu ketakutan saat melihat mamanya dibawa pergi. ia tidak ingin lagi berpisah dengan mamanya.
"Hentikan, Ricky. putriku sudah terluka, kalau saja dia ada apa-apa aku tidak akan memaafkanmu," bentak Valencia yang berusaha melepaskan tangan pria itu.