Cinta Lama ( Hamil Bayaran Season 2 )

Cinta Lama ( Hamil Bayaran Season 2 )
Tidak Bisa Kehilangan


__ADS_3

"Ricky, papa mengerti perasaanmu, kalau saja dirimu dan Valencia tidak berjodoh maka kalian tetap akan berpisah," kata Markus.


"Pa, anggap saja aku mementingkan diri, bulan ini aku ingin segera menikahinya," ucap Ricky


"Satu wanita menjadi rebutan dua pria, Ricky, kamu harus berpikir dengan baik. papa hanya tidak ingin kamu terluka. kamu harus memastikan bahwa Valencia menikah karena cinta dan bukan karena ingin berterima kasih padamu."


"Hubungan kami selama ini baik-baik saja, dan aku juga bisa merasakan bahwa dia juga mencintaiku," ujar Ricky.


"Papa hanya tidak ingin kalian menikah tanpa cinta, kalau di hatinya masih ada pria lain maka dia tidak akan bahagia saat hidup bersamamu,"kata Markus.


"Aku akan berusaha membuatnya mencintaiku, dan rela menikah denganku," ujar Ricky dengan yakin.


"Ricky, kau bisa berusaha, tapi...jangan sampai memaksanya. karena memaksa tidak akan bahagia, yang ada hanyalah penyesalan yang kalian rasakan," ucap Markus yang menasehati putranya.


"Aku tahu, Pa. biarkan aku berusaha lagi. Frankey adalah masa lalunya dan aku ingin menjadi masa depannya."


"Bagaimana dengan putri mereka?"


"Valen tidak bersalah, dan aku juga menyayanginya, kalau saja Valencia ingin merawatnya aku juga akan menganggap dia sebagai putriku."


Setelah beberapa menit Ricky menuju ke tempat tinggal tunangannya itu. ia membawa sebuket bunga untuk memberikan kepada sang pujaannya. sesaat kemudian ia tiba di depan pintu dan menekan bel.


"Valencia, aku akan berpura-pura tidak tahu apa-apa, kau adalah wanita yang paling penting bagiku, sementara Frankey adalah sahabat terbaikku," batin Ricky.


Ting...tong...


Suara bel yang di tekan oleh Ricky di depan pintu Valencia.

__ADS_1


Klek.


"Ricky," seru Valencia yang melihat tunangannya.


"Valencia, bunga ini untukmu," ucap Ricky yang memberikan bunga kepada tunangannya.


"Terima kasih," ucap Valencia dengan senyum paksa.


Ricky mencium wajah calon istrinya dengan senyuman. ia memaksakan dirinya agar kelihatan tidak mengetahui apa-apa.


"Aku akan membuatkan minuman untukmu!" kata Valencia yang melangkah ke dapur.


"Terima kasih," ucap Ricky dengan senyum.


"Bagaimana kalau siang nanti kita makan bersama!" ajak Ricky yang duduk di sofa.


"Tentu saja ada waktu, aku ingin menemani calon istriku makan bersama, tentu saja ada waktu," jawab Ricky dengan senyum.


"Bagaimana aku menceritakan semua ini padanya? tapi aku sangat merindukan Valen," batin Valencia


Valencia memberikan cangkir yang berisi minuman kepada calon suaminya itu yang sedang duduk di sofa.


"Ricky, ada yang ingin ku katakan!"


"Valencia, aku sudah memikirkan, bagaimana kalau kita mengadakan pesta di The Breakers Resort di Florida, di sana sangat indah. aku ingin memberikan pesta yang mewah untukmu," ucap Ricky yang memegang tangan tunangannya.


"Ricky, sebenarnya aku-" kata Valencia yang dipotong oleh calon suaminya itu.

__ADS_1


"Valencia, berikan aku keluarga yang bahagia! aku berharap aku bisa memiliki keluarga yang sempurna. dan aku percaya padamu. asal kamu tahu, dengan adanya kamu hidupku menjadi semakin berarti," ujar Ricky dengan senyum.


"Ricky, aku takut aku gagal melakukannya, dan aku-" kata Valencia yang terhenti karena dicium oleh Ricky.


"Maafkan aku, Valencia. aku tidak akan bisa membiarkan kamu pergi dariku," batin Ricky.


Valencia melepaskan ciumannya dan berkata," aku tidak bisa menikah denganmu."


Mendengar ucapan calon istrinya Ricky langsung terdiam dan menatap Valencia selama beberapa saat.


"Maafkan aku!" ucap Valencia sambil menunduk karena merasa bersalah, bagaimana pun dirinya paling tidak ingin menyakiti pria yang telah merawatnya selama ini.


"Demi dia?" tanya Ricky dengan mata berkaca-kaca.


"Kau sudah tahu?"


"Frankey adalah pria itu, Valen adalah putrimu, bukankah begitu?"


"Iya, sejak kapan kamu menyadarinya?"


"Saat di restoran, Valen melukis wajahmu di gambar itu, Frankey mengatakan putrinya melukis mamanya. karena begitulah aku baru mengetahui semuanya," jawab Ricky dengan mengeluarkan air mata.


"Ricky, aku sangat merindukan Valen, aku sangat ingin memeluknya setiap saat, aku tidak bisa kehilangan dia," ucap Valencia.


Ricky berlutut di depan Valencia yang sedang duduk di sofa sambil berkata," Valencia, aku juga sangat menyayangi Valen, kita bisa merawatnya bersama. kita menikah dan Valen akan menjadi putri kita!"


"Frankey tidak akan melepaskan Valen, dia yang membesarkan Valen selama ini. aku juga tidak berhak merebut dari tangannya. tapi aku tidak bisa berpisah dengan dia lagi," kata Valencia yang sedang menangis.

__ADS_1


__ADS_2