
Sesaat kemudian Frankey melangkah masuk ke kamar dan menghampiri Valencia dan juga putrinya.
"Frankey, dia sudah pergi?" tanya Valencia yang sedang memeluk putrinya yang duduk di pangkuannya.
"Sudah pergi! aku menyerahkan bukti rekaman kepadanya," jawab Frankey yang lalu duduk di samping calon istrinya.
"Papa, siapa bibi itu?" tanya Valen.
"Bukan siapa-siapa, tidak penting sama sekali," jawab Frankey.
"Apakah dia akan datang lagi?" tanya Valen.
"Tidak akan, sayang," jawab Frankey dengan senyum.
"Sudah lima tahun berlalu, tidak ku sangka dia muncul lagi," ujar Valencia.
"Biarkan saja! dia tidak penting. aku tidak akan membiarkan dia menganggu kehidupan kita," kata Frankey dengan senyum.
"Dia pasti tidak bisa terima dengan kenyataannya,"ujar Valencia.
"Bukti rekaman itu aku simpan selama lima tahun, karena aku yakin dia pasti akan muncul lagi. tidak sangka dia melahirkan anak yang tidak jelas siapa ayahnya," kata Frankey.
__ADS_1
"Papa, anak laki-laki itu kasihan kalau tidak tahu siapa papanya," ujar Valen.
"Ini sudah nasib dia karena kesalahan ibunya, maka...dia suka atau tidak harus menerima nasibnya," ucap Frankey.
"Valencia, bulan depan kita akan menikah, apapun yang terjadi tidak akan ada yang bisa memisahkan kita!" ujar Frankey yang merangkul pundak Valencia dan sambil mencium wajahnya.
Di sisi lain Ricky telah menerima kiriman paket dari Valencia, paket tersebut adalah cincin lamaran dan juga terdapat sepucuk surat.
Ricky membuka amplop tersebut dan membaca isi surat itu.
"Ricky, maaf. kalau aku harus mengembalikan cincin ini padamu, sudah saatnya kita melepaskan hubungan kita. aku bersalah karena tidak sanggup mengabulkan perjanjianku padamu. aku hanya berharap kamu hidup bahagia dengan seseorang yang benar-benar mencintaimu. budi baikmu akan ku ingat selamanya. Ricky, terima kasih karena selama ini telah melindungi dan menjagaku serta membantuku untuk bangkit semula. dan untuk sekali lagi aku meminta maaf karena aku memilih bersama dengan Frankey dan putriku sehingga melukaimu. mereka sangat penting bagiku. dan aku yakin suatu saat kamu juga akan menemukan kebahagiaanmu. aku sangat berharap kita bisa menjadi teman baik."
"Valencia, akhirnya kamu bukan milikku, dulu aku sangat mengharapkan kau akan menjadi milikku dan kini dirimu sudah menemukan kebahagiaan yang sebenarnya. yang aku tidak sanggup memberikan padamu. karena di hatimu sama sekali tidak pernah melupakan dia. jadi...walau aku berusaha berapa tahun juga masih gagal menempati hatimu," ucap Ricky.
"Berbahagialah di sana, mungkin ini adalah kehidupan yang kamu inginkan dan yang bisa membuatmu selalu bahagia. Frankey adalah kakak kandungku dan dirimu adalah kakak iparku. aku harus melepaskan semua masa lalu. karena kita adalah sekeluarga," batin Ricky.
"Tidak tahu bagaimana dengan papa di sana? dia pasti berharap Frankey menerimanya. apa yang harus ku lakukan agar Frankey mengakui papa. dia sangat keras kepala tidak akan begitu mudah dia menerima kenyataan itu," gumam Ricky.
Paris.
Markus berdiri di depan makam Diana dengan penuh penyelasan.
__ADS_1
"Diana, benar kata Frankey, aku telah mengabaikanmu dan tidak berpikir perasaanmu di saat itu. aku memilih pergi begitu saja tanpa memikirkan dirimu. dirimu hamil anakku dan harus menerima siksaan dari Josio. hidupmu berakhir begitu saja karena kesalahanku juga. seharusnya di saat itu aku membawamu pergi," ucap Markus.
"Apa yang harus ku lakukan untuk menebus kesalahanku pada Frankey," gumam Markus.
"Diana, apakah kamu tahu cucu kita sangat manis dan pintar, aku sangat menyukai anak ini. aku berharap suatu saat kita semua bisa berkumpul. hanya ini keinginanku sebelum aku meninggalkan dunia ini," ucap Markus.
Di sisi lain Cici yang telah menonton rekaman itu, membuatnya histeris sehingga melempar semua barang dan berserakan di lantai.
"Aaarrghh...," teriakan Cici yang histeris. bagaimana tidak, ia baru sadar saat itu pria yang menidurinya adalah pria yang berbeda dan hampir setiap malam menyetubuhinya.
"Kenapa kau melakukan ini padaku, Frankey Christoper? kau bukan manusia. dan siapa ayah dari putraku? aku tidak tahu siapa ayahnya dan ini lucu sekali," bentak Cici seorang diri.
"Kau melakukannya demi wanita itu dan anakmu, bukan? maka jangan salahkan aku membuatmu kehilangan mereka," bentak Cici.
Cici meraih handphonenya di atas meja. kemudian ia menekan nomor seseorang.
Sesaat kemudian panggilannya dijawab dari seberang sana.
"Hallo, Nona," sapa seorang pria yang menerima panggilannya.
"Aku ingin kau melakukan sesuatu untukku, bunuh istri dan anak Frankey Christoper!" perintah Cici yang penuh dengan rasa dendam.
__ADS_1