Cinta Lama ( Hamil Bayaran Season 2 )

Cinta Lama ( Hamil Bayaran Season 2 )
Pertemuan Valencia dan Valen


__ADS_3

"Valen, masih ingat pesan papa?"


"Ingat, Pa. banyak yang papa pesan Valen masih ingat semuanya," jawab Valen sambil menyusun baju-bajunya.


"Apa butuh bantuan papa?" tanya Frankey dengan senyum.


"Tidak perlu! Valen harus bisa melakukan sendiri," jawabnya yang masih fokus pada pakaiannya.


"Valencia, andaikan kalau kau melihat putri kita aku yakin kau pasti sangat bahagia, dia sangat lucu dan pintar. dia sangat mandiri dan tidak ingin selalu meminta bantuan orang di saat dia ingin melakukan sesuatu," batin Frankey.


Setelah beberapa saat kemudian Valen selesai melakukan tugasnya, dan ia pun makan bersama Frankey.


"Valen, makan yang banyak!"


"Papa, kalau makan banyak tidak baik," jawab Valen sambil minum susu.


"Kenapa tidak baik?" tanya Frankey dengan pura-pura.


"Kata guru kalau Makan secara berlebihan bisa menyebabkan kelebihan berat badan dan ini merupakan faktor risiko dari banyak penyakit. kita akan lebih rentan terkena hipertensi, kolesterol tinggi, dan faktor-faktor lainnya yang meningkatkan risiko penyakit jantung," jawab Valen.


"Pintar sekali! Valen bisa menghafal semua pesan guru," ucap Frankey dengan senyum.


"Tentu saja hafal, Pa. karena ajaran yang dari guru sangat penting, papa juga jangan makan banyak-banyak. nanti papa bisa terkena hipertensi, kolesterol tinggi, dan jantung," jawab Valen.


"Baiklah, papa akan mendengarkanmu, sayang," jawab Frankey yang mencium pipi putrinya yang putih dan bulat sangat mengemaskan.


"Kenapa putri papa bisa begitu pintar?"


"Karena Valen adalah putri papa," jawab Valen dengan senyum.


"Ha-ha-ha-ha, papa sangat beruntung memiliki putri sepertimu," ucap Frankey.


Keesokan harinya.


Frankey bersama putrinya menuju ke bandara dengan ditemani oleh Kane, mereka berangkat ke ceko di siang hari itu juga.



Setelah hampir dua jam akhirnya mereka tiba di bandara ceko. Frankey mengendong Valen yang telah ketiduran, sementara Kane membawakan koper milik atasannya itu.


Mereka menuju ke villa milik Frankey yang telah dia beli sejak dulu.



Saat tiba Frankey disambut oleh asistennya yang bekerja di villa itu


"Tuan, selamat datang," sahut pria itu yang selama ini menjaga villa milik Frankey


"Hm...kami ingin istirahat dulu," jawab Frankey.


"Tuan, istirahatlah dulu! saya akan memesan makanan untuk Anda dan Nona kecil," kata Kane yang menyerahkan koper kepada asisten yang bekerja di villa itu.


"Tidak perlu! aku akan masak sendiri," jawab Frankey yang melangkah menuju ke kamarnya.


"Baik, Tuan," jawab Kane.

__ADS_1


Frankey mengendong Valen ke kamar dan juga menidurkan ke atas kasur empuknya. gadis kecil itu tidur dengan pulas saat masih dalam penerbangan.


"Semoga mimpi indah, putriku," ucap Frankey yang mencium pipi putrinya.


Keesokan harinya.



Villa Valencia.


Valencia sedang mengutak-atik komputernya untuk menyelesaikan tugasnya.


Nada pesan masuk ke handphone miliknya.


Valencia meraih handphonenya dan membaca isi tersebut.


"Malam ini makan bersama di tempat yang paling kamu sukai, aku akan datang menjemputmu."


Valencia tersenyum saat membaca pesan dari tunangannya.


"Ricky selalu saja menyenangkan, mudah-mudahan hubungan ini akan berlangsung lama," ucap Valencia.


Di sisi lain Ricky sedang berbicara dengan Frankey melalui handphone.


"Bagaimana dengan sikecil?" tanya Ricky.


"Dia sudah ketiduran," jawab Frankey yang berada di seberang sana.


"Besok aku menemuimu, atau kau datang menemuiku?"


"Baiklah, aku akan ke sana besok, sampai jumpa," ucap Ricky.


"Sampai jumpa," balas Frankey yang kemudian memutuskan panggilannya.


Frankey membawa putrinya berjalan-jalan ke mall dan berbelanja mainan dan pakaian.



"Papa, kenapa membeli pakaian lagi?" tanya Valen yang sedang berjalan dengan papanya.


"Untuk Valen," jawab Frankey dengan senyum sambil memegang tangan putrinya.


"Tapi Valen sudah membawa banyak pakaian, Pa," ujar Valen.


"Banyak keluaran model baru, oleh sebab itu papa ingin membelinya untukmu," ucap Frankey.


"Valen, coba kamu lihat sana! banyak boneka yang lucu. pilihlah yang mana kamu suka!" kata Frankey sambil menunjuk ke arah toko mainan itu.


"Wah...banyak sekali bonekanya," seru Valen yang langsung berlari masuk ke dalam toko itu.


Saat Frankey ingin ikuti Valen, ia pun menghentikan langkahnya. ia mengeluarkan handphone miliknya yang sedang ada panggilan masuk.


Sementara Valen sedang melihat semua boneka lucu yang ada yang di pajangan sana.


"Boneka ini lucu sekali," ucap Valen yang mengambil salah satu boneka jumbo yang berwarna pink.

__ADS_1


Di saat Valen sedang melihat bonekanya tiba-tiba dia memandang ke arah luar yang di mana ada seorang wanita yang sedang berdiri sambil berbicara melalui handphone.


Valen meletakan boneka itu pada tempatnya, ia pun melangkah keluar dan ingin ke arah wanita yang dia lihat itu.


"Mama...?" ucap Valen yang menatap fokus pada wanita itu.


"Apa dia mamaku?" gumam Valen.


Ia lalu melangkah pelan ingin menghampiri wanita yang dia lihat, dan di saat yang sama wanita itu melangkah pergi, Valen lalu mengejar langkah wanita itu dengan cepat dan berhimpitan dengan pengunjung di sana.


"Mama...," teriak Valen yang sedang berlari mengejar orang yang dia lihat.


"Mama...mama...mama...!" panggil Valen yang mempercepatkan langkahnya.


Karena berhimpitan dengan yang lain akhirnya Valen terjatuh dengan posisi terlungkup


Bruk..


"Mama...,". jerit Valen yang menahan sakit, wanita yang dia lihat telah hilang dari pandangannya.


Valen merasa kecewa dan sedih karena kehilangan orang yang dia kejar.


Ia hanya terlungkup sambil menundukan kepalanya dan menetes air mata.


"Mama...," ucapnya yang sedang merindukan mamanya itu.


Tidak lama kemudian seorang wanita menghampirinya dengan senyuman," adik kecil, apa kamu baik-baik saja?"


Mendengar suara itu Valen langsung mengangkat kepalanya dan melihat ke arah wanita itu.


"Mama?" ucap Valen yang melihat wanita itu yang adalah orang yang dia kejar tadi.


"Adik, apa kamu terluka?" tanya wanita itu dengan ramah dan memapah Valen hingga berdiri.


"Bibi, apakah Anda adalah mamaku?" tanya Valen dengan mata berkaca-kaca.


Saat Valen bertanya demikian wanita itu merasakan sesuatu yang aneh.


"Kenapa anak ini membuatku merasakan perasaan yang sangat akrab? tidak mungkin dia adalah putriku," batin wanita itu yang tak lain adalah Valencia.


"Adik, di mana orang tuamu?"


"Papa saya ada di sana, dan mamaku tidak tahu kemana," jawab Valen.


"Adik, bibi bukan mamamu, jangan lari jauh-jauh. cepat kembalilah ke papamu!"


"Siapa nama bibi?"


"Valencia! nama bibi adalah Valencia," jawabnya.


"Bibi, tolong berjanji jangan katakan kalau Valen memanggil mama ya, kalau papa mengetahuinya pasti marah dengan Valen!"


"Adik, apa kamu merindukan mamamu?"


"Iya, Valen sangat merindukannya, dan karena merindukan dia sehingga Valen menganggap bibi adalah mamaku. tapi Valen merasa bibi sangat akrab," kata Valen.

__ADS_1


__ADS_2