
"Aku tidak takut, aku ingin Valen mendapatkan seorang adik, dan aku juga ingin memiliki lebih dari dua orang anak, agar rumah kita diramaikan oleh suara tawaan dan tangisan anak-anak," jawab Valencia.
"Ini akan membuatmu harus bertahan selama proses kehamilan, dan apakah kamu sudah bersiap?"
"Sudah," jawab Valencia dengan senyum.
Frankey mencium bibir Valencia dan mulai melepaskan pakaian Valencia satu-persatu. tidak lama kemudian mereka sama-sama tanpa balutan apapun.
Saling berpelukan dan berciuman dengan penuh gairah, tangan Frankey bermain di bagian inti calon istrinya itu.
"Frankey...," desa.han Valencia yang merasakan sentuhan pria yang itu berleluasa di bagian bawahnya.
"Valencia Valentina, dari dulu dirimu sudah menjadi milikku. hanya aku pria yang boleh menyentuhmu," ucap Frankey yang memasukan pusakanya dan mulai melakukan gesekan demi gesekan, telah tiga tahun lamanya ia tidak melepaskan hasratnya terhadap siapapun. malam itu dia akhirnya bisa melakukannya lagi dengan wanita pujaannya.
"Frankey, apakah selama lima tahun ini kau sering melakukannya dengan wanita lain?" tanya Valencia yang sambil memeluk pria itu yang sedang bergerak maju mundur di atas tubuhnya.
"Kalau aku mengatakan tidak pernah, apakah kamu percaya?" tanya Frankey yang melakukan gesekan semakin cepat.
__ADS_1
"Tidak, mana mungkin ada pria yang bisa tidak menyentuh wanita selama tiga tahun."
"Aku adalah pria itu, sebelum mengenalmu aku juga tidak bersentuhan dengan siapapun. dan selama tiga tahun aku juga tidak melakukan dengan siapapun," ujar Frankey yang bergerak semakin cepat dan tidak lama kemudian ia mencapai puncak kenikmatan.
Malam itu mereka melakukan berulang kali dan saling menikmati, suara desa.han keluar dari mulut Valencia yang sambil memegang erat lengan calon suaminya itu.
Di sisi lain Ricky sedang minum di salah satu club malam yang biasa dia kunjungi.
Seteguk demi seteguk dia habiskan minuman yang di gelas miliknya.
"Apa mungkin aku bisa melepaskan Valencia begitu saja? aku rasa tidak bisa...aku tidak akan sanggup melakukannya," ucap Ricky.
Ricky bangkit dari kursinya dan meninggalkan club malam.
Ia masuk kembali ke dalam mobil dan menuju ke tempat tinggal Valencia.
Setelah beberapa menit Ricky tiba di depan villa Valencia. ia keluar dari mobil dan berjalan menghampiri villa tersebut.
__ADS_1
Tuk...tuk...tuk...
Ketukan pintu yang dilakukan oleh Ricky.
Tuk...tuk...tuk...
Ketukan yang dilakukan lagi oleh Ricky.
Selama beberapa menit masih tidak ada yang buka, lalu ia pun mengunakan kunci cadangan untuk membuka pintu itu.
Ceklek.
"Valencia...," panggil Ricky yang melangkah masuk ke dalam rumah itu. karena tidak melihat siapapun di sana Ricky langsung menuju ke kamar Valencia.
Setelah masuk ke dalam kamar ia membuka lemari dan mendapati isi lemari tersebut telah kosong. hancur sudah harapannya yang ingin menikahi gadis pujaannya itu yang akhirnya memilih meninggalkan dirinya dan kembali ke sahabatnya itu.
"Valencia, kenapa di matamu aku masih kalah darinya? aku menunggumu selama lima tahun, apakah masih tidak sebanding dengannya? kenapa kau masih memilih kembali padanya? pada hal dia sudah menyakitimu begitu dalam sehingga dirimu hampir saja kehilangan nyawamu," ucap Ricky yang mengeluarkan air mata.
__ADS_1
"Semua ini karena ada Valen, dia dan Frankey telah memiliki seorang anak, ini tidak adil. aku harus memastikan apakah dia memilih Frankey hanya karena Valen ataupun perasaannya yang masih pada Frankey," gumam Ricky.
"Sekarang dia pasti berada di rumah Frankey, mereka kembali bersama begitu saja, apakah tidak ada yang memahami perasaanku?" batin Ricky