
Setelah beberapa menit kemudian dokter keluar dari ruangan rawat.
"Dokter, bagaimana dengan paman?" tanya Valencia.
"Pasien, tidak apa-apa. hanya cedera ringan. pukulan keras yang mengenai bagian perutnya tidak berbahaya. pasien hanya perlu tinggal di sini selama dua hari untuk pemeriksaan saja," jawab dokter.
"Terima kasih, Dokter," ucap Valencia.
Sesaat kemudian dokter yang merawat Valen keluar dan menemui Frankey dan Valencia.
"Pasien kehilangan banyak darah, dan masih dalam kondisi trauma. akan tetapi ini tidak membahayakan nyawanya," ujar Dokter.
"Putriku terluka akibat pukulan keras, tolong periksa kembali kondisi kepala dan tubuhnya, untuk memastikan keadaannya!" ucap Frankey.
"Kami akan melanjutkan pemeriksaan selanjutnya setelah pasien sadar," kata dokter itu.
"Baiklah, terima kasih, Dokter," ucap Frankey dan Valencia dengan serentak.
Setelah setengah jam kemudian Frankey dan Valencia sedang menemani putri mereka yang sedang tidur. dan di saat yang sama Markus melangkah masuk ke dalam kamar itu.
Klek.
"Paman," sapa Valencia yang bangkit dari tempat duduknya dan menghampiri calon mertuanya.
"Valencia, bagaimana dengan Valen?" tanya Markus.
"Kata dokter Valen kehilangan banyak darah, dan masih dalam kondisi trauma. besok akan melakukan pemeriksaan untuk memastikan apakah ada luka di bagian lain," jawab Valencia.
"Paman, bagaimana dengan cederamu, apakah masih sakit?" tanya Valencia.
__ADS_1
"Paman tidak apa-apa, jika dibandingkan gadis kecil ini, luka paman hanya masalah kecil," jawab Markus yang melihat cucunya sedang berbaring di ranjang dalam kondisi kepalanya dililit oleh perban.
"Terima kasih," ucap Frankey tanpa menoleh ke arah Markus.
"Aku gagal melindunginya sehingga dia menerima ancaman dan pukulan. dia pasti sangat takut di saat itu," ujar Markus.
"Dia adalah anak yang kuat, dan aku percaya putriku ini akan melewatinya," kata Frankey.
Tidak lama kemudian Barned menemui bosnya di kamar itu.
"Tuan, wanita itu sudah di tangan kami, dia sudah kurung," ujar Barned.
"Hm...."
"Maafkan saya, karena gagal dalam melakukan kewajiban saya," ucap Barned dengan menunduk.
"Ini bukan salahmu, wanita itu memang sengaja mencari masalah denganku. bawa aku ke sana," jawab Frankey.
"Valencia...."
"Aku tidak bisa memaafkan dia, biarkan aku bertemu dengan dia," kata Valencia.
"Kalian pergilah! aku akan menjaga Valen, kalau ada apa-apa, aku akan menghubungi kalian," ujar Markus.
"Paman, terima kasih," ucap Valencia.
"Sama-sama," balas Markus.
Setelah beberapa saat kemudian Frankey dan Valencia meninggalkan rumah sakit.
__ADS_1
Di sisi lain Cici bersama dengan dua orang suruhannya dikurung di dalam sebuah kamar yang gelap.
"Buka pintunya...lepaskan aku!" teriak Cici sambil mengedor pintu akan tetapi di abaikan oleh anggota Frankey.
"Buka pintunya!" teriak Cici.
Tidak lama kemudian pintu dibuka oleh seseorang.
.
Klek..
Cici memundurkan langkahnya saat melihat Frankey dan Valencia, ia ketakutan karena perbuatan jahatnya telah diketahui.
"Wanita tidak malu," bentak Frankey dengan nada kesal.
Cici semakin ketakutan saat melihat kemarahan seorang Frankey Christoper. ia sangat memahami sikap pria itu saat sedang emosi.
"Bagaimana dengan yang lainnya?" tanya Frankey pada Barned.
"Mereka terluka parah, kami membalasnya atas apa yang sudah mereka lakukan terhadap nona," jawab Barned.
"Patahkan tangan dan kaki mereka! setelah itu antar ke kantor polisi!" perintah Frankey.
"Baik, Tuan," jawab Barned.
"Frankey, ke-kenapa mengurungku di sini?" tanya Cici yang ketakutan.
Valencia menghampiri Cici, dan kemudian melayangkan pukulan keras mengenai wajah wanita itu.
__ADS_1
Bruk..
"Aarrggh...," jeritan Cici yang tersungkur akibat pukulan keras.