Cinta Lama ( Hamil Bayaran Season 2 )

Cinta Lama ( Hamil Bayaran Season 2 )
Markus Bertemu Dengan Valen


__ADS_3

Setelah kembali ke paris Frankey masih belum masuk kerja, ia masih sedang menemani putri kesayangannya.


Frankey dan Valencia meluangkan waktu menjaga gadis kecil itu. dari menganti obat lukanya, memandikannya, dan juga memanjakan buah hati mereka.


Setelah sebulan berlalu kondisi Valen telah membaik, ia seakan sudah tidak ingat kejadian yang dia alami saat di ceko. kini ia kembali ceria dan bahagia setiap hari. Valencia dan Frankey memberi kasih sayang sepenuhnya untuk putri mereka.


Siang hari itu mereka berada di kamar dan duduk di atas kasur. mainan yang baru dibeli oleh Frankey dan Valencia berserakan di kasur mereka.


"Papa, Mama, jangan membeli boneka lagi untuk Valen, kamar Valen sudah dipenuhi boneka," kata Valen yang sedang duduk di pangkuan Frankey.


"Semua ini untukmu, sayang," jawab Frankey.


"Tapi mainan Valen sudah banyak, papa dan mama jangan beli lagi ya!" ucap Valen.


"Valen, apakah Valen suka semua mainan ini?" tanya Valencia yang duduk di samping Frankey.


"Valen suka, Ma. semua yang diberikan papa dan mama Valen suka semuanya," jawab Valen dengan senyum lucu.


"Asal kamu suka itu paling penting," ujar Valencia yang mencium pipi putrinya.


"Valen lebih suka kalau kita berkumpul setiap hari seperti ini," ucap Valen.


"Apakah hanya ini keinginan Valen?" tanya Frankey dengan senyum.


"Iya, Pa. hanya ini saja," jawab Valen.


"Papa, Valen ingin sekolah lagi!" pinta Valen.

__ADS_1


"Apakah Valen sudah siap untuk masuk sekolah lagi?" tanya Frankey.


"Iya, Pa.Valen ingin menjadi orang pintar dan bisa membantu bisnis papa setelah papa dewasa nanti," jawab Valen.


"Papa sudah mendapatkan sekolah yang sesuai untukmu, dan apakah Valen sudah tidak merasa sakit lagi?" tanya Frankey.


"Valen sudah tidak sakit, Pa. Valen sudah sembuh. Valen mau sekolah dan ingin seperti teman-teman yang lain. mereka dijemput oleh kedua orang tua mereka. dan Valen juga ingin papa dan mama menjemput Valen pulang dari sekolah," jawabnya.


"Papa dan mama akan mengantar Valen ke sekolah, dan saat pulang papa dan mama juga akan menjemput Valen," ujar Valencia.


"Kalau begitu Valen bisa sama seperti teman-teman lainnya," ucap Valen dengan girang.


"Apakah putri papa merasa bahagia?" tanya Frankey yang memeluk Valen dengan erat.


"Iya, Valen sangat bahagia, he-he-he-he...," jawabnya dengan tertawa girang.


Sebuah mobil mewah berhenti di depan kediaman Frankey.


Seorang pria paruh baya yang tak lain adalah Markus keluar dari mobilnya. ia melangkah masuk ke dalam rumah mewah itu. saat itu dirinya di sapa oleh pelayan rumah tangga.


"Tuan, apakah Anda mencari seseorang?"


"Apakah ini adalah rumah Frankey?" tanya Markus.


"Iya, Tuan. tuan kami sedang berada di ruang baca," jawab pelayan dengan sopan.


"Tidak apa-apa, saya akan masuk dan menunggu di ruang tamu saja," kata Markus dengan sopan.

__ADS_1


"Apakah Anda adalah kenalan tuan kami?"


"Iya, kami sudah lama kenal, saya adalah orang tua Ricky."


"Ternyata adalah tuan Ricky."


"Benar, Ricky Astone Filan adalah putra saya," jawab Markus dengan senyum.


"Silakan, Tuan. saya akan memanggil tuan kami," ucap pelayan dengan sopan.


"Baiklah, terima kasih," balas Markus yang melangkah masuk ke ruang tamu.


Ia menghentikan langkahnya saat melihat seorang gadis kecil yang duduk di lantai sambil bermain susunan rumah. Markus tersenyum bahagia karena ia tahu gadis lucu dan imut itu adalah cucu kandungnya.


Valen yang sedang fokus pada mainannya ia tidak menyadari kakeknya sedang berdiri di sana.


"Mama, cepat main dengan Valen...," teriak Valen yang memandang ke arah dalam sana.


Gadis kecil itu memakai jaket tebal dan celana panjang, serta rambutnya diikat dua dengan pita berwarna biru yang dipadankan dengan warna pakaiannya. ia juga mengenakan kaos kaki berwarna biru.


"Valen," suara panggilan Markus.


Mendengar suara panggilan Valen langsung menoleh ke arah Markus yang sedang tersenyum dengannya.


Mata Markus berkaca-kaca saat melihat gadis kecil itu.


"Mata anak ini sangat mirip dengan Diana, matanya besar dan bulat, mata yang indah," batin Markus.

__ADS_1


"Kakek Paman siapa? kenapa bisa masuk tanpa izin dari papa Valen?" tanya Valen dengan polos.


__ADS_2