
"Pa, katakan saja ada apa?" tanya Frankey yang berjalan ke ruang tamu bersama ayahnya.
"Ricky dia...dia ingin bertemu denganmu," jawab Markus.
"Apakah si brengsek itu masih berani muncul di depanku?" tanya Frankey.
"Sejak kejadian itu dia merasa menyesal setiap hari, dia sangat menyayangi Valen, dia memang sudah terburu-buru dan kini dia telah menyesalinya. Ricky sangat berharap bisa berkumpul dengan kita," kata Markus.
"Dia adalah mantan kekasih istriku, mana mungkin aku bisa yakin kalau dia tidak akan berulah," ucap Frankey.
"Ricky sudah memilih seorang kekasih yang sama-sama dari kalangan bisnis. hubungan mereka cukup mesra. dan papa yakin Ricky tidak akan menganggu Valencia lagi. kalau saja dia masih melakukannya papa yang akan menghukumnya," ucap Markus.
"Kakak...," suara panggilan seorang pria yang berdiri di pintu.
Frankey memandang ke arah suara itu berada, ia melihat seorang pria yang tidak lain adalah sahabatnya, Ricky.
Ricky melangkah dengan perlahan menghampiri Frankey, selama ini Ricky sangat menyesal dengan kesalahan yang dia lakukan dulu.
"Kamu memanggilku apa?" tanya Frankey.
"Kakak! karena kamu adalah kakakku," jawab Ricky dengan mata berkaca-kaca.
"Apakah kamu mengakui kesalahanmu?" tanya Frankey.
"Aku mengaku salah, aku sangat menyesal. cintaku ditolak dan aku bertindak bodoh, maafkan aku. apakah kita memiliki kesempatan untuk berbaikan seperti dulu?"
Frankey menaikan tangannya dengan berniat menampar adiknya itu, akhirnya ia tersenyum dan hanya menepuk wajah adiknya dengan pelan.
"Sudah lama kita bersahabat, tidak ada alasan lagi kalau aku harus menganggapmu sebagai musuh," ucap Frankey dengan senyum.
Ricky langsung memeluk sang kakaknya. dua bersaudara itu saling berpelukan selama berapa menit.
Tidak lama kemudian terdengar suara gadis itu yang sedang berteriak.
"Papa, Kakek, kenapa lama-lama di ruang tamu...ayo. cepat makan!" teriak Valen yang berada di ruang makan.
Mendengar teriakan itu Frankey dan Ricky melepaskan pelukannya.
__ADS_1
"Aku merindukan suara ini," ucap Ricky.
"Apakah aku bisa menemuinya?" tanya Ricky pada Frankey.
"Temuilah kakak iparmu dan keponakanmu!" jawab Frankey.
"Baiklah, terima kasih, Kak. aku sangat merindukan mereka," jawab Ricky.
"Sebentar!" seru Frankey yang menahan pundak adiknya.
"Hanya boleh merindukan dia sebagai kakak ipar, jangan coba-coba mencintainya lagi, karena dia hanya milikku!" kata Frankey.
"He-he-he...Kakak, apakah kamu begitu khawatir aku akan merebutnya?" tanya Ricky dengan seraya bercanda.
"Kamu tidak akan sanggup merebutnya dariku, karena hanya aku pria satu-satunya yang layak memilikinya," jawab Frankey.
"Tenang saja! aku juga tidak ingin kehilangan keluargaku, aku tidak akan meliriknya sebagai wanita lain, tapi aku akan meliriknya sebagai kakak iparku," jawab Ricky dengan senyum dan melangkah ke ruangan makan bersama dengan kakak dan ayahnya.
"Papa, Kakek, cepat ma...." teriak Valen yang terhenti karena melihat kehadiran Ricky.
Ricky memandang Valencia dan juga Valen, dirinya masih merasa malu dan merasa bersalah.
"Terima kasih, Kakak ipar!" ucap Frankey dengan senyum.
"Valen, maafkan, paman!" ucap Ricky.
"Paman, jangan mengingat masa lalu lagi ya, sekarang kita bisa berkumpul. Valen sangat bahagia karena mama sudah kembali. dan Valen juga memiliki kakek dan paman. jadi, Valen sangat bahagia sekarang. asal paman jangan membawa mama Valen pergi lagi ya," jawab Valen dengan polos.
"Anak pintar, paman tidak akan mengulanginya lagi, paman berjanji padamu," ucap Ricky yang menyentuh kepala keponakannya itu.
"Beritahu paman, apa permintaan Valen? paman akan memberikan padamu," tanya Ricky.
"Valen sudah memiliki segalanya dan tidak butuh apa-apa lagi, papa Valen sudah membelikan banyak mainan dan kebutuhan Valen, sementara mama sering memasakan lauk kesukaan Valen. jadi, Valen tidak butuh apa-apa lagi. tapi, Valen punya satu permintaan!" ucap Valen.
"Katakan pada paman, apa permintaan Valen?" tanya Ricky dengan senyum.
"Valen berharap kita bisa sering berkumpul dan makan bersama!" jawab Valen.
__ADS_1
"Baiklah, sayang. paman akan sering berkumpul dengan kalian," kata Ricky.
"Benarkah?" tanya Valen.
"Asal putri papa bahagia, kita bisa berkumpul setiap hari," kata Frankey.
"Valen, Kakek akan sering datang menemanimu," ucap Markus.
"Pa, Ricky, bagaimana kalau kalian tinggal di sini, dengan begitu kita bisa berkumpul setiap saat," ujar Valencia.
"Benar kata Valencia, ini adalah keinginan putri kecilku, kalian boleh tinggal di sini di saat kalian datang ke paris!" ucap Frankey.
"Baiklah, Frankey, Valencia, papa dan Ricky akan tinggal di sini setiap kami ke paris," kata Markus.
"Selamat untuk kalian semua, karena telah bersatu," ucap Carlos yang menyulang dengan mereka.
"Mari kita bersulang!" ajak Frankey.
"Hore...kita akan sering berkumpul, ini sangat menyenangkan," teriak Valen dengan girang.
Di sisi lain terjadi pengejaran dua narapidana yang kabur dari penjara.
"Cepat kejar...," teriak salah satu pihak penjaga penjara yang sedang mengejar dua tahanan mereka.
Dua tahanan tersebut yang tak lain adalah Josio Christoper dan seorang pria muda yang adalah bayaran Josio untuk melarikan dia dari penjara. suasana penjara sedang mengalami kericuhan akibat para tahanan yang diprovokasi oleh seseorang agar Josio berkesempatan untuk kabur dari sana.
Tidak tahu ke mana Josio menghilang dengan begitu cepat, semua telah direncanakan dari awal. pihak kepolisian mengerahkan banyak anggota berpencar mencari dua tahanan tersebut.
Tamat
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖
Terima kasih, teman-teman telah ikuti kisah Frankey dan Valencia di season kedua ini hingga tamat.😘😘😘😘😘😘😘😍😍😍😍😍
Kemungkinan akan ada season ketiga 🤗🤗🤗🤗
Silakan mampir ke karya lain ya🙏🙏🙏
__ADS_1
Klik akun author untuk memmilih karya-karya yang tamat atau on going. ada mafia, romantis dan horor 🤗🤗🤗🤗