
Makan malam bersama.
"Valen, apa kamu suka ikan?" tanya Valencia pada putrinya yang sedang duduk di sampingnya.
"Suka, Bi. Valen suka ikan dan sayur. masakan bibi enak sekali," jawab Valen sambil makan dengan lahap.
"Valen, bagaimana kalau kita minta bibi memasak untuk kita setiap hari?" tanya Frankey dengan sengaja.
"Mau, Pa. tapi...apa bibi bisa masak setiap hari untuk kita?"
"Tentu saja bisa! asal Valen memintanya, bibi pasti menyetujuinya," jawab Frankey dengan senyum.
"Bibi, apa benar, kalau Valen meminta bibi setiap hari memasak untuk papa dan Valen, bibi akan setuju?"
"Itu...bibi sebenarnya-" jawab Valencia yang langsung dipotong oleh Frankey.
"Jangan mengecewakan Valen! hatinya sangat rapuh. anak kecil jangan disinggung!" ujar Frankey dengan sengaja.
"Papa, Valen sudah usia lima tahun, bukan anak kecil lagi. Valen sudah bisa makan sendiri, mandi sendiri, ganti pakaian sendiri. jadi...Valen sudah dewasa," kata Valen.
"Pintar sekali! Valen bisa melakukan banyak hal," ucap Valencia dengan tersenyum.
"Valen sudah mandiri," ujar Valen.
"Valen sangat pintar dan cepat saat belajar sesuatu, dia bisa melakukan banyak hal dengan sendiri dan tidak ingin dibantu," kata Frankey.
"Bibi, Valen ingin makan masakan bibi setiap hari, apa bisa bibi melakukannya?" tanya Valen dengan berharap.
__ADS_1
"Valen, bibi akan melakukannya untukmu," jawab Valencia sambil menyuap putrinya.
"Enak sekali masakan bibi, Papa, Valen merasa kita seperti satu keluarga," ujar Valen.
"Satu keluarga? mama juga ingin bersamamu sayang, tapi hubungan mama dengan papamu sangat rumit sehingga mama tidak bisa bersamamu," batin Valencia.
Setelah beberapa saat kemudian.
Mereka yang sudah selesai makan malam sedang duduk di ruang tamu. Valencia memangku putri kecilnya, sementara Frankey duduk di samping Valencia.
"Valen, bagaimana kalau Valen istirahat dulu di kamar bibi, papa ada sesuatu yang ingin dibicarakan dengan bibi!" ujar Frankey pada putrinya
"Iya, Pa," jawab Valen dengan menurut dan turun dari pangkuan Valencia.
"Bibi, Valen pinjam kamar bibi sebentar ya!" ucap Valen dengan senyum.
Sesaat kemudian Valen menuju ke kamar Valencia, dan di ruang tamu hanya tersisa Frankey dan Valencia.
"Aku akan membuatkan minuman," kata Valencia yang bangkit dari tempat duduknya.
Saat Valencia berdiri Frankey menahan tangannya.
"Apa kamu sudah pertimbangkan dengan apa yang ku katakan sebelumnya?" tanya Frankey.
"Tentang apa?" tanya Valencia.
Frankey lalu bangkit dan berdiri di depan Valencia.
__ADS_1
"Kalau kau masih ingin melihat Valen maka batalkan pernikahanmu dengan Ricky dan menikah denganku," jawab Frankey.
"Kenapa? apa yang kau inginkan sebenarnya? kenapa harus mengunakan Valen untuk mengancamku?" tanya Valencia dengan menahan emosi.
"Demi Valen dan demi diriku," jawab Frankey.
"Apakah kau tidak merasa kau sangat egois?" tanya Valencia dengan merasa kecewa.
"Valencia, ada yang ingin ku katakan, aku dan Nacy sama sekali tidak ada hubungan sama sekali," ujar Frankey.
"Nacy?"
"Dia hanyalah asistenku yang ku perintahkan untuk akting di depanmu."
"Untuk apa kau melakukan itu?"
"Papaku ingin menyerahkan mu kepada mafia, selama ini dia berteman dengan mereka sehingga membuat dia menjadi tidak waras. mereka ingin meminjam uang dengannya dan dia pun mengunakanmu untuk serahkan pada mereka. bukan hanya itu saja. anak kita juga akan dijual dan kau juga akan dijual oleh mereka. saat itu aku terpaksa mengusirmu dengan cara mengunakan Nacy," jelas Frankey.
"Kenapa tidak memberitahuku di saat itu?"
"Aku tidak bisa melakukannya, kau sedang hamil besar dan aku tidak ingin kau ketakutan. dan hanya bisa mengunakan Nacy agar bisa mengantarmu ke yunani," jawab Frankey.
"Dan apakah kamu tahu, setelah kamu meninggalkan rumah sakit, mafia itu juga pergi ke sana untuk menangkapmu dan saat itu kamu sudah tidak berada di sana," lanjut Frankey.
"Apa yang terjadi lagi di saat itu?"
"Mereka ditangkap oleh polisi yang sudah menerima laporan dariku, aku tidak tahu kapan mafia itu akan datang sehingga aku harus mengunakan cara lain agar kau bisa pergi. dan aku menyesalinya karena saat itu aku gagal mencarimu sampai dapat,"ucap Frankey.
__ADS_1