
"Nona kecil sekarang sudah sembuh dan lincah seperti dulu, apakah tuan muda akan berencanakannya?"
"Iya, aku ingin mengadakan pesta untuk Valencia, walau putri kami sudah besar. tapi pesta adalah untuk Valencia," jawab Frankey.
"Tuan muda, beritahu aku kalau butuh bantuan!" kata Carlos.
"Iya, akan ku hubungi paman kalau butuh sesuatu," jawab Frankey.
Tidak lama kemudian Frankey meninggalkan kediaman Josio. Carlos menarik nafas panjang setelah mengetahui bahwa Frankey tidak menerima Markus sebagai ayahnya.
"Sebenarnya salah siapa? apakah Markus bersalah karena meninggalkan nyonya dengan alasan di saat itu dia masih pengangguran sementara Josio sangat kaya. sehingga Markus harus memilih pisah dengan nyonya. apakah tuan muda bersalah karena membenci Markus yang meninggalkan ibunya dan dia? sehingga pada akhirnya ibunya memilih bunuh diri," gumam Carlos.
"Tidak ada yang salah dalam semua ini, ini berawal dari salah paham dan tidak tahu, Markus tidak tahu kalau Diana mengandung anaknya, dan tuan muda juga tidak salah kalau tidak ingin mengakui ayah kandungnya itu. karena selama ini dia hidup cukup menderita karena pengawasan ketat dari Josio yang tidak berperasaan," ucap Carlos.
Mansion Frankey.
Frankey kembali ke rumahnya dan disambut oleh putri kecilnya.
__ADS_1
"Papa...Papa...," teriak Valen yang langsung berlari ke arah Frankey.
"Sayang, di mana mama? apakah Valen menunggu papa pulang?" tanya Frankey yang mengendong putrinya
"Mama sedang memasak, dan Valen menunggu papa pulang," jawab Valen yang memeluk ayahnya itu
"Kita akan makan masakan mama sebentar lagi, mari kita lihat apa yang dimasak mama!" ajak Frankey yang melangkah menuju ke dapur sambil mengendong buah hatinya.
"Mama...Mama...papa sudah pulang," panggil Valen.
"Frankey, duduklah dulu! sementara lagi sudah siap," sahut Valencia yang sedang mengaduk masakannya.
"Aku ingin melakukannya sendiri, lagi pula aku juga tidak melakukan apa-apa. aku merasa bosan karena hanya duduk dan tidur," jawab Valencia.
"Baiklah, aku dan Valen dapat menikmati masakanmu," ucap Frankey.
Malam malam.
__ADS_1
"Mama, sayur dan ikannya sangat enak," ucap Valen yang sedang menyantap makanannya.
"Valen, apa kamu tidak makan ayam?" tanya Valencia.
"Valen lebih suka ikan dan sayur, ikan apa saja dia juga makan. asal ikan saja," kata Frankey dengan senyum.
"Kalau Valen lebih suka ikan, aku akan lebih sering memasak ikan untuknya," ujar Valencia.
"Hore...Valen bisa makan masakan mama setiap hari," ujar Valen dengan girang.
Malam hari..
Jam dinding menunjukan pukul 23.00.
Valencia berdiri balkon sambil melihat cincin lamaran dari Ricky. ia mengingat semula apa yang di katakan oleh Ricky di saat melamarnya.
"Valencia, kita bertemu lima tahun yang lalu, dan di saat itu aku sudah mengetahui apa yang kamu lalui. itu bukan salahmu. semua ini adalah karena ayahmu sehingga dirimu tidak bisa keluar dari kehidupan yang menakutkan itu. selama lima tahun aku menunggu jawabanmu. dan akhirnya aku memberanikan diri untuk melamarmu."
__ADS_1
"Tidak ku sangka hanya dalam sebulan setelah lamaran semua telah berubah, aku yang di awalnya menerima lamaran Ricky, kini aku berpaling ke Frankey. aku mengira aku sangat mencintainya di saat itu sehingga aku tidak ragu menerima lamarannya. hanya dalam waktu sebentar aku berkumpul dengan putriku. Valen adalah alasan utama untuk aku kembali ke Frankey di saat aku masih salah paham padanya. dan kemudian aku baru sadar dia mencintaiku dari dulu. mungkin suatu hari aku harus mengembalikan cincin ini pada Ricky," batin Valencia.
"Ricky, maaf. perasaanku padamu tidak sedalam perasaanmu padaku. aku mengira aku sangat mencintaimu. tapi lebih mencintai Frankey. aku akui Frankey adalah pria yang ku simpan dalam hati selama ini. sehingga aku sulit untuk mencintaimu lebih dalam. aku hanya berharap kamu bisa menemukan jodoh yang baik," batin Valencia.