
Frankey mengingat setiap ucapan Valencia saat di ruang persalinan
"Frankey, berjanji padaku. sayangilah dia dan berikan dia keluarga yang sempurna. jangan membiarkan dia tahu kalau aku adalah wanita yang melahirkan dia. aku tidak mau dia mengira aku adalah ibu yang jahat setelah menerima bayaran aku pergi meninggalkan dia."
"Jangan bicara seperti itu! Valencia, aku akan memberikan dia keluarga yang bahagia, dia tidak akan seperti kita yang harus kehilangan salah satu orang tua kita."
"Selamatkan dia walau apa pun yang terjadi! jangan mengirimku keluar negeri, aku takut sendirian di sana. setelah melahirkan, aku akan pergi dan tidak akan menganggu kenyamanan mu dengan calon istrimu. aku sadar diri siapa aku sebenarnya. aku masih ingat perjanjian kita. dan aku akan segera menghilang dari hadapanmu dan anak ini."
Saat mengingat kembali dengan perjuangan wanita itu yang sedang melahirkan putri kecilnya Frankey kembali meneteskan air mata.
"Karena kesalahanku menyebabkan dua wanita yang kucintai hidup menderita. Valen selalu saja merindukan mamanya, sedangkan mamanya hingga kini tidak ada kabar," batin Frankey.
"Putriku...," teriak Valencia yang terbangun dari tidurnya. ia berkeringat sehingga membasahi wajahnya itu.
Saat ia memandang keluar jendela ia baru sadar cuaca sudah terang.
"Ternyata sudah pagi, kenapa mimpi tadi seperti nyata saja?" gumam Valencia yang sedang lap keringatnya.
"Apa terjadi sesuatu pada putriku? mudah-mudahan hanya mimpi saja. mungkin selama ini aku merindukan dia sehingga terbawa mimpi," ucap Valencia yang turun dari kasur.
Ia menuju ke kamar mandi dan menghidupkan air kran kemudian mencuci mukanya.
Lalu ia menatap cermin, ia melihat dirinya sendiri selama beberapa saat.
"Valencia, serindu apapun kamu padanya dia sudah memiliki keluarga yang bahagia, dan dia juga tidak akan tahu bahwa dia dirimu yang melahirkan dia. karena inilah yang kamu minta agar Frankey merahasiakan untukmu. putriku, setiap hari mama sangat merindukanmu. mana mungkin aku bisa melupakan anak ini," ucap Valencia.
Mansion Frankey.
"Papa...papa...," panggil Valen yang berlari ke arah papanya yang sedang siapkan sarapan untuk putri kesayangannya.
"Selamat pagi, putriku," ucap Frankey yang mengendong Valen dan mencium pipinya.
"Selamat pagi, Papa," balas Valen yang mencium papanya.
"Valen duduk sebentar ya! papa sedang memasak bubur kesukaanmu," ujar Frankey yang mendudukan putrinya ke kursi ruang makan.
"Iya, Pa," jawab Valen dengan menurut.
__ADS_1
Setelah beberapa saat kemudian Frankey sedang menyuapi putrinya.
"Papa, Valen bisa makan sendiri."
"Apakah Valen tidak ingin disuap?"
"Valen sudah besar, dan harus mandiri. jadi harus makan sendiri," jawab Valen.
"Benar sekali, putri papa ini sangat pintar, bisa melakukan apa saja dengan sendiri," ujar Frankey dengan senyum.
Saat mereka sedang makan Kane mendatangi kediaman atasannya.
"Tuan," sapa Kane yang berjalan ke arah bosnya itu.
"Mari makan bersama!"
"Terima kasih, Tuan. saya ada kabar mengenai pesanan Anda."
"Katakan!"
"Pengacara sudah menuntut atas tindak kekerasan yang dilakukan oleh Licone Claudia terhadap nona."
"Bagaimana dengan perusahaan suaminya?"
"Bagaimana proyek yang mereka jalankan?"
"Karena perusahaan yang bekerja sama dengan mereka telah tarik diri, maka proyek itu harus dihentikan."
"Setelah itu mereka akan mengalami kerugian yang besar, hutang akan menumpuk sehingga tidak sanggup membayar dan pada akhirnya seluruh harta yang mereka miliki akan disita," kata Frankey sambil menyantap makanannya.
"Dan kemudian mereka akan kehilangan segala-galanya, sementara Licone Claudia akan ditahan karena melakukan kekerasan pada anak di bawah umur," lanjut Kane.
"Aku tidak sabar ingin melihat kehancuran mereka," ucap Frankey.
"Kehancuran sudah mendekati mereka, Tuan."
"Aku tidak sabar menanti berita mereka," ujar Frankey..
Keesokan harinya.
Berita mengenai Licone Claudia ditangkap oleh pihak kepolisian telah mengemparkan seluruh kota itu. bagaimana tidak, Licone Claudia adalah istri dari seorang pengusaha sukses yang terlibat melakukan tindakan kekerasan terhadap putri semata wayang Frankey Christoper. tentu berita ini juga mempergaruhi dunia bisnis. banyak perusahaan yang bekerja sama dengan mereka telah tarik diri dan membatalkan kerja sama dengan mereka.
__ADS_1
Proyek yang dijalankan harus dihentikan di tengah jalan sehingga menyebabkan perusahaan itu mengalami kerugian yang besar.
Jank Smith harus menanggung akibat atas perbuatan istrinya yang melawan Frankey Christoper. di hari itu ia mendatangi perusahaan Frankey untuk meminta maaf akan tetapi ditolak oleh pihak Frankey. tiada kata maaf bagi orang yang telah menyentuh putrinya. tuntutan akan berlanjut sehingga ke jalur hukum.
"Tuan, Jank Smith masih di luar dia sedang berlutut," kata Kane yang sedang berdiri di depan meja kerja atasannya.
"Singkirkan dia! aku tidak mau melihat dia di depan perusahaanku!" perintah Frankey yang sedang memangku Valen.
"Baik, Tuan," jawab Kane.
"Papa, kenapa Valen tidak sekolah? Valen sudah tidak apa-apa, sakitnya juga sudah berkurang."
"Papa akan memindahkan sekolah Valen yang lebih baik," jawab Frankey dengan senyum.
"Apa Valen tidak sekolah di sana lagi ya?"
"Iya, sayang. papa ingin putri papa belajar di sekolah yang terkenal dan selain itu harus dengan pengawasan yang ketat. jadi, setelah pulang dari ceko papa akan mendaftarkan sekolah baru untuk Valen ya."
"Apakah kita bisa lebih awal ke ceko, Pa?" tanya Valen yang berharap.
"Bisa! tapi, harus menunggu lukamu sembuh dulu."
"Kalau begitu Valen harus cepat sembuh," kata Valen yang tertawa gembira.
"Siang ini Valen tidur di kamar papa saja ya! papa sore baru pulang!"
"Iya, Pa. Valen juga tidak mau di rumah saja. Valen mau di sini menemani papa!"
"Anak yang baik!"
Selain perusahaan Jank Smith yang bangkrut sekolah tempat Valen belajar sebelumnya juga menghadapi masalah. sebagian murid juga pindah dari sana atas kelalaian pihak sekolah sehingga terjadinya perkelahian antara murid, dan bahkan murid mereka mendapatkan perlakukan kekerasan dari orang tua murid. setelah berita tersebar imej sekolah itu pun menjadi bahan pembicaraan kalangan masyarakat, banyak yang merasa tidak aman menyekolahkan anak mereka di sana. sehingga banyak yang memilih memindahkan anaknya ke sekolah lain.
Frankey sedang mendengar berita di kantornya, ia merasa puas dengan pembalasan yang dia lakukan kepada mereka.
"Ingin menyentuhku keluarga maka jangan salahkan aku bersikap kejam, papaku saja harus menerima akibatnya saat ingin melukai wanitaku dan putriku, mana mungkin orang luar seperti kalian aku akan berdiam saja. jangan bermimpi!" batin Frankey.
Frankey menekan nomor tujuan di handphonenya dan menghubungi seseorang.
"Hallo, Tuan," sahut seseorang yang menjawab panggilannya
"Apa masih belum ada kabar?"
__ADS_1
" Sudah saya periksa datanya, tidak ada nama Valencia Valentina di kanada, amerika, los angeles, swedia, california, san fransisco. bisa saja orangnya berada di negara lain," jawab seorang pria yang di seberang sana.