
Dua jam kemudian.
Frankey bersama Valencia dan putrinya kembali ke villa miliknya.
Frankey membawakan koper dan sambil mengandeng tangan Valencia yang sedang mengendong putrinya. mereka melangkah masuk ke dalam kediaman.
"Valencia, mari aku tunjukkan kamar kita!" ajak Frankey yang kemudian mengendong putrinya dan berjalan menuju ke kamarnya. Valencai mengikuti calon suaminya itu dari belakang.
Klek.
"Mama, mulai hari ini apakah Valen boleh tidur bersama mama?" tanya Valen dengan berharap.
"Tentu saja boleh! mama juga ingin tidur sambil memelukmu, sayang," jawab Valencia yang mencium pipi putrinya
"Mama, Valen minta gendong!" pinta Valen dengan manja sambil membuka kedua tangannya..
Valencia mengendong putri kesayanganya sambil mencium pipi gadis kecil itu berkali-kali.
"Anak ini...sejak kapan menjadi begitu manja," ucap Frankey dengan senyum.
"Tidak apa-apa, aku juga ingin memanjakan putri kecilku ini," ujar Valencia yang mengelus kepala putrinya
"Mulai malam ini Valen sudah bisa tidur bersama dengan papa dan mama," ujar Valen dengan girang.
"Apakah selama ini Valen tidur sendirian?" tanya Valencia yang kemudian duduk di ujung kasur.
__ADS_1
"Iya, Valen yang memintanya, karena dia tidak ingin menganggu aku yang sedang tidur. Valen sangat suka mengambar, setiap malam dia akan mengambar sampai dia mengantuk baru tidur. itu adalah kebiasaannya," jawab Frankey dengan senyum.
"Putri mama juga bisa mengambar dengan cantik, hebat sekali," ucap Valencia.
"Valen suka mengambar kita sekeluarga, Ma. setiap hari Valen berharap kita bisa berkumpul bersama. oleh sebab itu Valen setiap malam mengambar kita bertiga," kata Valen dengan senyum.
"Valen setiap hari mengambar kita sekeluarga?" tanya Frankey.
"Iya, Pa."
"Kenapa papa tidak tahu?" tanya Frankey dengan penasaran.
"Karena Valen tidak mau papa tahu Valen sedang bersedih karena mama tidak pulang-pulang. dan Valen hanya bisa curahkan semua perasaan Valen dengan cara mengambar. tapi sekarang mama sudah pulang jadi Valen tidak sedih lagi," jawab Valen dengan senyum dan memeluk Valencia dengan erat.
"Valen juga berjanji akan menjadi anak yang baik dan tidak melawan papa dan mama," ucap Valen yang menatap kedua orang tuanya.
"Selama ini Valen sangat baik dan patuh," ujar Frankey.
"Apakah putri mama memang begitu pintar dan lucu...ha," ucap Valen yang dengan senyum dan mengelitik putrinya
"He-he-he-he, Valen kan anak papa dan mama, jadi harus pintar," jawab Valen sambil tertawa.
"Valen, temani mama di sini ya, papa pergi masak makanan kesukaan Valen dan juga mama, malam ini kita rayakan kepulangan mama," kata Frankey yang mencium pipi putrinya, dan kemudian mengecup dahi Valencia.
"Iya, Pa. Valen mau makan sayur dan ikan!" ujar Valen.
__ADS_1
"Papa akan memasak untukmu, sayang," kata Frankey yang mencubit pipi putrinya.
Sesaat kemudian Frankey keluar dari kamar, tinggallah Valencia bersama putrinya.
"Mama, Valen ingin tunjukkan sesuatu, mari kita ke kamar Valen. Ma!"
"Mari kita pergi! mama juga ingin tahu apa yang putri kesayangan mama ingin tunjukkan," jawab Valencia yang melangkah ke kamar putrinya.
Saat masuk ke dalam kamar putrinya, Valencia melihat sekitaran kamar itu, setiap sisi dinding itu di tempel poster hello kitty, doraemon dan katun-katun lainnya.
"Mama, tolong turunkan Valen!"
"Baiklah," jawab Valencia yang menurunkan putrinya.
Valen berjalan menghampiri tempat tidurnya, lalu ia mengambil buku gambar yang terdapat ada gambaran dari bawah bantalnya.
"Mama, coba lihat ini! ini adalah gambar Valen selama ini. Valen membawanya dari paris ke sini. papa tidak tahu soal ini," ujar Valen yang memberikan buku gambar.
Saat Valencia melihat setiap gambar itu ia mengeluarkan air mata. setiap lembar adalah gambar keluarga. Valen yang selama ini berharap bisa berkumpul dengan mamanya ia mengambar semua harapannya di buku gambar tersebut.
"Valen hanya bisa mengambar saat merindukan mama, Valen tidak bisa ungkapkan kepada papa. karena papa juga sedang merindukan mama. apa mama tahu, di saat papa sedang tidur papa sering saja menyebut nama mama," ujar Valen.
"Menyebut nama mama?"
"Iya, selama ini papa dan Valen sedang menunggu kepulangan mama, papa sering minum cairan yang aromanya sangat keras itu. tidak tahu itu cairan apa sehingga membuat papa sering merasa pusing dan ketiduran sambil memanggil nama mama," jawab Valen.
__ADS_1