
"Valencia, aku akan berbicara dengannya, agar dia bisa membiarkan Valen bersama kita," kata Ricky.
"Itu tidak mungkin! Ricky, walau aku adalah mamanya Valen, tapi ada satu hal yang kita tidak bisa lupa, bahwa Valen dibesarkan oleh Frankey seorang diri. dia tidak akan membiarkan siapa saja yang menjauhkan Valen darinya," ucap Valencia.
"Aku akan bertemu dengannya dan berunding masalah ini dengannya," kata Ricky.
"Ricky, aku-"
"Aku mencintaimu, Valencia. apa kamu masih ingat dengan janjiku? semua itu adalah nyata aku ingin bersama mu untuk selamanya. semua ucapanku adalah dari hatiku yang tulus. kita bisa mencoba dari awal. aku tahu kamu juga mencintaiku. hanya saja karena Valen adalah putrimu dan Frankey adalah papanya Valen sehingga kamu meragukan hubungan kita. aku tidak akan mengkhianatimu sampai kapanpun. aku hanya akan mencintaimu saja." kata Ricky dengan mata berkaca-kaca.
"Valen juga seperti putriku sendiri, dia sangat lucu dan pintar, aku sangat menyayanginya. Valencia, walau kamu sudah bertemu kembali dengan putrimu itu tidak masalah bagiku, karena aku juga menganggapnya sebagai putriku dan demi kamu aku akan memperjuangkan hak asuh atas Valen," ujar Ricky.
"Ricky, aku sangat mencintai Valen, tapi aku tidak bisa merebutnya dari tangan Frankey. kita tidak bisa melakukan hal seperti itu. kalau kita melakukannya Valen akan membenciku. dari sejak dia masih bayi Frankey yang merawatnya selama ini. kita tidak berhak ingin merebut hak asuh."
"Kita akan berusaha, aku mengenal seorang pengacara terkenal, kita menikah dan itu berarti kita sudah menang satu langkah, karena jika Valen ikut dengan kita maka dia bisa mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tuanya. sedangkan Frankey tidak menikah jadi dia sudah kalah dari sisi ini. dan aku yakin kita akan bisa memenangkan hak asuh ini. percayalah padaku!" ucap Ricky sambil memegang tangannya calon istrinya.
__ADS_1
"Ricky, jangan melakukan itu! kamu dan Frankey adalah sahabat. kalau kamu melakukan ini sama saja kalian akan menjadi musuh. dan apapun hasilnya yang paling kasihan adalah Valen. di saat itu dia sudah tahu aku siapa dan kalau kita kalah Valen pasti akan menangis dan sedih. atau kalau misalkan Frankey yang kalah, Valen juga akan merasa sedih. dari kecil dia sudah hidup bersama papanya."
"Valencia, demi kamu aku akan memperjuangkan anak ini!"
"Tidak! jangan Frankey! aku tidak mau menyakiti Valen. tidak peduli siapa yang menang dan kalah yang menderita adalah Valen. aku tidak ingin mementing diri hanya demi diri sendiri. aku harus berpikir demi Valen. selama ini aku tidak pernah merawat Valen. lantas, apa hak aku ingin merebut hak asuh?" ujar Valencia.
"Valencia, asal kamu mau aku bisa melakukan semuanya untukmu," kata Ricky yang menyentuh wajah calon istrinya.
"Ricky, jangan melakukan apa-apa lagi untukku! kamu sudah banyak melakukan banyak hal demi aku. aku tidak tahu apakah aku bisa menjadi seorang istri yang baik atau tidak. untuk saat ini aku perasaanku sangat takut."
"Aku takut jika saja Frankey membawa Valen pergi dariku, apakah aku masih bisa melihat putriku atau tidak, aku tidak ingin menyinggungnya agar dia tidak menjauhkan Valen dariku," ucap Valencia yang mengeluarkan air mata.
"Aku pikirkan cara agar Frankey izinkan Valen tinggal bersamamu," kata Ricky.
"Ricky, apakah bisa jangan ikut campur urusanku dan Frankey, aku bukan ingin menyakitimu. tapi kalau kita keras kita yang kalah. tidak ada hasilnya kalau kita melawan. demi Valen kita jangan menyinggung Frankey!"
__ADS_1
"Apa kau takut dengannya?"
"Iya, aku takut kalau saja dia marah padaku maka dia akan membawa pergi Valen. dan di saat itu aku tidak akan bisa lagi melihatnya lagi!"
"Apa yang harus ku lakukan untukmu?"
"Tidak ada! kamu sudah melakukan banyak hal untukku," jawab Valencia.
Setelah satu jam kemudian Ricky meninggalkan tempat tinggal calon istrinya, saat dalam perjalanan ia menghubungi seseorang.
"Hallo, Willy. ada yang ingin rundingkan bersamamu," ucap Ricky yang sambil menyetir.
"Datang saja ke kantorku! karena kita adalah teman aku tidak akan meminta bayaran," jawab Willy yang adalah seorang pengacara.
"Aku sedang dalam perjalanan ke sana, sampai jumpa nanti," ucap Ricky.
__ADS_1