Cinta Lama ( Hamil Bayaran Season 2 )

Cinta Lama ( Hamil Bayaran Season 2 )
Kemarahan Frankey


__ADS_3

"Jangan kalian mengira kami bodoh dan bisa ditipu, setelah aku memberitahu dalangnya kami tetap tidak bisa lolos. jangan menghalang jalan kami. kalau tidak, kami pecahkan kepalanya," bentak penculik itu yang memukul kepala Valen dengan pistolnya.


Bruk..


"Aarrghh...," jeritan Valen yang kesakitan dan menangis.


"Nona...," teriak para bodyguard.


"Valen...," teriak Markus yang berdiri sambil sakit.


"Papa...Papa...," tangisan Valen yang kepalanya berdarah sehingga mengalir ke wajahnya.


"Kurang ajar, apa yang kau inginkan?" bentak Barned dengan ketus.


"Papa...," tangisan Valen yang terisak.


"Diam!" bentak penculik yang manarik lengan Valen dengan kasar.


"Aarrghh...sakit...," tangisan Valen.


"Jangan sakiti dia! ambil saja berapa yang kau inginkan dan kemudian pergi dari sini. aku adalah kakeknya, kalau kamu tidak percaya bawa saja aku untuk menjadi tahananmu. aku janji mereka tidak akan menangkapmu," kata Markus yang berusaha membujuk penculik itu. ia merasa cemas karena melihat wajah cucunya yang berlumuran darah.


Para guru keluar dan melihat keadaan yang membahayakan itu, dua pria bersenjata sedang mengancam orang dengan menahan Valen.


"Berapa yang kau minta? katakan saja!" ujar Barned.


"Mundur! jangan menghalangi jalan kami," bentak salah satu utusan Cici.


"Papa...Papa...," tangisan Valen yang ketakutan.


"Kalian semua mundur! berikan kunci mobil padaku!"


Barned yang tidak berdaya hanya bisa melemparkan kunci kepada pria yang sedang menahan Valen.


"Apakah kau sudah pikirkan dengan baik? kalau kau tidak ingin bekerja sama, dengan kekuasaan tuan Christoper dia bisa membuat kalian kehilangan semuanya. bukan hanya itu, keluarga kalian juga akan ikut terlibat," kata Barned.


"Lebih baik kau katakan siapa pelakunya, dan setelah itu ambil uang dan pergi," ujar Barned.

__ADS_1


"Tidak akan! aku akan membawanya pergi! jangan coba-coba menghalang jalanku. kalau tidak, kalian hanya akan mendapatkan jasadnya," kecam pria itu.


"Mama...Mama...Papa....Papa...," tangisan Valen yang ketakutan dan menahan sakit.


"Diam!" bentak pria itu yang menarik menarik gadis kecil itu berjalan menghampiri mobil milik Barned.


"Jangan sakiti dia!" teriak Markus yang ingin mengejar dua penculik itu. langkahnya dihentikan oleh Barned karena khawatir Valen yang masih di tangan pria itu.


Di saat mereka berdua menghampiri mobil yang di depannya, tiba-tiba saja mobil itu ditabrak dari belakang sehingga menjauh dan terbalik.


Brak...


Brak...


Seorang pria yang keluar dari mobil dengan penuh emosi, ia langsung menghampiri dua pria yang mengancam Valen.


"Papa...Papa...," teriak Valen yang menangis histeris. ia meronta dan ingin menghampiri Frankey yang sedang maju ke arahnya.


"Valen...," teriak Valencia yang histeris melihat putrinya berlumuran darah.


"Mama...," tangisan Valen.


"Jangan mendekat! aku akan menembak," bentak mereka yang melepaskan tembakan menembus bagian pundak Frankey.


"Aahh...," rintihan Frankey yang menghentikan langkahnya


"Frankey...," teriak Valencia dan Markus.


"Papa, jangan kemari!" teriak Valen..


"Hanya ini yang kau bisa, dasar keparat," bentak Frankey yang maju dan melayangkan pukulan keras ke wajah pria yang sedang menahan putrinya.


Bruk.


Pukulan dari Frankey mengenai wajah pria itu..


"Aarrgghh...."

__ADS_1


Setelah memukul wajah pria itu ia langsung menendang utusan Cici yang lainnya.


Bruk...


Bruk...


Bruk...


"Aarrgghh...."


"Berani sekali kau menyentuhnya," bentak Frankey yang melayangkan pukulan bertubi-tubi terhadap pria yang melukai putrinya.


Bruk...


"Aarrghh...."


Bruk...


"Aarrghh...."


"Dengan tangan mana kau menyakitinya...ha? apakah tangan kanan," bentak Frankey yang mematahkan pergelangan tangan kanan pria itu.


Krek...


"Aargghhh...," teriak pria itu kesakitan.


Valencia dan Markus langsung menghampiri Valen yang sedang menangis dan terluka.


"Mama, kepala Valen sakit," tangisan Valen yang memeluk Valencia.


"Kita segera ke rumah sakit," ujar Valencia yang cemas.


Frankey menghajar pria yang melukai putrinya sehingga hancur wajah pria itu. bukan hanya itu saja, pergelangan tangan kiri pria itu juga dipatahkan oleh Frankey yang emosinya sedang memuncak.


Sementara utusan Cici yang satu lagi dihajar oleh bodyguard Valen.


"Frankey, hentikan! kau bisa membunuhnya," bujuk Markus.

__ADS_1


"Dia harus mati, berani sekali menyentuh putriku," bentak Frankey yang masih sedang memukul wajah pria itu.


__ADS_2