
"Kenapa kamu ada di sini?" tanya Valencia.
"Ada yang ingin ku bicarakan! apa aku bisa masuk sebentar?" jawab Frankey.
"Silakan!"
Frankey melangkah masuk ke dalam rumah mewah itu, ia melihat sekitaran yang dilengkapi dengan perabotan dan tempatnya yang luas.
"Kenapa kamu bisa tahu aku di sini?" tanya Valencia yang menghampiri Frankey.
"Mana mungkin aku tidak tahu, Valencia Valentina menjadi calon istri sahabatku. cukup mengejutkan!" jawab Frankey sambil melihat sekitaran dalam rumah itu.
"Dan...apa tujuan utama kamu mencariku? apa niatmu tidak ingin Valen mengetahui yang sebenarnya?"
"Bagaimana menurutmu? lima tahun yang lalu kau pergi begitu saja dan kini kau muncul setelah lama menghilang." ujar Frankey yang menoleh ke arah Valencia yang berdiri di belakangnya.
"Aku tidak hilang, selama ini aku memang tinggal di sini."
Frankey maju selangkah menghampiri Valencia." kau sudah melihatnya bayi yang kamu lahir kini sudah besar. dia sangat pintar dalam segala hal. dan dia juga merindukan sesosok seorang ibu."
"Apa kamu takut...aku mendekatinya?" tanya Valencia dengan mata berkaca-kaca.
"Untuk apa aku takut mengenai hal itu, dia adalah putri yang ku rawat dari kecil. tanpa seorang ibu yang pergi meninggalkan dia."
"Aku tidak bersalah meninggalkan dia, karena semua ini adalah keinginanmu. aku hanya turuti saja katamu!"
__ADS_1
"Dan apa mau mu sekarang?" tanya Frankey.
"Tolong jangan jauhkan dia dariku! aku bisa saja tidak akui siapa aku sebenarnya, tapi tolong jangan jauhkan dia dariku!" pinta Valencia dengan berharap.
"Kau pergi setelah melahirkan dia, apa kamu mengira kau layak meminta ini denganku?"
"Frankey...jangan salahkan aku waktu tu yang memilih pergi! semua kejadian itu bukan aku yang menginginkannya. dan kamu harus tahu. aku tidak menjual diriku ataupun putriku. saat aku pergi aku tidak mengambil sepersen uangmu. dan aku pergi karena keinginanmu," kata Valencia dengan nada agak tinggi.
"Apa kamu masih ingat? kau yang ingin aku pergi dan jangan membawa bayi ini. aku melakukannya sesuai perjanjian awal," ujar Valencia.
"Karena kau sudah tahu itu adalah perjanjian awal, lantas, untuk apa kamu meminta aku jangan menjauhkanmu dari Valen?"
"Karena aku merindukan dia, sangat merindukan dia. aku sadar siapa aku. aku adalah wanita yang melahirkan dia, dan aku juga terpaksa pergi atas permintaanmu."
"Valencia Valentina, aku bisa saja langsung membawanya pergi, sehingga kau tidak lagi menemuinya," ujar Frankey dengan maksud mengancam.
"Karena aku yang membesarkan dia selama ini. jadi, aku berhak melakukan apa saja."
"Frankey, kalau hanya itu niatmu, untuk apa kamu datang mencariku dan memberitahu aku semua ini?" tanya Valencia dengan merasa kecewa.
"Karena...aku bisa membawanya pergi darimu kapanpun aku mau," jawab Frankey yang menyentuh wajahnya Valencia.
"Kenapa kau harus melakukan itu? apa karena niatmu sengaja ingin memisahkan kami? aku tidak akan membiarkan dia tahu siapa aku sebenarnya. aku masih ingat janji itu. cukup biarkan aku melihatnya dari jauh, aku mohon padamu!" pinta Valencia.
"Kalau aku tidak mau, apa yang akan kau lakukan?"
__ADS_1
"Apa kamu begitu tega ingin Valen menunggu seorang ibu yang tak pernah muncul di depannya? dia dilahirkan saat masih belum waktunya. dia juga tidak mendapatkan cinta dari ibunya. dia adalah putrimu, Frankey. apa kamu tega terhadap dirinya?"
"Apa kamu ingin dia tahu bahwa mama yang dia tunggu selama ini akan segera menikah dengan pria yang lain? bagaimana dengan dia saat itu? dia menginginkan mamanya selalu berada di sisinya. saat dia melihatmu walau tidak tahu siapa kamu sebenarnya, tapi dia bisa merasakan kamu adalah orang yang melahirkan dia. setiap dia melihatmu bukankah hanya membuatnya semakin berharap pada sesuatu yang tidak mungkin terjadi," kata Frankey.
"Lalu, apa yang kamu inginkan? jangan lupa kenapa di saat itu aku pergi, semua ini adalah permintaanmu. dan kau juga tahu aku bukan datang merayumu, tapi aku dijadikan korban yang harus melahirkan keturunanmu. tapi siapa sangka aku benar-benar menyayangi janin yang di dalam kandunganku. tapi pada akhirnya kamulah yang ingin mengirimku keluar negeri dan pada saat yang sama aku harus melahirkan Valen dalam kondisi tertekan dan takut," ucap Valencia yang mengeluarkan air matanya.
"Kamu tidak akan tahu betapa sakitnya hati dan tubuhku di saat itu, rasa takut semakin menghantuiku. aku sadar aku siapa. tapi aku adalah manusia yang bisa merasakan sakit dan ketakutan. saat melahirkan dia aku juga sadar tidak akan bisa membesarkan dia dan harus pergi sesuai permintaanmu. kamu yang mengatakan bahwa Nacy yang akan menjadi ibunya. aku pergi hanya karena mengabulkan keinginanmu bukan keinginanku," ucap Valencia.
Valencia kemudian berlutut di depan pria itu dan berkata," aku mohon padamu jangan jauhkan aku dari dia. aku berjanji tidak akan mengatakan yang sebenarnya. biarkan aku merawatnya walau hanya sebagai orang asing baginya. aku tidak akan memberitahu dia ataupun membawanya pergi."
Frankey lalu berjongkok dan bertatapan dengan Valencia, ia mengusap air mata wanita itu yang mengalir dengan begitu deras," kau akan segera menikah dengan sahabatku, tidak pantas kau peduli putriku lagi. kalau kau menikah dengan dia dan di satu sisi kau masih peduli pada Valen, ini berarti kau hanya memberi luka pada putrimu sendiri."
"Apa yang harus ku lakukan agar kau tidak menjauhkan dia dariku?"
"Tinggalkan Ricky dan menikah denganku," jawab Frankey dengan serius.
"Ti-tinggalkan dia?"
"Benar! tinggalkan dia dan menikah denganku, dengan begini kau bisa merawat Valen dengan sepenuh hati. dan tidak perlu khawatir kau akan pisah dengan dia," jawab Frankey dengan tegas, bagi Frankey memang sengaja mengajukam syarat untuk Valencia agar wanita itu akan meninggalkan calon suaminya.
Saat mendengar ucapan pria itu Valencia tidak tahu apakah dia harus merasa senang ataupun sedih. walau Frankey adalah pria yang paling dia cintai akan tetapi ia tidak tahu bahwa pria itu juga memiliki perasaan yang sama dengannya.
"Aku tahu kau sangat mencintainya, tapi aku tidak akan memaksamu, diantara calon suami dan juga putrimu yang mana kau akan pilih. aku akan memberimu waktu untuk memikirkannya," kata Frankey yang memeluk Valencia dengan erat dan mencium bibirnya.
Valencia dicium dengan tiba-tiba ia tidak melawan, ia merasakan ciuman yang sangat dalam dari pria.
__ADS_1
Setelah beberapa saat Frankey melepaskan ciumannya dan berkata," pikirkan dengan baik-baik! apa pilihanmu. kalau Ricky yang kamu pilih, maka aku akan segera membawa putri kita pergi. tapi kalau kau memilih putri kita, maka kita akan menikah dan tinggal bersama selamanya."