
Fanie menggelengkan kepalanya lagi. "Tidak, lebih baik aku kembali ke ruanganku. Meski mejanya keras, aku sudah terbiasa berbaring di sana."
Bahkan, yang lebih penting adalah bahwa hanya ketika dia tidur di mejanya sendiri, dia baru merasa nyaman, dan dia barus bisa memaksa dirinya untuk mengisi energi yang cukup. Kalau berbaring di sofa itu, meskipun memang lebih nyaman, tapi dirinya khawatir kalau dia tidak bisa istirahat dengan baik.
"Betapa menyakitkan! Baiklah, terserah kamu saja!" Dalam pandangan Arya, wanita konyol ini sedikit tidak tahu berterima kasih. Mengetahui bahwa fanie memiliki sifat yang sedikit aneh, dia berusaha untuk tidak peduli padanya.
fanie, seperti yang terakhir kali, menyelinap kembali ke ruangannya. Anton duduk tegak di posisinya. Begitu dia masuk, Anton segera memberi sebuah isyarat.
Seperti dalam percakapan terakhir mereka, lokasi yang dipilih untuk berbicara adalah lorong aman tanpa orang, yaitu tangga.
"Kenapa aku tidak melihatmu pergi ke kantin karyawan siang ini? Apakah kamu sudah makan siang? Aku pikir kamu belum makan, jadi aku membawakanmu satu porsi makanan, tapi.." Anton langsung berceloteh.
Fanie tersipu dan menjawab dengan malu, "Iya, aku tidak pergi ke kantin karyawan, tapi aku sudah makan. Aku pergi makan di luar."
"Makan di luar? Di restoran mana? Apakah rasanya enak? Apakah harganya mirip dengan kantin karyawan? Kalau ada tempat yang begitu bagus, kamu juga harus memperkenalkannya kepadaku, dan aku akan mengikuti kamu untuk melihat-lihat lingkungan di sana! Seperti yang kamu tahu, kantin restoran sangatlah ramai setiap harinya. Setiap kali aku pergi ke sana, aku harus mengantri untuk mendapatkan makanan. Aku sudah muak dengan antrian seperti itu setiap hari! " ketika mendengarnya, Anton langsung terlihat lebih bersemangat.
Tapi Fanie menjadi lebih malu lagi. Makanan yang dia makan di luar hanyalah alasan baginya agar Anton tidak mencurigainya. Sebenarnya, dia tidak pergi makan di luar, jadi dia tidak bisa menjawab saat ditanya oleh Anton.
"Sebenarnya, aku tidak tahu restoran mana yang enak. Hari ini, temanku yang mentraktirku, jadi aku tidak memperhatikan menunya. Tapi makanannya cukup enak.” Dengan tergesa-gesa, dia mencari alasan lain.
"Teman mentraktirmu? Oh, maaf. Aku pikir kamu tidak akan muncul di kantin karyawan lagi." Anton juga tampaknya sedikit malu, karena dia merasa dirinya terlalu terburu-buru.
Fanie tidak bisa menahan napas. Setelah ini, mungkin dia benar-benar tidak akan muncul di kantiin karyawan lagi. Kalau begitu, apa yang harus dia katakan? Meskipun hari ini dia bisa lolos dengan kebohongan ini, tetapi besok, kalau Anton bertanya lagi, kebohongan apa yang harus dia katakan? Hidup yang luar biasa!
Kebohongan tanpa henti seperti ini, dia tidak mau, dia bukan pembohong yang baik, tapi sekarang, dia telah menjadi pembohong selangkah demi selangkah.
__ADS_1
"Tidak apa-apa. Kembalilah dan istirahat. Aku bertanya padamu karena aku tidak melihatmu." Anton tidak terlalu memikirkannya. Lagi pula, dalam masyarakat ini, siapa yang belum memiliki beberapa teman baik yang bisa mentraktir mereka makan?
Tentu saja, itu juga karena fanie terlihat seperti anak yang baik dan tidak bisa berbohong.
Namun, jelas sekali bahwa penglihatan Anton tidak begitu baik.
fanie membohonginya lagi dan lagi. Namun dia tidak menyadarinya sama sekali, tapi mungkin itu karena dia terlalu percaya padanya.
"Hanya karena ini saja?" fanie semakin tidak bisa mengabaikan perilaku Anton. Dia tampaknya sangat tertarik dengan urusannya. Tetapi dalam tim magang yang sama, ada karyawan magang lain dan banyak yang berjenis kelamin wanita. Kenapa dia tampaknya lebih tertarik pada dirinya? Sepertinya dia tidak seperhatian ini kepada karyawan magang yang lain?
Perlakuan semacam ini tidak buruk, tetapi itu akan membuat fanie merasakan semacam tekanan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Misalnya, Anton tampaknya memperhatikan semua yang dikatakan dan dilakukan oleh Fanie setiap saat. Dan juga, hanya satu kali dia tidak pergi ke kantin karyawan, tapi dia dengan begitu cepat menyadarinya, dan memanggil dirinya untuk bertanya langsung? Perlakuan semacam itu, baginya, merupakan tekanan yang tak terlihat.
"Yah, hanya ini saja. Jangan berpikir yang tidak-tidak. Aku hanya terbiasa duduk denganmu dan mengobrol denganmu ketika makan siang. Tapi tadi siang, aku tidak menemukanmu ketika aku selesai makan, jadi aku bertanya-tanya. Tepat ketika aku melihatmu memasuki ruangan, aku tidak tahan untuk tidak memanggilmu dan bertanya padamu! " Setelah dia selesai berbicara, Anton terlihat malu.
Fanie kembali ke ruangannya lebih dulu, tetapi Gabby , karyawan magang dari tim yang sama, memberinya pandangan acuh tak acuh, kemudian dengan cepat mengalihkan matanya dan terus bermain game dengan kepala tertunduk.
Setelah lama menunggu, semua teman di ruangannya sudah pergi, jadi dia pergi ke lift dan ke tempat parkir.
Setelah Sam menunggunya naik ke dalam mobil, dia melihat wajah fanie yang tidak baik, jadi dia bertanya dengan prihatin, "Nona fanie, istirahatlah dulu! CEO Arya barusan menelepon, dan dia bilang dia akan turun sepuluh menit lagi. Lalu pulang bersama nona Fanie. "
Fanie mengangguk, dan tak lama kemudian Arya turun.
Sam, si pengawal, membuka pintu dan melompat keluar dari kursi pengemudi.
"CEO Arya, silahkan!" Dia juga dengan sopan membuka pintu kursi belakang untuk bos besar.
__ADS_1
Pada saat pintu terbuka, penampilan dan sosok wanita muda yang duduk di kursi belakang mobil benar-benar terlihat oleh seseorang, tetapi Fanie tidak menyadarinya.
"Ayo pergi!" Begitu Arya duduk, dia memberi perintah.
Garis suaranya yang dingin, memiliki semacam perasaan yang dalam dan berat, yang sangat menenangkan di tengah mobil yang sempit itu.
Mobil mewah itu segera melaju keluar dari tempat parkir.
Pada saat ini, di dalam mobil pribadi merah di sudut, Gabby dengan cepat menekan tombol untuk memberhentikan pengambilan video di ponselnya, dan jari-jarinya yang panjang bergetar.
"Ya Tuhan, berita besar macam apa yang ada di depan mataku!"
Sampai sekarang, dia masih tidak percaya akan apa yang dilihatnya dengan kedua matanya sendiri.
Sejak kapan kedua orang itu bersama? Awalnya, dia tetap berada di tempat parkir karena dia ingin menonton berita gosip.
Justru karena dia memilih untuk berdiam di tempat pakir, dia jadi memiliki kesempatan untuk mengetahui sebuah rahasia yang lebih besar.
Dia melihat dengan matanya sendiri bahwa Fanie, pekerja magang baru, tidak naik mobil Anton, karena, bagi Gabby , plat mobil dan model mobil Anton terlalu biasa, sehingga Fanie memilih mobil yang lebih mewah. Tetapi mobil siapa itu? Dia hanya melihat orang yang duduk di kursi pengemudi dan terlihat seperti pria muda. Dia langsung terpikir sesuatu, apakah pria itu adalah pacar rahasia fanie?
Tapi pria muda ini, sangat muda, tapi sudah mengendarai mobil pribadi mewah. Pasti anak itu adalah anak dari keluarga kaya.
Pada saat itu, Gabby merasa bahwa dia memandang rendah fanie, seorang magang biasa.
Dengan pacar yang begitu hebat, mengapa dia tidak memanfaatkannya dengan baik? Jika itu dirinya, dia tidak ingin pergi bekerja sambil berdesakan di busway. Bukankah sangat romantis kalau ada seseorang yang mengantarnya?!
__ADS_1
Tapi Gabby adalah penduduk asli kota jakarta, setelah dia melihat-lihat lagi wajah anak orang kaya itu, dia menyadari bahwa wajah itu terlihat asing, dan dia tidak mengenalinya. Ketika dia akan menyalakan mesin untuk kedua kalinya bersiap untuk pergi, dia melihat sosok yang jarang terlihat senang, sedang berjalan ke mobil dengan senang.
Ya Tuhan, bukankah sosok itu adalah direktur baru?