
Kerumunan di bawah sudah menunggu kemunculan presiden direktur yang misterius ini. Pada saat ini, mereka semua bertepuk tangan dengan keras hingga hampir membuat telapak tangan mereka memerah.
“Baik, baik, tepuk tangan kalian semua sudah cukup untuk menunjukkan kesungguhan kalian!” saat ini MC melihat ke bawah dari atas panggung.
fanie yang hanyut dalam kerumunan di bawah panggung tanpa sadar membelakakkan matanya menatap lurus ke arah panggung.
Dia melihat sosok seorang pria berpakaian hitam, melangkah ke atas panggung dengan perlahan, lalu berdiri di samping MC tadi.
Hanya saja, yang menarik adalah presiden direktur yang baru ini sedikit lebih tinggi dari MC yang tampan ini, tapi saat mereka berdua berdiri bersama, aura berwibawa pria itu langsung terlihat lebih menonjol.
fanie tercengang, kenapa pria yang berada di atas panggung itu adalah dia? Itu dia, dirinya tidak salah melihat!
Tapi jelas-jelas sebelumnya MC mengatakan orang yang berada di atas panggung adalah presiden direktur yang baru? Buat apa dia datang ke sini?
Tanpa sadar fanie mengejapkan matanya, tetapi yang muncul di hadapannya masih pria yang selalu muncul di dalam mimpinya setiap malam.
"Halo semuanya! Aku adalah presiden direktur yang baru!"
__ADS_1
Saat mendengar suara familier pria yang sedang memperkenalkan dirinya itu, Fanie hampir tidak bisa berdiri dengan stabil.
Benar, ini adalah suaranya, tidak diragukan lagi suara ini adalah suara Arya Putra .
Tadi saat melihatnya muncul di atas panggung, Fanie masih meragukan kenyataan ini, tapi saat dia mendengar suaranya, hal ini sekali lagi membuktikan kenyataan yang sulit dipercayai ini, Fanie tidak meragukan hal ini lagi.
"Nama saya Arya Putra. Saya yakin di sini tidak begitu banyak orang yang mengenal siapa saya! Tapi ini tidak penting." seakan tidak ada siapa pun di sampingnya, pria berpakaian formal yang menghadiri pesta penyambutan malam ini, presiden direktur baru yang katanya misterius itu, berdiri di atas panggung sambil, berbicara dengan gaya bicaranya yang humoris, wajahnya keren dan tampan, tidak diragukan lagi, kemunculannya langsung menarik perhatian semua orang.
Di antara mereka, termasuk Fanie.
Dia menatap lurus ke arah panggung, hampir lebih dari satu bulan tidak bertemu, Arya terlihat kurusan, tetapi dia masih terlihat sangat bersemangat. Kelihatannya dalam satu bulan lebih mereka tidak bertemu dan dia tidak menghubunginya ini, kehidupan Arya sangat baik dan dia masih tetap hebat seperti dulu.
Tapi, sepengetahuannya, Arya mengelola perusahaan perhiasan, bahkan jika dia ingin memperluas proyek bisnisnya, seharusnya akan berkaitan dengan bidang perhiasan, riset kimia dan biologi? Dia tidak salah bidang!
Singkat kata, dia yang berada di atas panggung, memiliki gerak gerik yang elegan dan berwibawa. Sebagai pebisnis sukses yang menonjol, ucapannya yang singkat juga telah memenangkan rasa suka dan dukungan dari banyak eksekutif perusahaan dan karyawan yang hadir.
Tapi Fanie yang berada di bawah panggung malah merasa sedikit gelisah.
__ADS_1
Kemunculannya karena kebetulan atau ke tidak sengajaan? Atau karena kesengajaan? Fanie tidak berani terus berpikiran tidak karuan.
Pikirannya kacau, ingatan saat mereka tinggal bersama di kota Bandung kembali muncul di dalam benaknya, seperti film lama yang kembali diputar, membuatnya kesulitan bernafas.
"Arya pasti tidak tahu aku magang di sini, Arya pasti masih tidak tahu! Dulu Arya sangat sibuk bekerja, setiap hari ada begitu banyak dokumen yang harus dia tandatangani, mana mungkin si Aeya ini bisa mengingat nama perusahaan yang menawarkan pekerjaan magang untukku? Dia pasti tidak ingat! Kalau tidak ingat, kemunculannya hari ini pasti murni karena kebetulan! "
Tetapi tentu saja sugesti seperti ini tidak bisa membuatnya tenang dengan cepat.
Sejak dia mengenali Arya, kemunculannya telah menjatuhkan batu besar di atas danau jantungnya yang tenang, dan menghancurkan semua ketenangannya.
"Ada begitu banyak karyawan di perusahaan, memangnya kenapa kalau dia adalah presiden direktur yang baru, aku hanya karyawan magang yang baru, jadi dia tidak mungkin menemukan keberadaanku dan dia tidak akan pernah memperhatikanku!"
Fanie kembali memberikan berbagai macam sugesti kepada dirinya, tetapi saat dia kembali mendongak, dia kembali sesak nafas, karena pria di atas panggung sedang memandang dirinya dengan tatapan yang seolah-olah tidak ada.
Gawat! Dia sudah mengenali dirinya?
Tapi, ada begitu banyak karyawan di bawah panggung, pria dan wanita berdiri bersama, dan dia berdiri di tengah kerumunan pria dan wanita, bisa dikatakan keberadaannya sangat tidak mencolok, terlebih hari ini pakaian yang dia kenakan sangat simpel dan biasa, dia tidak mungkin sesial ini kan!
__ADS_1
Dengan hanya saling bertatapan sebentar, Fanie kembali menundukkan kepalanya dengan sangat panik, firasatnya mengatakan Arya sudah mengenalinya, dan kelihatannya sorot mata pria itu penuh dengan berbagai macam peringatan dan ancaman!
Pidatonya di atas panggung masih berlanjut, tetapi Fanie sudah tidak mood mendengarkannya.