
“Eh, kamu kira semua orang seperti kamu, dilahirkan sudah seperti setan kelaparan, asalkan yang bisa dimakan, kamu sepertinya tidak akan menolaknya!" Arya tidak ingin kalah dibandingkan dengan wanita ini.
Jakunnya sedikit bergerak, akhirnya dia juga mengambil sumpit dan mengarahkannya ke masakan kol itu, hmm, warnanya terlihat berbeda, namun tidak tahu bagaimana dengan rasanya, pikir Arya, dia mengambil sedikit sayurnya dengan ragu-ragu, lalu memasukkannya kedalam mulutnya dengan hati-hati, terakhir mengunyahnya dengan pelan.
"Bagaimana rasanya?" Ini adalah pertama kalinya Arya mencobanya, fanie tentu saja tidak melewatkannya.
Arya mengunyahnya dengan pelan, lalu ekspresinya berubah dari kecurigaan dan hati-hati menjadi sedikit termenung dan terakhir kerutan dikeningnya hilang.
Melihat perubahan ekspresi Arya dan dengan hati tegang adalah fanie yang menjadi pengamat.
"Bagaimana, rasanya bagaimana? Cepat bilang, berikan sebuah penilaian yang bagus dong!" Sungguh membuat orang panik, dia ingin tahu bagaimana hasil makan bos arya putra ini, namun Arya ini malah terus mengunyah dengan santai dan pelan.
"Masih boleh, masih bisa dimakan!" Setelah itu barulah Arya ini menjawabnya dengan tidak ikhlas.
fanie langsung berkata, "Masih bisa dimakan? Apakah standarmu tidak terlalu tinggi! Aku benar-benar tidak bisa mengerti cara hidup orang sepertimu!"
Ini jelas-jelas enak sekali, ini adalah rasa rumahan, hangat dan menyentuh hati, namun dia hanya bilang masih bisa dimakan, selera bos arya ini sungguh sangatlah berbeda.
__ADS_1
Tapi, siapa suruh dia adalah orang kaya, dia punya modal untuk seperti begini.
"Ini juga, seledri cah daging sapi ini juga lumayan, ini adalah satu masakan yang tidak pernah bosan aku makan, baik dimusim apapun, waktu apapun, sekalipun setiap hari makan lauk ini, aku juga tidak merasa enek, sungguh aneh!" Dihadapan makanan yang enak, suasana fanie terus saja akan menjadi bagus, makanan ini yang enak tidak hanya bisa memenuhi perutnya yang lapar, dia juga bias meredakan suasana hatinya yang tertekan, dan sedikit serta sementara membebaskannya dari tekanan hidupnya ini.
"Kamu sungguh mudah untuk dihidupkan! Sebuah seledri dan sedikit daging sapi saja sudah bisa membuatmu kenyang! Modalnya sungguh murah!" Arya duduk diseberangnya dan mengkritik dengan tanpa sungkan, untuk meledeknya.
Namun fanie juga tidak membantah, faktanya, tidak ada salah besar dari perkataan arya ini, anak dari keluarga kesusahan seperti dia, dan ketika kecil sudah kehilangan kedua orang tuanya, dan hidup bersama dengan kakaknya, permintaannya terkadang sangatlah sederhana, hanya ingin selamat saja, ingin sehat saja, bisa terus hidup dengan tenang bersama dengan kakaknya saja dan tidak kekurangan pakaian dan makanan saja sudah cukup.
"Mungkin memang benar! Aku ini sebenarnya tidak banyak meminta, aku juga tidak menginginkan apa-apa, aku hanya ingin hidup sederhana saja,
mungkin saja permintaan yang sesederhana ini terkadang juga tidak bisa dikabulkan!" Sekali terpikiran hingga begini, dia terpikiran dengan kakaknya yang sakit parah itu.
"Sudah datang, masakan ketiga sudah datang!" Bos wanita yang ramah tamah dengan cepat menyajikan masakan ketiga..
Masakan ketiga ini masih saja adalah masakan rumahan, hanya saja porsinya sangat banyak, ini adalah sebuah masakan daging yang sebenarnya, ayam muda goreng, itu adalah ayam jantan tadi yang sekitaran setengah kilo itu dicabut bulunya dan dibersihkan dengan bersih lalu dipotong menjadi potongan kecil dan digoreng Bersama dengan cabe kering.
"Wah sekali dicium saja sudah terasa wangi, tante, tetap kamu lah yang paling bagus, kamu masih ingat aku suka masakan ini!" air liur fanie sudah mengalir.
__ADS_1
"Ini juga adalah masakan andalan toko kami, ini adalah masakan unggulan paman, ada banyak orang yang datang kemari dan makan ini akan kemnbali untuk mencobanya lagi!
Ayo cepat kalian coba! Aku harus pergi membantu paman didapur!" bos wanita juga tidak enakan untuk tetap menetap di tempat ini, setelah manyapa dia lalu kembali ke dapur sambal tersenyum.
"Kamu suka makanan yang pedas dan juga terlihat berminyak seperti begini?" Sebelumnya seledri cah daging sapi saja arya merasa dirinya masih bisa menahannya,
bagaimanapun juga masih ada daging dan sayur juga, namun ayam muda goreng ini sedikit terlalu keterlaluan, cabe yang merah sekali sudah membuat terasa pedas ketika melihatnya..
"Ini memang sedikit pedas, namun dari mana terlihat berminyak? Lagi pula jika sama sekali tidak ada minyaknya, sepertinya juga tidak akan enak!" fanie tidak menyetujuinya.
"Ini adalah terakhir kalinya, terakhir kalinya mengizinkan kamu memakan makanan tidak bergizi seperti begini! cepat, setelah makan ini jangan datang ketempat ini lagi kedepannya!" arya awalnya hanya saja tidak puas dengan lingkungan disini, namun saat ini dia sudah mulai tidak puas dengan makanan disini.
"Mengapa tidak boleh datang lagi? Aku merasa makanan disini murah dan yang terpenting juga rasanya enak!" fanie benar-benar tidak bisa mengerti pemikiran arya.
"Aku bilang tidak boleh, iya tidak boleh! Kalian ini para wanita benar-benar rambutnya Panjang namun pendek dipemikiran,
setiap hari memakan makanan sampah seperti ini, hanya untuk kesenangan sesaat tapi sama sekali tidak menjaga badan kalian sendiri, tidak tahu apa yang dimaksud dengan nutriology, benar-benar menjaga kesehatan!
__ADS_1
cepatlah makan, setelah itu bayar dan pergi,!" Sekali berkata sampai disini dia sudah meletakkan sumpitnya jelas sekarang dia sudah tidak tidak mempunyai selera sama sekali.