Cinta Merubah Segalanya

Cinta Merubah Segalanya
Bab 034 Keras Kepala


__ADS_3

"Tidak, Kakakku belum sadar, aku harus melihatnya sadar supaya aku bisa merasa tenang. Jika tidak, aku tidak akan pergi kemana pun ! Aku akan tetap menunggu di sini !" Dia adalah kakak kandung satu-satunya, bagaimana mungkin dia bisa meninggalkan rumah sakit sebelum melihat kakaknya itu sadar dan meninggalkannya sendirian di rumah sakit ?


"Sebentar lagi dia akan sadar, bukankah dokter sudah mengatakan bahwa operasi ini berjalan dengan lancar ? Kamu sekarang harus makan sesuatu dan beristirahat. Bukankah kamu hanya mengambil cuti kerja sehari saja ? Besok kamu masih harus pergi mengajar ! Bagaimana kamu bisa mengajar dengan kondisi seperti sekarang ini ?" Ini adalah pertama kali Arya melihat wanita keras kepala seperti dia.


Pada akhirnya, kekesalan Arya sudah tidak bisa dibendung, dia terpaksa menggendongnya dan membawanya masuk ke dalam lift.


"Arya, lepaskan aku ! Apa yang kamu lakukan ? Aku tidak ingin pergi dari sini, aku masih ingin menunggu di sini, menjaga kakakku !" Fanie dikejutkan oleh tindakan Arya yang mendadak ini. Namun ketika pintu lift perlahan tertutup, dia baru menyadari bahwa pria yang sombong itu telah melakukan sesuatu terhadap dirinya sendiri. Dia mulai berjuang melepaskan diri dari pelukannya, dan kemudian terjadi keributan di dalam lift.


Untuk hal lain, Fanie dapat mematuhi semua perintahnya. Namun, untuk kali ini, dia bersikeras untuk tetap menunggu di sini.


"Jangan ribut ! Patuhlah dan makanlah sesuatu !" Arya mengabaikannya dan tidak melepaskannya.


Arya tidak tahu harus bagaimana agar Fanie mau mendengar bujukannya, sehingga dia hanya bisa melakukan dengan cara ini.


"Aku tidak sedang ribut, kamu yang ribut ! Lepaskan aku ! Lepaskan sekarang juga !" Fanie sangat kesal.


Fanie tidak berhenti berjuang melepaskan diri dari pelukannya, dia memukul Arya dengan tangannya, menggoyang-goyangkan tubuhnya. Meskipun dia tidak terlalu berat, namun menggendong seseorang yang terus bergerak sambil berdiri lama juga sangat melelahkan.


"Jika kamu terus bergerak seperti ini, aku tidak keberatan menggunakan tindakanku untuk mengekspresikan protesmu !" Dia sudah kehilangan kesabaran, dan mengancamnya dengan mata melotot.

__ADS_1


"Lepaskan aku, dan biarkan aku kembali ke sana, maka semuanya dapat dibicarakan dengan baik. Jika tidak, aku tidak akan selesai denganmu."


Bujukan apa pun tidak bisa masuk ke telinga Fanie yang sekarang ini.


" "


Namun, selanjutnya dia tidak bisa mengatakan sepatah kata pun, karena mulutnya sudah dicium paksa oleh Arya.


Meskipun Fanie sangat kesal, tetapi tindakan ini benar-benar dapat membuatnya segera diam dengan patuh.


Untungnya pada saat ini, hari sudah malam, hanya mereka berdua dan kamera CCTV yang berada di dalam lift. Jika bukan karena ini adalah rumah sakit dan adanya kamera CCTV ini, Arya sudah ingin menghukum wanita kecil yang tidak taat ini di dalam lift ini.


"Wuu" (Suara ciuman). Fanie yang malang, penuh dengan keluhan dan kepahitan, tetapi pada saat ini, dia hanya bisa mengeluarkan suara yang tidak jelas itu.


Arya melepaskan ciumannya setelah lift berhenti di lantai pertama.


Begitu pintu lift terbuka, Arya meraih tangannya dan membawanya keluar dari lift. Pada saat ini, pikiran Fanie sedikit bingung, dia hanya mengikuti langkah Arya dan melangkah maju dengan kekuatan yang dia tarik.


Di luar sudah gelap, dan hanya beberapa lampu jalan yang masih menyala.

__ADS_1


"Ayo, mari kita pulang !" Arya mengendarai mobilnya sendiri ke rumah sakit, sehingga tidak menjadi masalah untuk pulang lebih malam.


Arya membawanya masuk ke dalam mobil, kemudian dengan cepat mengendarainya ke jalan.


Malam ini, setelah dia masuk ke mobil, dia terlihat sangat diam.


Setelah masuk ke dalam mobil, Fanie hanya berdiam diri dan tertegun duduk di sebelah Arya.


Arya sangat khawatir melihatnya seperti ini. Dia lebih ingin melihat Fanie meribut dengannya, meluapkan emosi kepadanya, menangis di depannya, karena ini akan membuatnya merasa lebih baik daripada melihatnya terdiam saja.


Namun, dia hanya terdiam dan tidak melakukan apa-apa, seperti kehilangan semangat hidup.


Fanie, jangan seperti itu, semuanya akan berlalu. Operasi kakak mu sangat berhasil. Alasan mengapa dia belum sadar, itu karena obat bius yang diberikan dokter pada saat melakukan operasi. Dia akan sadar pada waktunya, dan di unit perawatan intensif ada perawat yang menjaganya sepanjang malam serta dipantau oleh berbagai alat medis, mereka lebih profesional ! Jadi, jangan khawatir !"


Arya masih menghiburnya dengan sabar, tetapi tidak tahu apakah Fanie mendengarnya atau tidak, tidak ada respon dari Fanie.


"Chi" (Suara gesekan ban mobil). Suara gesekan yang kuat datang dari antara ban mobil dan tanah, diikuti dengan rem mendadak yang membuat mobil akhirnya berhenti di sebuah jembatan.


Benar, berhenti di tengah jembatan. Untungnya, di waktu sekarang ini, sudah tidak banyak kendaraan yang melewati jembatan ini sehingga tidak akan menimbulkan dampak buruk pada lalu lintas.

__ADS_1


Lampu jalan di jembatan juga sangat terang, menerangi segalanya seperti masih siang hari.


__ADS_2