Cinta Merubah Segalanya

Cinta Merubah Segalanya
Bab 025 : Teman Yang Menusuk


__ADS_3

Lihat sifatnya ini masih lumayan keras kepala, dia sudah dihajar mati-matian oleh kita tapi masih saja memikirkan siapa yang menyebarkan kabar ini, orang ini benar-benar tolol!" Fanie direndahkan lagi.


" Lihat dia begitu ingin tahu siapa yang mengkhianatinya, juga sedikit kasihan, bagaimana jika kita kasihani dia kali ini dan beritahu dia saja! lagi pula ini juga tidak bisa ditutupi, cepat atau lambat dia pasti akan tahu, bukan kah begitu? Jika kita memberitahunya sekarang, kita termasuk membantunya!"


Sebenarnya mereka tidak sebaik hati ini, mereka hanya ingin memanfaatkan kesempatan ini dan membuatnya semakin memalukan saja.


Seolah jika dia semakin dipermalukan, dia semakin diinjak, barulah murid-murid ini akan senang.


"Kalian beritahu aku saja, siapa yang sebenarnya menyebarkan kabar ini, beritahu aku." mulut Fanie saja sudah berdarah karena dipukul tadi, lalu dia masih terbaring dilantai dengan kasihan.


"Kamu begitu ingin tahu, bisa apa jika memberitahu kamu? kamu ingin beradu nyawa dengan orang itu?" ledek salah seorang murid wanita.


"Iya, aku akan mencarinya untuk bertaruh nyawa!" Fanie menjawabnya sambil mengertakkan giginya.


Dia sekarang sangatlah mendendami orang yang menyebarkan kabar ini.


"Enak sekali kamu mengatakannya, takutnya setelah kamu mengetahi siapa orangnya kamu tidak akan tega menyerang orang yang mengkhianatimu dan menyebarkan kabar itu!"


Fanie tahu orang ini pasti tahu siapa yang sebenarnya menyebarkan kabar ini.


"Kalian beritahu aku saja!" Kata Fanie.


"Baiklah, mainkanlah sebentar lagi, jika kamu benar-benar ingin bilang, langsung beritahu dia saja, kami tidak bermasalah."


Tapi orang yang pertama mengatakan ini sedikit ragu-ragu, dia tidak tahu apakah harus memberitahu Fanie atau tidak, dia sangatlah bimbang.


"Aduh, jangan lama-lama, jika kamu ingin membertitahunya tinggal bilang saja, jika tidak mau kita langsung pergi!" orangnya juga sudah dipukul oleh mereka, apakah masih mau berada disini dan menunggu tertangkap basah di tkp? mereka tidak sebodoh itu, tentu saja mereka akan kabur.


"Sudahlah, aku berbaik hatilah memberitahumu, sebenarnya orang pertama yang menyebarkan berita kamu menjadi simpanan orang kaya itu bukanlah orang lain melainkan seorang wanita yang kamu kenal dan sangatlah akrab."


Akhirnya ada seorang wanita yang memegang sikap ingin melihat pertunjukan dan memberitahu Fanie akan kabar orang itu.


"Aku kenal. dan sangat akrab?" kali ini fanie akhirnya punya sedikit petunjuk, dia tidak lagi kebingungan, "Tapi siapakah itu?"


Orang yang dia kenal juga tidaklah sedikit, teman dijurusannya meskipun tidak banyak hubungan dekat, tapi jika mengatakan kenal, maka ada 95% muridnya dia kenal, ingatannya memang bagus, didalam kelas, asalkan guru mengabsen beberapa kali, dia sudah hampir bisa mengingat semuanya.


Tapi jika mau dibilang akrab, maka sudah bisa mengecualikan sangat banyak orang.


"MEngapa masih belum terpikiran siapa dia? Fanie, bukannya aku mau menyindir kamu, tapi kamu benar-benar cukup tolol! Teman baikmu menikammu dari belakang dan kamu juga tidak tahu? Sungguh gagal kamu sebagai manusia!"

__ADS_1


"Teman baik?" Fanie tersenyum masam, disekolah ini, teman wanita yang bisa terhitung teman baginya tidaklah bnyak, "Hubungan aku dan siska masih terhitung baik, dan kami berdua berasal dari satu sma yang sama, tapi siska seharusnya tidka akan sembarangan menyebarkan gosipku!"


Dia ingin mengecualikan siska pada orang pertama, karena siska tidak mungkin adalah orang seperti itu.


Tapi setelah dia ingin mengecualikannya, otaknya terpikiran, ketika dia tadi keluar dari toilet dan ingin menanyakan masalah gossip kepada siska, tapi tindakan siska sangatlah aneh, sekali dipikir-pikir, itu sungguh tidak masuk akal hingga membuatnya curiga.


Siska, hahaha, aku beritahu kamu, orang yang menyebarkan gossip itu kebetulan adalah Siska, teman baik yang kamu anggap berhubungan baik dengannya, Siska yang berasal dari satu sma yang sama denganmu, Fanie, kamu tidak menyangkanya kan, tidak menyangka itu disebarkan oleh Siska, kamu juga tidak menggunakna otakmu, kamu menjadi simpanan orang kaya, hal seprivasi ini, teman dengan hubungan biasa mana mungkin bisa tahu?"


Doooorr,, kabar ini bagaikan sebuah mobil yang menabak badan fanie, dia awalnya hanya dihajar mati-matian saja dan badannya terluka, tapi sekarang, jelas bahwa psikologinya juga mendapatkan rangsangan yang cukup hebat.


"Bagaimana mungkin adalah dia, tidak, tidak mungkin, tidak mungkin Siska, kami berasal dari satu sma yang sama, biasanya hubunganku dengannya juga cukup baik, bagaimana mungkin dia akan memperlakukan aku seperti itu, bagaimana mungkin?


Tapi, yang membuatnya semakin bingung adalah mengapa Siska bisa tahu bahwa dirinya menjadi simpanan orang kaya? liburan dua hari ini, dia tidak bertemu dengan Siska, bahkan kontak lewat hp saja juga tidak, dan perihal dia menjadi simpanan Arya juga hanya terjadi selama beberapa hari ini saja.


Tunggu, sepertinya ada yang dilupakannya, dia terpikiran sesuatu, tapi ketika dia ingin menyakinkan nya, dia tidak mendapatkan apa-apa.


"Pergi, kita cepat pergi! Tempat ini tidak cocok untuk terus menetap!" beberapa murid yang tadinya melakukan kekerasan bergegas berbisik dan berdiskusi untuk segera meninggalkan tempat ini.


Jika tidak, satpam sekolah jika berjalan kemari dan mengetahui mereka membully dengan orang banyak, dan menhajar hingga mati-matian, maka mereka pasti juga akan mendapatkan hukuman yang tidak ringan.


"Pergi dari sini, segera pergi dari sini!"


Fanie tergeletak dijalanan, dia terbaring sangat lama, luka dibadannya membuatnya sangat sakit, namun hatinya lebih sakit lagi.


Siska dan dirinya adalah teman sekolahan dari sma, tunggu sebentar, sma membuatnya terpiikiran sesuatu.


disaat ini, dia tidak peduli lagi dengan sakit dan luka dibadannya, dia mencoba untuk bangun dan duduk, hpnya yang tua dan rusak itu untung saja tidak rusak karena mereka, masih bisa menelepon, Fanie bergegas menelepon sebuah nomor yang familiar.


Hanya saja ketika dia menarik nafas dalam-dalam, dan bersiap untuk meminta pembuktian dari orang lain, dihpnya hanya terdengar suara robot.


"Maaf, nomor yang anda hubungi sedang tidak aktif, silakan hubungi sesaat lagi!"


Fanie tidak pernah begitu mendendami suara robot wanita seperti ini.


Mengapa Siska bertemu dengannya dan langsung ingin kabur dan tidak mempedulikan panggilan dan halangannya? Hp Lidia, mengapa sekarang dalam kondisi nonaktif dan tidak bisa dihubungi?


Apakah semua ini hanya kebetulan saja?


Tapi ini sungguh terllau kebetulan! Ini tidak masuk akal,

__ADS_1


"Lidia, kamukah? Apakah kamu yang mengkhianati aku dan menyebarkan gosipku kemana-mana?" Dia duduk ditempat semula dan tidak bisa mempercayai fakta yang begitu kejamnya ini.


Teman disekitarnya tidaklah banyak, Lidia termasuk adalah teman yang paling baik dengannya, ketika mereka SMA, waktu itu mereka akrab hingga bahkan bisa pakai celana yang sama, jika tidak, ketika kakaknya terdiagnosis sakit parah dan membutuhkan uang 250 juta, dan meminjam kepadanya, ketika tamat SMA, kabarnya Lidia menikahi orang kaya, seharusnya Lidia punya uang, tapi waktu itu dia tidak meminjamkan kepadanya.


Waktu itu dia masih mengira dengan polosnya 250 juta itu bukanlah sebuah angka kecil, sekalipun suami Lidia adalah orang kaya, namun keluarga siapa yang bisa langsung mengeluarkan 250 juta begitu saja, dan tidak merasa sedikit keberatan? Jadi Fanie tidaklah menyalahkan Lidia juga.


Disaat Lidia memberitahunya boleh pergi mencari uang di club malam, Fanie masih saja sangatlah merendahkan cara mendapatkan uang yang tidak benar ini.


Sekarang, teman yang paling baik kepadanya seolah bahkan mengkhianatinya dan akan kehilangannya.


Entah berapa lama dia duduk diatas disana, dia masih menelepon Lidia sebanyak dua kali, namun sayangnya, tapi masih saja tidak bisa dihubungi, hingga dia menyadari teleponnya berdering, barulah dia bergegas mengambil hp dengan tegang.


"Lidia" Fanie langsung memanggil nama Lidia tanpa melihatnya.


"Lidia apa? Dimanakah kamu sekarang?" Arya sangatlah tidak sabaran, "Tadi supir meneleponku dan memberitahuku dia sudah menuggumu di pintu sekolahmu sangat lama, waktu janji denganmu sudah lewat begitu lama, dimanakah kamu sekarang?"


Fanie barulah menyadari dirinya sendiri salah panggil orang, telepon ini bukanlah telepon dari Lidia, melainkan dari Arya untuk mempertanyakan kesalahannya.


"Oh, aku masih berada didalam sekolah, aku segera kedepan pintu sekolah, aku lupa melihat jam di hpku!"


Sebenarnya, dia sendiri juga tidak tahu berapa lama dia duduk disana.


"Apakah berhasil minta izin?"


"Guru pembimbingku sudah menyetujuinya." Tangan Fanie yang memegang hp sedikit gemetaran.


Mengapa disaat dia begitu sakit hati, malah si Arya ini yang meneleponnya, air matanya mengalir dan tidak bisa dihentikan.


Dia berusaha untuk menahannya, barulah membuat dirinya tidak menangis dengan suara, jika tidak, didengar oleh Arya disisi lain telepon, dia pasti akan memarahinya lagi.


"Baiklah, sudah begitu dulu." Ditangan Arya masih ada setumpuk dokumen yang masih menunggu tanda tangan darinya, dia menelepon ditengah-tengah kesibukan.


Telponnya terdengar suara 'tut tut tut' pertanda bahwa orang itu sudah mengakhiri panggilan.


Fanie menyimpan teleponnya dan melap wajahnya, lalu berusaha berdiri, selangkah demi selangkah dia langkah untuk meninggalkan tempat ini,


namun dia tidak langsung pergi ke pintu sekolah, melainkan pergi kesebuah toilet umum dan dibawah keran air toilet wanita,


dia membersihkan dirinya dengan bersih, hingga setelah dia mengaca dan yakin tidak ada yang terlalu tidak beres, barulah dia berjalan perlahan ke pintu sekolah.

__ADS_1


__ADS_2