
Dia yang dulu tidak pernah berpikir untuk meneliti mengenai pakaian yang dikenakan oleh wanita, terutama mengenai pakaian dalam dan pakaian tidur, namun kali ini dia percaya dengan dirinya sendiri, dia berencana untuk memilih berdasarkan foto bagus yang ditawarkan oleh orang ini, dia kaget!
karena gambar tipe yang ditawarkan sungguh baru sekali dan seksi sekali! Sungguh cocok dengan seleranya!
Bahkan asistennya Meri juga berdiri disamping dan melirik sekilas saja juga terasa kaget.
Semua tipe digambar itu semuanya berasal dari sebuah merk pakaian dalam dan pakaian tidur wanita yang terkenal diluar negeri, didalam negeri itu adalah lambang dari barang-barang mewah, bahkan di atas sana ada banyak tipe yang sangat baru yang merupakan tipe paling baru tahun ini, ada beberapa yang bahkan belum dijual didalam negeri, sekalipun kamu sekaya apapun juga tidak bisa membeli tipe limited edition tersebut.
"Direktur Arya , Anda mau memesan ini sendiri?" Meri sedikit kaget dengan berbagai tindakan aneh dari boss nya belakangan ini.
Contohnya adalah belakangan ini telepon Direktur Arya ini jelas terasa banyak dan bukan merupakan telepon untuk urursan kerja, melainkan telepon pribadi, jelas bahwa isi dari telepon ini semuanya mengobrol tentang privasinya.
Selain itu, jelas bahwa boss besar ini masih ada acara makan-makan karena kerja juga, namun sudah berkurang banyak, dan juga tidak terlihat dia begitu rajinnya untuk lembur bekerja seperti dulu, jadi dia sangatlah penasaran kemana perginya boss nya ini setelah pulang kerja.
"Kenapa? Tidak boleh?" Arya menatapi asistennya yang terlalu banyak bicara dengan tidak puas, asistennya ini sungguh tidak tahu diri, mengapa masih tetap berada disana, begitu tidak tahu dirikah?
"Tidak, bukan ini maksudku, aku hanya berpikir saja wanita mana yang begitu bahagianya bisa menerima pakaian yang begitu seksi." Meri sudah mulai membayangkan adegan yang tidak cocok untuk anak kecil.
"Keluar! Apakah kamu sekarang tidak punya kerjaan? Jika tidak ada, aku tidak keberatan untuk mengatur misi lagi untukmu!" Arya melototkan matanya dan menatapi asistennya yang tidak tahu diri ini dengan tidak puas.
Ekspresi Meri berubah pucat, barulah dia menyadari bahwa dirinya berada disini hanya akan menghalangi boss nya, dan dirinya seorang asisten laki-laki juga pasti akan menggangunya memilih pakaian tidur yang seksi ini jika dirinya masih berada didalam kantor.
"Aku akan segera keluar! Segera keluar!" Meri menunjuk kearah pintu utama kantor dan bergegas kabur.
jika dia masih tidak pergi sekarang, jangan-jangan dia ingin tinggal disini dan ingin mendapatkan lebih banyak misi lagi? Dia tidaklah bodoh, dia tentu saja tidak akan mau mendapatkan tugas lagi, pekerjaan yang harus dikerjakannya sekarang saja sudah ada setumpuk yang belum selesai.
Perlu diketahui bahwa pekerjaannya sebagai asisten juga tidak begitu mudah, orang luar melihatnya sangatlah berjaya namun lembur dan segalanya sudah terbiasa baginya!
Setiap akhir bulan, angka yang tertulis dislip gajinya barulah masih bisa menasehati hatinya yang terluka itu.
Namun terus-terusan lembur yang terus-terusan seperti begitu sudah membuatnya sebagai seorang asisten tidak mempunyai ruang pribadinya sendiri, jadi dia masih saja lajang hingga sekarang, bahkan waktu dan kesempatan untuk mencari pasangan dan berpacaran saja juga tidak ada.
Setelah asistennya yang menyebalkan ini pergi, barulah Arya lanjut untuk melihat tipe yang dia suka, satu kode malambangkan satu pakaian dan dikertasnya ini sudah ada banyak yang dicatat olehnya, tampaknya dia akan keluar banyak uang lagi.
Namun dibandingkan dengan kualitas kehidupan bahagianya yang meningkat, dia merasa bahwa pengeluarannya yang sedikit ini memang pantas.
__ADS_1
Wanita kecilnya itu dihadapan dirinya berpakaian seksi sedikit dan lebih enak dilihat, yang senang adalah matanya dan juga dunia psikologinya, tentu saja dia mau.
Hingga setelah dia selesai melihat buku dengan gambar indah itu, semua tipe yang dia catat akhirnya selesai juga.
Dia tidak akan mengatakan terlalu banyak, namun dirinya yang biasanya mudah membeli ini itu juga tidak melihat bahwa tipe yang dicatatnya sudah lebih dari 100 lebih.
Setelah selesai berpikir, dia mendengar suara air mengalir di kamar mandi kamar Utama.
Namun hari ini tidak boleh, tadi malam mereka sudah sepakat, yaitu ketika dia belajar ini, yaitu sebelum ujian, dia tidak boleh mengandalkan alasan apapun untuk membullynya, ini juga janji Arya terhadapnya.
Dan sekarang tampaknya dia akan ingkar janji.
Tidak ada cara lain, dia hanya bias pergi jalan-jalan keruang tamu.
Karena itu, ketika Fanie sudah kembali mengenakan pakaian tidurnya yang sangat tidak popular itu dan keluar dari kamar mandi, didalam kamar sudah tidak ada jejak Arya.
Tapi bagus juga jika dia tidak ada disini, dengan begitu, kebetulan juga membuat fanie tidak perlu berawajah merah ketika menghadapinya.
Ketika dia baru saja keluar dari kamar mandi, wajahnya merah dan terlihat sangat menggoda dan membuat orang ingin mengigitnya.
Arya kembali lagi kembali ke kamarnya, dia tidak melihat wanita yang sedang mengeringkan rambut itu sama sekali dan langsung pergi ke Kasur dan baring.
Itu adalah lokasi yang biasa dia tiduri, hpnya dan jam tangannya juga terbiasa untuk dilepaskan di meja samping kepalanya.
Hanya saja entah kenapa, Fanie yang jeli menyadari ketika si arya putra ini masuk suasana hatinya sepertinya kurang bagus, tentu saja ini hanya adalah instingnya saja, sebagai seorang wanita, insting wanita terkadang sangatlah Jitu.
Fanie mulai berpikir, apakah tadi dia salah mengatakan apapun, atau mungkin menyinggungnya dan membuatnya tidak senang.
Namun dia sudah berpikir kesana kemari dan tidak menemukan kesalahan dirinya.
Setelah mengeringkan rambut, dia juga tidur di kasur dengan biasa saja.
Sekali dia baring, sebuah tangan langsung menyerang kearahnya, dan diletakkan di pinggangnya yang sensitif.
Badannya menjadi kaku dan mengira bahwa dia akan melakukan aksi selanjutnya lagi, barulah dia langsung berkata, "Arya, bukankah tadi malam kamu berjanji kepadaku? Sebelum aku ujian, kamu tidak akan memaksaku lagi dan tidak akan mengangguku lagi, mengapa kamu sekarang ingkar janji?"
__ADS_1
Arya terlihat tidak senang, dia ingin ingkar, boleh atau tidak? Kemarin dia benar-benar berpura-pura menjadi orang baik dan menghantam kakinya sendiri, sekarang dirinya begitu tidak nyaman, apakah ini semua adalah ulah dirinya sendiri?
"Aku tidak melakukan apa-apa terhadapmu, mengapa kamu begitu terburu-buru untuk mendorongku? Aku hanya ingin tidur sambil memelukmu saja, aku tidak akan melakukan hal lainnya, mengapa kamu begitu tegang? Atau sebenarnya didalam hatimu menginginkan aku melakukan sesuatu?" Meskipun dia tidak boleh melakukan aksi tangan, namun menggodanya dengan perkataan tetap masih bisa dilakukannya.
"Oh, benarkah?" Fanie malu, ternyata dia hanya ingin memeluk pinggangnya saja.
Apakah dirinya terlalu sensitif? mengapa gerakan yang begitu sederhana saja dirinya bisa memikirkan adegan yang begitu banyak? Habis sudah, dirinya pasti sudah kesurupan!
"Aneh, apakah kamu panas? Mengapa wajahmu begitu merah?" Arya Dengan jeli memerhatikan wanita didalam pelukannya, wajahnya sedikit memanas, dan merah dengan sangat mencurigakan.
Fanie tentu saja tidak akan memberitahunya dirinya malu karena nya, wajahnya merah karena dia malu.
"Tidak apa-apa, aku tidak panas, mungkin saja didalam ruangan ini sedikit panas saja." Dia sembarangan mencarikan sebuah alasan untuk dirinya sendiri.
"Bagaimana mungkin? Kamar ini tidaklah panas, didalam villaku ini semuanya menggunakan perangkat ac central dan aku juga tidak merasakan panas!" Dia mengulurkan tangannya dan mencoba meraba keningnya, gerakan ini sangatlah mengharukan.
Lalu dia masih tetap tidak lega, dia meletakkan keningnya di atas kening gadis ini dan berkata, "Sepertinya kurang lebih sama, seharusnya tidak panas."
Fanie sudah tidak ingin menjelaskan lebih banyak lagi, semakin dijelaskan semakin mudah ketahuan, saat ini dia hanya bisa diam untuk dipeluk didalam pelukannya dan membiarkannya memeluk dirinya.
Namun begini apakah benar-benar bisa tidur? Dan gaya tidur ini, apakah akan tidak nyaman?
Mungkin saja karena pagi hari melihat banyak buku, dia masih belum menyentuh bantal terlalu lama dan sudah tertidur lelap.
Hanya saja tidurnya nyaman namun tidak begitu dengan arya yang berada disampingnya.
Arya jarang mengantuk, dia dulu adalah kalelawar malam, sudah terbiasa tidur malam, dan sekarang dia benar-benar sama sekali tidak mengantuk dan di telinganya bisa terdengar nafas yang stabil dari wanita ini, disekelilingnya juga mulai perlahan menjadi tenang.
Dimalam yang tenang seperti begini, dia malah sama sekali tidak terasa mengantuk.
Badannya terasa panas, mungkin saja ini adalah alasan utama dia tidak bisa tidur dengan nyenyak, siapa suruh dirinya masih muda dan sedang dalam usia mudah terangsang, disampingnya saat ini juga masih terbaring seorang gadis cantik yang berparas indah, namun dia hanya bisa melihatnya namun tidak bisa melakukan apa-apa terhadapnya, bukankah ini adalah penyiksaan terhadapnya?
Jika ini dulu, jika dia ingin maka dia akan memintanya dengan tidak berperasaan, mana mungkin akan mempedulikan apakah dia ingin apa tidak, waktu dan kesempatan tepat atau tidak, dia tidak akan mempertimbangkan ini semua selain kebutuhan dirinya , sisanya itu tidaklah penting baginya.
Namun sekarang, dia malah harus tersiksa dan tidak melakukan apapun, hanya untuk mewujudkan janji terhadapnya, sebuah keputusan rahasia antara mereka berdua.
__ADS_1
Namun sang wanita sudah tertidur, dan membuat nya terpaku melihatnya, ternyata tampang dia setelah tertidur berbeda dengan kelembutannya pada biasanya.