Cinta Merubah Segalanya

Cinta Merubah Segalanya
Bab 61 : Kejutan


__ADS_3

Seperti wanita sewaan hamil di luar, mereka juga pasti tidak memiliki bisnis dan harga semahal ini.


Walaupun Meriando merasa ada banyak keanehan di dalamnya, namun tidak bisa dipahami dengan kemampuan otaknya. Ditambah dengan statusnya yang hanya seorang asisten pribadi kecil, mengenai kehidupan pribadi CEO Arya ini, dia yang sebagai asisten pribadi kecil ini sungguh tidak memiliki kekuasaan untuk ikut campur.


Tidak lama kemudian fanie secara resmi menerima surat pemberitahuan dari fakultas kimia Unitersitas di kota . ini didapatkan berkat usahanya sendiri. Namun yang membuatnya heran adalah selain surat pemberitahuan juga ada surat undangan, isi dari surat undangan tersebut membuatnya tidak berani percaya. Sebab dia mendapatkan pengecualian diterima sebagai murid magang yang loncat kelas oleh perusahaan penelitian biologi Universitas Upi. Dengan undangan seperti ini artinya setelah dia tiba di kota , dengan segera dia akan mendapatkan perkerjaan magang resmi yang kelihatannya lumayan dan layak.


Dua buah kejutan ini sangat menyemangati dia.


“Hah, bagus sekali, bagus sekali!” Surat pemberitahuan dan undangan dikirim langsung ke sekolah, kemudian dosen pembimbing di sekolah meneleponnya untuk mengambilnya ke sekolah. Dia duduk tersenyum di mobil hingga hampir tidak bisa menutup mulutnya.


Ketika berada di kantor dosen pembimbing, dosen pembimbing hanya mengatakan berita baik, tidak disangka ternyata adalah kejutan ganda, sebab kedua pemberitahuan ini dimasukkan dalam 1 amplop, tidak ada tanda bekas dirobek ketika dia terima.


“Nona Fani, mengapa gembira sekali? Jangan-jangan surat pemberitahuan resmi kuliah S2 kamu sudah datang?” Supir Arya Putra kaget mendadak mendengar bunyi di jok belakang mobil, ketika dia balik kepala, menemukan wajah Fanie penuh senyuman bahagia yang tidak bisa ditutupinya.


Bersusah payah belajar untuk mengikuti ujian lebih awal 1 bulan hanya demi menunggu hari ini.


“Betul, surat pemberitahuan sudah datang.” Fanie sama sekali tidak menutupinya dari supir.


“Jika begitu harus secara resmi memberimu selamat, Nona Fani!” Sekarang bahkan supir yang mendengarnya pun bergembira untuknya. Pada akhirnya pengorbanan pasti akan mendapatkan hasil, pengorbanan Fanie juga mendapatkan hasil.


Ketika tiba di villa, tentu saja bi leni dengan segera juga mengetahui berita ini, berulang kali mengucapkan selamat kepada Fanie.


Sehingga ketika Arya selesai kerja pulang ke villa, bi leni sesaat tidak bisa mengontrol mulutnya, sudah memberitahu dia tentang berita fanie di lantai 1.


“Den Arya, selamat, sungguh selamat, sepertinya malam ini harus dirayakan dengan Non Fani.”

__ADS_1


“Selamat untuk apa?” Arya terbengong, belum bisa merespon.


Supir khusus hari ini bukan pengaturannya, karena Fanie memiliki nomor telepon supir, setelah menerima telepon dari dosen pembimbing, dia segera menghubungi sang supir, kemudian naik mobil ke sekolah, sehingga Arya yang super sibuk sama sekali tidak mengetahui dia telah menerima surat pemberitahuan diterima menjadi pelajar S2.


“Den Arya, anda belum tahu ya, surat pemberitahuan sudah diterima oleh non Fani hari ini, hari ini Non Fani tersenyum dari luar rumah hingga masuk dalam rumah, senyuman lebih cerah daripada kapan pun.” Mungkin karena senyuman dan kebahagiaan ini bisa menular pada orang lain, pada saat bibi Leni menjelaskan pun penuh dengan senyuman lebar.


“Oh ya? Sungguh berita bahagia!” Walaupun ini sudah dalam perkiraannya, namun perkiraan dengan kenyataan mendapatkan surat pemberitahuan merupakan 2 hal yang berbeda.


“Tentu saja, saat ini Non Fami pasti sedang bahagia di atas.” bi leni tersenyum sembari menunjuk lantai atas, kemudian masuk ke dalam dapur sibuk dengan tugasnya.


Arya tersenyum naik ke atas, ketika memasuki pintu kamar utama, memang terlihat wanita bodoh itu sedang terbaring di pinggir ranjang besar di kamar utama, tangan masih menggenggam surat, menundukkan kepala membaca dengan serius, bahkan ketika dia naik ke atas pun dia tidak sadar.


“Hurgh!” Dia batuk ringan menunjukkan rasa tidak senangnya, orang dewasa seperti dia pasti akan ada suara ketika naik ke lantai atas, masih mending jika hanya tidak dengar suaranya, dia setinggi 1,8 meter berdiri di pintu kamar tidur, ternyata dia tidak menyadari keberadaannya, apakah keberadaannya sama sekali tiada nilai?


Dia sungguh terlalu meremehkan dirinya! Oleh sebab itu, dia tidak senang.


Tetapi Arya telah memperhatikan barang di tangannya, berpura-pura tidak tahu bertanya:”Apa yang ada di tanganmu?”


Tanpa sadar tangan Fanie kaku, kemudian dia tetap jawab dengan jujur:”Ini adalah surat pemberitahuan aku diterima untuk kuliah S2!”


“Biar aku lihat!” Arya melambaikan tangan padanya.


“Kamu yakin mau lihat? Hanya surat pemberitahuan saja.” Walaupun dia jawabnya dengan santai, pada kenyatannya dia sangat mementingkan kedua surat yang terdapat di dalam amplop ini.


“Pelit sekali, jangan-jangan takut aku telan surat pemberitahuanmu ya? Suruh kamu kemari ya kemari!” Arya sangat tidak sabar, terutama dia sangat sombong dan mau menang sendiri, ucapannya hanya dikatakan sekali, takkan diulang kedua kali!

__ADS_1


Fanie membawa surat dengan menyeret kakinya, setelah tiba di hadapannya, dia menyerahkan amplop di tangannya sambil menjelaskan, “Bersamaan dengan surat pemberitahuan, masih ada 1 surat undangan untuk magang kerja!”


Intinya jika surat sudah di tangan pria ini, tanpa dia beritahu pun dia bisa membacanya sendiri, pada akhirnya juga akan mengetahui tentang undangan magang ini.


Tanpa sadar dia mengernyitkan dahi, surat pemberitahuan berada dalam perkiraannya 90% bisa didapatkan, tetapi surat undangan kerja magang sungguh kejutan besar.


“Bagus, sepertinya sekolah di sana sangat menghargai orang berbakat sepertimu! Undangan seperti ini biasanya tidak mudah didapatkan, apalagi magang untuk pelajar yang loncat kelas, kamu harus berterima kasih, kamu sedang beruntung!”


Bukankah benar? Biasanya magang hanya diperuntukkan mahasiswa yang telah kuliah S2 selama 1 setengah tahun, ada keahlian tertentu yang bahkan menuntut waktu lebih lama untuk memenuhi persyaratan kerja magang di perusahaan penelitian biologi, sedangkan dia baru saja mendapatkan pemberitahuan diterima sebagai mahasiswa kuliah S2, dengan secepat itu pula sudah memutuskan dia untuk ikut magang kerja, jelas ini adalah penghargaan kepadanya.


Kenyataannya dia memang sedang dilindungi oleh malaikat pencatat keberuntungan.


“Sepertinya memang harus dirayakan!” Setelah selesai membaca kedua surat, dia masukkan kembali ke dalam amplop untuk dikembalikan pada Fanie.


Sesungguhnya dia tidak terlalu perduli perayaan ataupun tidak, dulu ketika abangnya masih sehat, setiap kali dia mendapatkan prestasi ataupun mendapatkan beasiswa, abangnya akan merayakan secara keci-kecilan untuknya, cara perayaan mereka berdua sangat sederhana, hanya memasak beberapa jenis makanan lebih dan ditambah dengan selusin bir, mereka sambil makan sambil minum, kemudian sembari membahas visi dan rencana di masa depan.


Tetapi saat ini abangnya masih sakit, sehingga dia tidak pernah memikirkan tentang perayaan.


“Ya sudah malam ini harus dirayakan dengan baik, kita keluar makan saja?” Arya menyarankan sembari melempar tas kantor, “Hari ini kamu paling besar, semua ikuti keinginanmu, kamu ingin kita rayakan di mana, maka kita akan pergi ke sana!”


Dia sangat senang hari ini sehingga sangat royal.


“Tidak perlu repot-repot keluar, bukankah bi Leni sudah buat makan malam? Menurut aku lebih baik makan di rumah saja, sama aja!” Dia beranggapan walaupun makan di luar suasana dan lingkungannya lebih baik, tetapi harus bawa mobil pulang pergi untuk perayaan, lumayan repot, selain itu makan di luar biayanya juga besar.


“Di rumah? Boleh juga, tetapi aku harus keluarkan 2 botol arak anggur simpananku!” Arya teringat, dia segera turun ke bawah menuju kamar penyimpanan untuk mengambil arak anggur, dia sendiri juga senang minum arak anggur sehingga selalu ada arak anggur yang tersimpan di villa.

__ADS_1


Kebahagiaanmu terlukis jelas di wajahnya, terkadang dia tidak mengerti jelas-jelas dia yang diterima, mengapa dia demikian bahagia? Apakah dia tidak tahu jika dia pergi ke kota untuk kuliah dan magang maka harus meninggalkan sini?


Setelah meninggalkan tempat ini maka takkan seperti sekarang masih bisa berbagi segala kemajuan dan kebahagiaan dalam hidup, apakah dia tidak mengerti perpisahan sudah di depan mata? Ataukah sesungguhnya dia tahu namun pura-pura tidak tahu.


__ADS_2